Harimau vs Singa. Siapa Yang Bakal Menang?

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Ilustrasi: Harimau vs Singa

 Oleh: Patihsa

 

Singa vs Harimau, siapa yang bakal menang?

Ini adalah pertanyaan menarik. Dua-duanya sama-sama menyandang predikat "Raja", keduanya juga sama-sama berada di puncak rantai makanan. Keduanya juga masuk spesies kucing terbesar di dunia. Sama-sama buas, kuat, dan agresif. Hanya saja "saat ini" habitat kedua kucing ini berbeda. Jadi alaminya kedua kucing ini seharusnya tidak akan bertemu di alam bebas.

 

Tapi bagaimana jika kedua kucing ini bertemu?

Menurut kami apabila singa jantan dan harimau jantan tiba-tiba berpapasan, mereka tidak akan saling say hello satu sama lain, berkenalan lalu bermain bergembira bersama. Instinct mereka sebagai "raja" yang akan lebih banyak berbicara. Dua kucing besar ini sangat teritorial, apabila ada kucing jantan lain masuk ke wilayahnya maka salah satu kucing harus pergi dari wilayah itu.

 

Apabila keduanya merasa sama-sama kuat, maka duel adalah jawabannya. Itu semacam kesepakatan tak tertulis dalam dunia kucing.

 

Sejarah mencatat bahwa kedua kucing ini dilaporkan pernah bertarung baik di alam bebas, di dalam penangkaran maupun di dalam arena aduan. Topik harimau vs singa sebenarnya telah menjadi bahan diskusi yang cukup populer terutama di kalangan para pemburu, naturalis, seniman dan para raja. Rasa ingin tahu ini membuat beberapa raja pada zaman dahulu mengadu kedua kucing ini di dalam sebuah arena gladiator.

 

harimau vs singa
Harimau Vs Singa

 

Sebelum mengetahui siapa yang jadi raja diraja di dunia kucing kita akan melihat data-data antara singa dan harimau.


Perbandingan Fisik

 

Harimau (Panthera tigris)

Spesies harimau tercatat memiliki 10 sub spesies, beberapa diantaranya telah dinyatakan punah seperti harimau Jawa dan harimau Bali. Harimau Siberia dan harimau Bengal merupakan subspesies terbesar diantara spesies Panthera tigris lainnya. Panjang harimau Bengal jantan sekitar 270 - 310 cm dengan berat rata-rata sekitar 180 - 258 Kg. Panjang harimau Siberia jantan sekitar 250 - 290 cm dengan berat rata-rata sekitar 180 - 306 Kg.

 

Singa (Panthera leo)

Spesies singa tercatat memiliki 12 sub spesies, dan diantaranya di alam bebas juga sudah ada yang punah, termasuk singa Atlas dari Afrika Utara, singa Atlas adalah singa terbesar di antara sub spesies singa lainnya. Singa terdapat di wilayah benua Asia dan benua Afrika. Di Asia umumnya berat rata-rata singa jantan sekitar 160 - 190 Kg, dengan panjang sekitar 240 - 290 cm, sementara di Afrika rata-rata beratnya sekitar 145-205 Kg, dengan panjang sekitar 250 - 300 cm.

perbandingan singa dan harimau
Sekedar Ilustrasi

 

Perbandingan Temperamen

 

Harimau adalah kucing soliter, hidupnya menyendiri. Berburu sendiri, makan sendiri, tidur sendiri, main sendiri, ngobrol sendiri, mengawini dirinya sendiri, pokoknya semua sendiri lah.

 

Sementara singa adalah kucing sosial. Satu-satunya kucing yang memiliki sistem sosial yang unik. Umumnya 1 singa jantan memimpin 1 kelompok singa betina dan anak-anak singa. Tugas singa jantan adalah memimpin dan melindungi kawanan singa betina dan mengawini singa-singa betina. Entah siapa yang mengajari singa membentuk sistem sosial seperti itu. Seandainya ada kehidupan kedua dan jadi kucing, admin Uniklopedia lebih memilih menjadi singa jantan dibanding menjadi harimau jantan. You know what I mean..? huehehe..

 

Umumnya ilmuwan sepakat bahwa harimau lebih gesit & lincah, lebih cerdas, dan lebih garang dibanding singa. Harimau juga pemburu yang lebih efektif dibanding singa. Ini karena harimau harus berburu sendirian sedangkan singa bisa berburu rame-rame.


Perbandingan Ukuran Otak

 

Sebuah studi dari ilmuwan di universitas Oxford menunjukkan harimau relatif memiliki volume otak yang lebih besar dibanding singa. Bahkan besar volume otak harimau Bali yang merupakan harimau terkecil relatif sama besar bila dibandingkan volume otak singa Afrika Selatan.

 

Perbandingan Kekuatan Gigitan

 

Apabila menggunakan satuan Pound per Square inch (PSI). Rata-rata singa muda memiliki kekuatan 691 PSI, sedangkan kekuatan gigitan singa dewasa rata-rata 1000 PSI atau kira-kira kekuatan gigitannya adalah 1/2 ton. Yang terkuat yang pernah diukur adalah 1500 PSI.

 

Sementara harimau dewasa rata-rata kekuatan gigitannya adalah 1050 PSI. Jadi rata-rata kekuatan gigitan singa dan harimau adalah seimbang. Rata-rata kekuatan gigitan anjing adalah 200 PSI - 550 PSI. Kekuatan ini sudah cukup untuk meremuk tulang, jadi apabila Anda jalan-jalan ke hutan di Siberia lalu diterkam harimau dari belakang, hanya keajaiban yang bisa melepaskan Anda dari gigitan harimau.

 

Perbandingan Sabetan Cakar

 

Kekuatan sabetan cakar harimau dan singa cukup untuk mengkoyak tengkorak sapi. Ketika singa Atlas diadu dengan harimau Bengal, dikisahkan pertarungan keduanya sangatlah seru (sekaligus menyedihkan). Harimau lebih efektif dalam mencakar, sabetan cakarnya lebih cepat dan lebih brutal dibanding singa. Sementara singa lebih lambat dalam mencakar namun luka sabetannya lebih dalam hingga membuat harimau harus mundur sejenak. Harimau yang lebih cerdik dibanding singa mampu mengatur strategi dengan mundur dan istirahat sejenak sebelum akhirnya maju dan mengakhiri hidup singa terbesar di dunia itu dengan variasi jurus cakar harimaunya.

 

Perbandingan Auman Singa.

 

Singa dan harimau sama-sama kucing yang bisa mengaum. Di penangkaran kadang jika harimau mengaum maka singa yang di dekatnya akan balas mengaum sebagai respons. Bagi orang awam yang mendengar auman harimau dan singa seringkali tidak dapat membedakan yang mana auman harimau dan yang mana auman singa bila tanpa melihatnya secara langsung. Umumnya kekuatan auman singa lebih kuat dibanding harimau. Auman singa bisa terdengar dari jarak 8 KM sementara harimau hanya 3 KM.

 

Pendapat Para Ahli

Yang Jadi Suporter Singa

- Clyde Beatty

Seorang animal trainer dan pawang macan. Dia memiliki beberapa harimau, singa, hyena, dan beberapa binatang eksotis lainnya. Dia mengatakan sejak pertama dia mulai menyatukan harimau dengan singa, sekitar 25 harimau (dua diantaranya harimau Siberia, sisanya harimau Bengal) mati diterkam singa di arena sirkus, dari kelompok singa tidak ada yang mati gara-gara harimau barang satu ekor pun.

 

- Kailash Shankala

Seorang naturalis dan konservasionis dari India menulis dalam sebuah bukunya. Disitu ia mengatakan harimau tidak sanggup mengalahkan singa karena singa memiliki surai rambut panjang yang menutupi lehernya. Itu menjadi keuntungan sendiri bagi singa. Dia juga menulis dahulu kala pernah seorang pangeran dari India mengadu harimau dan singa, dalam pertandingan aduan tersebut singa lah yang berhasil membunuh harimau. Shankala menyimpulkan kekuatan harimau tidaklah sebanding dengan kekuatan singa.

 

- Dave Hoover

Seorang animal trainer dan pawang macan. Dia berpendapat bahwa singa adalah petarung yang lebih baik dibanding harimau, dan dari pengalamannya beberapa harimau sirkus terbunuh akibat diserang oleh singa sirkus.

 

Yang Jadi Suporter Harimau 

- John Varty

Pemilik Penangkaran Londolozi di Afrika Selatan. Dia berkata,"Saya telah melihat harimau menerkam leopard tanpa kesulitan sama sekali". Singa juga pernah mencoba menyerang tetapi gagal. Apabila harimau bertarung melawan singa, maka harimaulah yang akan selalu memenangkan pertarungan itu.

 

- Pengurus Big Cat Rescue

Organisasi konservasi kucing besar "Big Cat Rescue" dari Florida juga mengemukakan pendapatnya. Kami lebih berharap orang-orang tidak berfikir siapa yang akan menang dari pertarungan keduanya,  menyelamatkan keduanya dari kepunahan adalah lebih baik. Tetapi menurut kami harimau memiliki sejumlah keunggulan dibanding singa, namun itu juga tergantung ukuran, usia dan keagresifan mereka.

 

- Pengurus Save China's Tigers

Organisasi Save China's Tiger berpendapat, dari penelitan terkini mengindikasikan harimau lebih kuat secara fisik dibanding singa. Dari ukuran umumnya harimau lebih besar dibanding singa. Mayoritas pakar pasti menjagokan harimau Siberia atau harimau Bengal dibanding singa Afrika.

 

- National Geographic Channel

Sebuah dokumenter dari National Geographic Channel mengulas bahwa harimau Bengal lebih unggul sekitar 50 Kg dibanding singa Asia, serta dapat membunuh singa apabila singa tersebut tidak berada di dalam kawanannya.

 

- John Smith Clarke

Penjinak singa profesional dari Britania. Ia berpendapat dalam seminarnya di perkumpulan zoological Glasgow sembari menunjukkan pertarungan aktual yang ditayangkan melalui layar seminar. Dalam 100 kasus pertarungan antara singa dan harimau, maka 100 pertarungan tersebut akan selalu dimenangkan oleh harimau. Dia menunjukkan data jika harimau jauh lebih lincah, gerakannya tidak pernah tidak efektif, meskipun sama-sama kuat dan sama-sama bersenjata tetapi harimau punya gaya bertarung yang lebih efektif. Harimau ketika bertarung sering sekali berguling-guling, dia akan terus begitu sampai menemukan celah untuk mencengkeram singa dan membunuh singa.

 

Tampaknya posisi pendukung singa dan harimau sama-sama kuat. 

 

Sekarang mari kita melihat data pertarungan harimau dan singa yang terekam oleh sejarah.

 

Sejarah Pertarungan di Penangkaran dan di Arena Aduan

 

Pada zaman Romawi kuno, adu gladiator tidak hanya antara sesama manusia saja, tetapi juga antar binatang buas termasuk pertarungan singa dengan harimau yang sering diadu satu sama lain. Disebutkan bahwa jika singa dan harimau diadu, maka orang-orang akan lebih sering bertaruh untuk kemenangan harimau daripada singa. Namun hingga sekarang tidak ada jumlah yang pasti tentang siapa yang lebih sering menang, apakah harimau ataukah singa. Nampaknya baik singa dan harimau sama-sama saling mengalahkan di ajang adu binatang itu.

adu singa vs harimau
Adu singa vs harimau

 

Harimau yang mengalahkan / membunuh singa

- Titus, sang penguasa Roma zaman dahulu diketahui memiliki seekor harimau Bengal. Harimau itu sering diadu dengan singa-singa Afrika. Dan menurut catatan sejarah harimau Bengal selalu berhasil mengalahkan singa-singa Afrika.

 

- Gunga adalah nama dari seekor harimau milik raja Oude (daerah Nepal). Gunga selama dipelihara raja Oude telah membunuh sekitar 30 singa, karena terlalu buas ia dipindah ke taman zoological di London, namun nampaknya Gunga belum puas dengan hobi ekstrimnya itu, Gunga diketahui membunuh beberapa ekor singa lagi di penangkaran barunya itu. Nampaknya Gunga perlu dicarikan hobi lain yang lebih feminim.

 

- Pekerja dari Inggris mengaku ketika ia tinggal di Sierra Leone Afrika, ia telah melihat beberapa perkelahian antara singa dan harimau, dan harimau selalu menang.

 

- Pertarungan Atlas si Singa Barbarian melawan Harimau Bengal dari Simla

Akhir abad ke-19 dinasti Gaekwad dari Gujarad India menggelar pertarungan antara singa Atlas dari pegunungan Atlas dengan harimau Bengal dari Simla India. Pertarungan di gelar di amphitheater (semacam koloseum). Keduanya besar dan dikondisikan lapar sebelum diadu agar buas saat di arena. Singa Atlas dari Afrika diadu dengan harimau Bengal karena mereka menganggap singa Asiatic bukanlah lawan yang sepadan bagi harimau Bengal. Harimau Bengal terlalu kuat bagi singa Asiatic.

 

Pertarungan itu berlangsung sengit, singa Atlas mampu memberikan perlawanan bagi harimau Bengal. Meskipun pada akhirnya harimau Bengal mampu membunuh singa Atlas, harimau Bengal juga menderita sejumlah luka akibat cakaran singa Atlas. Setelah pertarungan itu dinasti Gaekwad meresmikan harimau sebagai raja diraja yang sesungguhnya dalam keluarga kucing. Singa Atlas dimakamkan secara khusus sebagai penghormatan. Sementara harimau Bengal dirawat sampai sembuh untuk kemudian diadu lagi dengan beruang Grizzly seberat 680 Kg.

 

- Pada Maret tahun 2011 di kebun binatang Ankara, seekor harimau Bengal menerobos kandang singa yang ada disebelahnya lalu menyakar singa dengan sekali sabetan dan membuat singa itu mati bersimbah darah.

 

- Tahun 1909 di pulau Coney, seekor singa sirkus tiba-tiba menyerang harimau yang sedang dirantai. Namun walaupun dirantai, harimau tersebut mampu melawan balik dan malah membunuh singa tersebut.

 

- Tahun 1857 di kebun binatang Bromwich, seekor harimau usia 18 bulan menyambangi kandang singa, menyerang singa dengan cara mencakar perut singa, perut singa itu robek, lalu singa tersebut tumbang dan mati beberapa menit kemudian.

 

Singa yang mengalahkan / membunuh harimau

Selain kisah Clyde Beatty, Kailash Shankala, dan Dave Hoover di atas terdapat beberapa kasus dimana singa berhasil membunuh harimau.

 

- Tahun 1934, seekor singa Afrika dewasa tiba-tiba menyerang harimau Bengal dewasa tak lama setelah pertunjukan sirkus bubar. Singa tersebut membunuh harimau itu sebelum pelatih sempat memisahkan mereka.

 

- Tahun 1949 di kebun binatang Perth Selatan, terjadi perkelahian antara singa dan harimau selama tiga menit. Itu terjadi ketika harimau meletakkan kepalanya di hadapan singa. Singa langsung menyambar tenggorokan harimau dan mengoyaknya selama 3 menit. Harimau langsung mati.

 

- Pada Desember 2008, seekor singa dewasa seberat 110 Kg membunuh harimau seberat 90 Kg di kebun binatang Jeonju Korea. Singa tersebut tiba-tiba menggigit leher harimau ketika harimau sedang melompat ke parit.

 

- Tahun 1951, singa Afrika dewasa tiba-tiba menyerang harimau Bengal ketika harimau itu sedang perform di pertunjukan sirkus. Harimau tersebut mati tak berapa lama setelah punggungnya dikoyak singa.

 

Pertarungan Singa dan Harimau di Alam Bebas

 

India adalah satu-satunya negara yang diketahui pernah menjadi habitat antara harimau dan singa dalam satu wilayah. Saat ini singa di India dikabarkan hampir punah. Penduduk lokal mengatakan jika harimau ikut menjadi sebab dari punahnya singa di India. Namun hal itu diragukan oleh Reginald Innes Pocock (1939), menurut Pocock hampir punahnya singa di India lebih dikarenakan aktivitas perburuan dari manusia. Perburuan dari manusia pula yang menyebabkan turunnya populasi harimau di India.

 

Pada abad ke-19 ada beberapa laporan dimana penduduk lokal melihat pertarungan antara singa dengan harimau di alam terbuka. Namun tidak ada data akurat kucing yang mana yang sering memenangkan duel tersebut. Menurut Kailash, duel tersebut terjadi karena habitat di India tidak seperti Afrika yang banyak padang rumput, di India sulit bagi singa untuk berburu secara berkelompok. Jadi kemungkinan harimau bertemu seekor singa cukup terbuka, apalagi mereka berburu mangsa yang sama.

 

Saat ini singa dapat dijumpai di hutan lindung nasional Gir di Gujarat, dan harimau dapat dijumpai di daerah Sariska dan hutan lindung nasional Ranthambore di Rajasthan dan Kuno Palpur.  Sekitar tahun 2010 an kabarnya ada usaha untuk menyatukan harimau dan singa dalam 1 wilayah oleh beberapa konservarian. Mereka ingin memindahkan singa Asiatic dari hutan Gir ke Kuno Palpur, namun usaha itu dicegah oleh peneliti singa dari universitas Minnesota. Mereka mengatakan agar ide pemindahan tersebut perlu kajian yang lebih dalam lagi. Hal ini mengingat harimau Bengal disana dikhawatirkan akan membunuhi para singa yang dikirim ke Kuno Palpur. Para ilmuwan tersebut meyakini apabila 1 vs 1 di alam terbuka maka harimau Bengal terlalu tangguh untuk dihadapi singa Asiatic.

 

===0===

 

Dari uraian data di atas nampaknya baik harimau maupun singa sama-sama saling mengalahkan satu sama lain baik itu di alam, di adu oleh manusia, maupun perkelahian yang bersifat accidental di penangkaran seperti kebun binatang, sirkus, atau tempat penangkaran lainnya.

 

Terakhir, mengutip kalimat petugas konservasi di Big Cat Rescue :

 

"While we would much prefer that people focust their thoughts on saving these magnificent animals than on who would win if a lion and tiger fight"

 

Sumber: UNIKLOPEDIA

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait