GNPKRI Sebut Aparat Melanggar Hukum Indonesia

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

3 Tahun yang lalu
INFORMASI

Tentang Penulis
Aparat masuk di asrama mahasiswa Papua Makasar/KM.

 

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.COM-- Aparat Polisi yang klaim diri penegak hukum tetapi melanggar hukum mereka  karena tanpa izin masuk ke Asrama mahasiswa Papua di Makasar  secara Illegal terbukti melawan hukum sendiri.

 

"Hal ini tertuang dalam  undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi Pasal 8 ayat 3 dijelaskan bahwa kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan di perguruan tinggi merupakan tanggung jawab pribadi civitas  akademika yang wajib difasilitasi oleh pimpinan perguruan tinggi. Anggota civitas  akademi yang dimaksud adalah jajaran dosen dan mahasiswa," kata Ketua GNPKRI Provinsi Papua Jekson Ikomou Minggu (14/10/2018).

 

Dikatakan Indonesia mengalami "krisis hukum" aparat Indonesia di drive oleh kepentingan ekonomi politik imperialisme.

 

"Sangat saya sayang dengan  tindakan-tindakan  aparat yang bertindak diluar jalur hukum Indonesia,"tegas Jekson

 

Menurutnya menegaskan kepada Polisi di Makassar bahwa:

  1. Hentikan kriminalisasi terhadap mahasiswa Papua.
  2. Eksistensi mahasiswa Papua di Makassar di jamin dengan kebebasan HAM dengan membidik keberlakuan UU.No.9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan menyampaikan Pendapat di muka umum
  3. Polisi harus memberikan keterangan tertulis kepada mahasiswa yang dituangkan alasan-alasan   kehadiran polisi di lingkungan asrama mahasiswa Papua Makasar

 

"Pertimbangan diatas ini maka dengan tegas  menyampaikan bahwa polisi harus angkat kaki dari asrama Mahasiswa Papua di Makassar." Tutupnya.

 

 

Pewarta: Yunus Eki Gobai/KM

 

Baca Juga, Artikel Terkait