Hari Air Sedunia 2020: MAI Desak Pemda Berikan Hak Masyarakat Akses Air Bersih

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

6 Bulan yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
Puluhan Pemuda dan masyarakat yang tergabung dalam masyarakat adat independen membaca pernyataan sikap. Foto: Ist/KM

 

TIMIKA,KABARMAPEGAA.com-- Hari ini 22 Maret 2020 diperingati Hari Air Se-dunia ke-28. Pada tahun 2020. Momentum Hari air Internasional kali ini  Puluhan pemuda dan masyarakat kota Timika yang tergabung dalam Masyarakat Independen (MAI) melakukan aksi pembagian selebaran dan membacakan pernyatan sikap menyikapi Hari Air Internasional, Minggu (22/03/2020).

 

Dalam release pers yang diterima media www.kabarmapegaa.com  Masyarakat Adat Independent ( MAI) mendesak kepada Pemerintah Kabupaten Mimika  untuk wujudkan air bersih dan berikan hak masyarakat air sepenuhnya.

 

Lanjut  Beanal , krisis air di Kabuapten Mimika disebabnya karena ruang terbuka hijau sebagai penyedap air telah dikuasasi oleh perusahaan kepala sawit dan PT.Freeport Indonesia.

 

Menurut  Beanal, air merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi makhluk hidup. Karena setiap harinya membutuhkan air bersih untuk dikonsumsi.

 

Ia pun mempertanyakan kehadiran Perusahaan PT. Perkebunan Agro Lestari dan PT. Freeport Indonesia. Dengan kehadiran perusahaan-perusahaan untuk mencemari air bersih. Daerah kami sudah terasa dampaknya. Beberapa tahun kedepan kami akan susah mendapatkan air bersih.


 

Pada Peringatan Hari Air Sedunia 2020, tema yang diangkat "Lawan Kapitalisasi Air". Dalam tema tersebut masyarakat adat independen  menghasilkan beberapa pernyataan sebagai berikut:

 

Pertama, wujudkan air bersih dan berikan hak masyarakat Kabupaten Mimika untuk mengakses air seluas-luasnya tanpa hambatan apapun.


 

Kedua, PT. Freeport Indonesia segerah bertanggungjawab terhadap pembuangan limbah taling yang telah membahwa dampak buruk terhadap manusia dan lingkungan.


 

Ketiga, PT Perkebunan Argo Lestari (PAL) Stop melakukan perluasan area oprasi perkebunan dan segera bertanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan Alam dan manusia Milik Masyarakat Adat.



 

Pewarta    : Yunus Gobai

 

Editor       : MP

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait