GPM dan Suku Tiga A Maibrat Menegaskan PEMDA Jangan Menertibkan KTP Kepada Non Pribumi

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

18 Hari yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Admin Redaksi Kabar Mapegaa Online
Foto: Yulianus Taa/KM.

 

 

 

 

KABARMAPEGAA---Gerakan Pembebasan  (GPM) dan suku A3 yaitu Ayamru, Aitinyo, Aifat Maybrat dengan tegas mengatakan pemerintah daerah (PEMDA) Maybrat jangan menertibkan swiping kartu tanda  penduduk kepada non asli  dan kepada penduduk asli di wajibkan.

 

Kabupaten Maybrat merupakan kabupaten  baru  lahir adalah suatu Kabupaten yang masih utuh atau masih tergolong dalam daerah otonomi baru seutuhnya.

 

Masih di Lindungi oleh Otonomi Khusus (OTSUS) yang mana tubuh dan danging kabupaten Maybarat adalah berasal dari 3A Suku besar yaitu Ayamru, Aitinyo, Aifat.

 

Tiga suku besar inilah yang mempunbyai hak dan wewenang penuh didalamnya untuk saling bahu membahu dan saling membangun atau dalam bahasa Maybrat (Anu Beta Tubat Pekor Maybrat Ro moof Toni).

 

Sebab lahirnya kabupaten Maybrat ini adalah untuk menjawab semua kebutuhgan Masyarakat 3A dalam sumberdaya manusia dan sumber daya alam yang ada di dalam tubuh tiga suku besar itu.

 

Kehadiran kabupaten Maybrat ini adalah untuk mengutamakan kebutuhan utama tiga suku besar yang ada mendiami di dalam kabupaten Maybrat untuk bagaimana menjaga dan melindungi harkat dan martabat 3 Suku Besar ( Ayamaru, Aitinyo, Aifat).

 

Dalam sisi pemerintahan ekonomi politik pendidikan serta kesehatan selalu mempengaruhi, Sebab SDM  dan SDA kabupaten Maybart sangat besar bagi pembangunan kabupaten Maybrat di masa kini dan masa yang akan datang.

 

Untuk itu kami minta dengan tegas kepada pemerintah kabupaten Maybrat dalam Hal ini Bapak bupati dan bapak kepala Dinas pencetak kartu tanda  capil, Kepala distrik dan Kepala kampung  harus membuat suatu Peraturan Daerah (PERDA) yang mana melindungi masyarakt asli Maybrat agar kabupaten Maybrat harus di kuasai penduduk Asli bukan dikuasai penduduk non asli.

 

Agar jangan ada orang yang tidak di kenal menjadi penduduk kabupaten Maybrat Kalau Penerbitan KTP (Kartu Tanda Penduduk) tidak menerbitkan  sembarangan.

 

Kalau kita membiarkan membuat KTP non pribudi di kab Maibrat maka akan dikuasai alam oleh non papua. Nanti penduduk asli mau kemanakan. Jadi dimohon pemerintah setempat untuk memperhatikan dalam persoalan ini karena kita begitu membebaskan pasti orang asli akan hilang dari tempat asalnya.

 

Team Aktivis Gerakan Pembebasan Maybrat (GPM)  Yulianus Taa/KM.

Baca Juga, Artikel Terkait