Hari Pohon Sedunia, Menanam untuk Memetik bukan Memetik dan Lupa Menanam

Cinque Terre
Yunus Eki Gobai

7 Hari yang lalu
LINGKUNGAN

Tentang Penulis
Kontributor
Yunus E Gobai, anggota Relawan PAGEOSNET Wilayah Timika.

 

Oleh: Eki Gobai*)

Minggu, 21 November 2021 adalah hari memperingari pohon sedunia maka refleksi  saya adalah “Menanam untuk Memetik dan bukan Memetik dan Lupa Menanam.

 

KABARMAPEGAA.COM--Tuhan Allah menciptakan alam dunia dan seisinya adalah untuk diambil dan manfaatnya oleh manusia. Dan ternyata kerusakan atas alam (Lingkungan Hidup) juga atas tangan tangan manusia.

 

Bahkan dalam munculnya sebuah bencana kadang dikaitkan dengan murka-Nya Tuhan dan Alam, akibat dari keserakahan dan kelalaian manusia dalam menjalankan tugasnya sebagai tanggungjawab di muka bumi. Banjir air dan erosi yang dilakukan di kawasan hutan adat sebagai peringatan luar biasa untuk perilaku kesombongan manusia atas ajaran kebenaran.

 

Dalam Kehidupan Modern, Eksploitasi dan eksplorasi lingkungan hidup dilakukan atas nama kebutuhan ekonomi manusia. Kelestariannya kadang dianggap sebagai sebuah kemunduran atau halangan terhadap sebuah kemajuan peradaban. Padahal jika kita maknai kelestarian lingkungan hidup adalah bagian dari keseimbangan kehidupan karena hidup itu adalah Kolaborasi tuhan alam dan manusia itulah keseimbangan hidup.

 

Upaya-upaya Pelestarian alam tentunya sudah dilakukan sejak lama, salah satunya PAGEOSNET dan aktivis-aktivis lingkungan. Menurut PAGEOSNET hutan merupakan indikator utama terkait alam dan lingkungan hidup, hutan merupakan sumber kehidupan utama manusia sebelum mengenal modernisasi. Flora dan Fauna yang berada di dalam hutan bagian dari sebuah sumber kehidupan yang bisa dimanfaatkan oleh manusia. Jika kita menyebut hutan tentunya tidak pernah lepas dari pohon.

 

Hari pohon dunia 21 november 1832 Julius Sterling Morton, sangat mendukung reservasi hutan dan berjasa dalam memberikan pelayanan yang terkoordinasi bagi para petani. Dia juga dikenal suka menanam berbagai macam pohon apel yang langka. Peringatan Hari Pohon Sedunia atau yang dikenal dengan "Arbor day", diusulkannya pada tahun 1872.

 

Manusia memiliki posisi penting dalam melindungi lingkungan dari kerusakan dan kemerosotan serta menjamin kelestariannya. Menjaga kelestarian lingkungan hidup adalah wajib bagi setiap manusia untuk kemakmuran dan kelangsungan kehidupan.

 

PAGEOSNET memandang penataan lingkungan hidup adalah tanggung jawab manusia sebagai   tanggung jawab di bumi. Tanggung jawab itu meliputi penataan, pemeliharaan, pengawasan, dan pengembangan tata lingkungan yang bermanfaat bagi manusia.

 

Harmonisnya ekosistem lingkungan dengan komunitas manusia, adalah wujud amanahnya manusia sebagai pemimlin untuk tanggung jawab di muka bumi. Lingkungan Hidup yang sehat memberikan peluang bagi kelangsungan hidup ekosistem secara menyeluruh, sebaliknya lingkungan yang tercemar tidak akan mampu menunjang kelangsungan hidup secara menyeluruh.

 

Mengingat Pentingnya Bagi Bumi

 

Sejak 21 November 1832 ditetapkan sebagai hari pohon sedunia untuk mengingatkan pentingnya pohon bagi makhluk hidup di bumi. Selain itu, juga sebagai penghormatan kepada Sterling Morton, aktivis lingkungan yang mengkampanyekan pentingnya menanam pohon.

 

Seperti yang kita ketahui keberadaan pohon memberikan banyak manfaat bagi makhluk hidup di bumi. Pohon dapat menyerap gas CO2 yang dihasilkan dari pabrik industri. Bayangkan apabila pohon semakin sedikit dan gas CO2 semakin banyak, hal tersebut akan menyebabkan bumi semakin panas atau global warming. Di sisi lain pohon juga dapat menghasilkan O2 atau oksigen. Tanpa oksigen maka tidak akan ada kehidupan di dunia. Maka tidak berlebihan apabila disebutkan harga pohon sebanding dengan hidup kita.

 

Sementara itu, PAGEOSNET merilis pohon adalah refleksi dari ketenangan. Menurut penelitian PAGEOSNET, pemandangan alam dapat menyembuhkan stress pada manusia. Namun, saat ini keberadaan pohon seperti tidak dianggap penting lagi. Contoh yang paling nyata adalah banyak hutan yang ditebang secara liar, dan kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH).

 

Maka dari itu, pada peringatan hari pohon sedunia tahun ini, PAGEOSNET mengajak marilah kita menanam minimal satu pohon di halaman rumah sebagai bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan.

 

Penulis adalah anggota Relawan PAGEOSNET Wilayah Timika.

 

#Lingkungan dan Hutan

Baca Juga, Artikel Terkait