Gereja Jangan Jadikan Tempat Berpolitik

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

9 Bulan yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
(Ilustrasi, KM)

 

Oleh, Melky Yogi*)

 

ATIKEL, KABARMAPEGAA.com – Beberapa dekade kami lewati elit-elit politik tertentu gereja jadikan tempat berpolitik dan tempat yang paling menguntungkan bagi orang-orang tersebut.

Gereja mengindari dari berpolitik praktis, gereja adalah tempat yang kudus dan mulia untuk memuji Tuhan, mengambil kebenaran dan melaksanakan sesuai dengan kebenaran itu.

 

Gereja merupakan rumah Tuhan yang harus di jaga oleh seluruh umat Tuhan jadikan tempat yang terhormat dan kudus bukan campur baur dengan politik yang kotor.

 

Tahun ke tahun ketika mencalonkan diri sebagai gubernur, walikota, bupati dan DPR parah elit politik tersebut rajin ke ibadah dan cari hambah-hambah Tuhan untuk mendoakan, ketika sudah mencapai impiannya menjauh dari gereja dan hamba Tuhann karena akal sehatnya sudah di gelapkan oleh uang dan jabatannya.

 

Ketika selesai jabatan, kembali lagi cari muka di gereja kondisi gereja di tanah papua zaman sekarang.

 

Yesus Mengusir Semua Pedagang di Baik Suci

 

Pembersihan Bait Allah menjadi tindakan besar pertama pelayanan Yesus di muka umum (Yoh 2:13-22) dan tindakan besar terakhir pelayanan-Nya di muka umum ( Mat 21:12-17; Mr 11:15-17). Dalam kemarahan yang menyala-nyala Ia mengusir dari rumah Allah orang fasik, orang tamak dan mereka yang merusak tujuan rohani yang benar dari Bait Suci itu. Tindakan Yesus yang dua kali membersihkan Bait Allah selama tiga tahun pelayanan-Nya menunjukkan betapa pentingnya pelajaran rohani itu, yakni :

 

1) Kristus sangat menginginkan kekudusan dan ketulusan yang saleh di dalam gereja-Nya (bd. Yoh 17:17,19). Ia mati untuk "menguduskannya ... menyucikannya ... dan menempatkan jemaat ... kudus dan tidak bercela" (Ef 5:25-27).

 

2) Ibadah di dalam gereja haruslah dalam roh dan kebenaran (Yoh 4:24). Gereja harus menjadi suatu tempat doa dan persekutuan dengan Allah (bd. Mat 21:13).

 

3) Kristus akan menghukum semua orang yang menggunakan gereja, Injil atau Kerajaan-Nya demi keuntungan, kemuliaan atau kemajuan diri pribadi.

 

4) Kasih yang tulus bagi Allah dan bagi tujuan penebusan-Nya akan menghasilkan "semangat" yang menyala-nyala bagi kebenaran rumah Allah dan Kerajaan-Nya (Yoh 2:17). Keserupaan yang sejati dengan Kristus meliputi sikap tidak bertoleransi terhadap yang tidak benar di dalam gereja (bd. pasal Wahy 2:1-3:22).

 

5) Penting bagi semua pelayanan Kristen yang benar untuk menentang mereka yang mencemarkan dan merendahkan Kerajaan Allah (bd. 1Kor 6:9-11; Gal 1:6-10; Wahy 2:1-3:22).

 

6) Kita bisa memilih salah satu, yakni mengizinkan Kristus masuk ke dalam jemaat-jemaat untuk membersihkannya dari kebohongan, kemesuman, keduniawian, dan kenajisan (lih. pasal Wahy 2:1-3:22) atau pada kedatangan-Nya yang kedua kali dengan hukuman ilahi Ia akan membersihkan gereja-Nya secara tuntas (lih. Mal 3:2).

 

Sesuai dengan Firman Tuhan gereja hadir di tengah-tengah umat manusia untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang sedang menderita, di bunuh oleh penguasa tertentu.

 

Tujuan Yesus datang di dunia untuk selamatkan manusia yang jatuh kedalam belengku dosa dan penindasan.

 

Penulis adalah Pemerhati Ekonomi dan Sosial, Tinggal di Bumi Amungsa, Timika

Editor: Frans Pigai

Baca Juga, Artikel Terkait