HUT ASDEI Yogyakarta Ke 10: Jangan Ragu Untuk Melangkah Dalam Terang

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

2 Bulan yang lalu
INFORMASI

Tentang Penulis
Usai merayakan ibadah syukuran Hari ulang tahun (HUT) ke 10 asrama Deiyai "woogada wokebada" Yogyakarta. Ansel Tebai, Minggu, (15/08/2021)

 

 

Yogyakarta, KABARMAPEGAA.com—Hari Ulang Tahun (HUT) ke 10, Asrama Deiyai (ASDEI) “Woogada Wokebada” di kota study Yogyakarta melangsungkan ibadah syukuran dengan tema “Jangan Ragu Untuk Melangkah” sub thema “Firmanmu itu Pelita bagi Kakiku dan Terang bagi Jalanku” (Mazmur 119:105). Bertempat Asrama Deiyai Yogyakarta. Minggu (15/08/2021).

 

Ibadah syukuran versi katolik dipimpin senior Ikatan Pelajar dan Mahasisawa Nabire Paniai Dogiyai Deiyai (IPMANAPANDODE) Yogyakarta Solo, Anselmus Gobai dengan firman Mazmur 119:105 tentang pelita dan terang dilanjut dengan injil Lukas 19:45-48 tentang rumah adalah rumah doa.

 

Dalam firman Gobai mengatakan, firman adalah pelita dan terang. Terang menerangi hidup dan gelap menutupi hidup.  Pilih terang atau gelap Kembali ke pribadi, jelasnya.

 

Firman adalah terang menjadi jalan, cita cita, harapan dan tujuan. Mencapai tujuan harus melalui jalan terang dengan cara membiasakan diri membaca alkitab, berdoa dan berbuat baik terhadap diri dan sesama, tegas Gobai dalan firmannya.

 

Lanjut Gobai, Rumah adalah rumah doa jangan jadikan sarang peyamun (Luk 19:45-48). Artinya rumah adalah tempat kita hidup, jangan kotori rumah, menjaga dan merawat rumah dengan baik agar hidup kita lebih baik.

 

"Bangun rumah dalam diri artinya rumah yang baik adalah pribadi yang baik dan rumah yang tidak baik adalah pribadi yang tidak baik. Didalam diri rumah yang baik dan tidak dinilai dari sifat dan karakter kebiasaan diri" jelas Gobai mahasiswa aktif yang baru selesai study itu.

 

"Bangun rumah di kampung kata Anselmus, artinya budaya dan nasehat dari kedua orang tua menjadi pondasi untuk melangkah ke duniai Pendidikan. Kita semua dari kampung pasti Kembali kampung. Orang yang mendengarkan nasehat orang tua adalah terang dalam tujuan harapan dan cita citanya".

 

Lanjut Gobai “Syarat pertama membangun rumah dalam diri dengan cara melihat “dou” berpikir “gaii” dan Bertindak “ekowai”. Kedua, karakter, moral, sifat, etika, sopan santun yang baik dalam diri. Ketiga, membiasakan diri membaca alkitab, berdoa dan membaca buku sebagai tugas mulih pelajar dan mahasiswa”.

 

Jadi, Jangan ragu untuk melangkah, maju tanpa pantang mundur, terus berjuang untuk masa depan. Orang yang ragu tidak mendapatkan apa yang diingin. Terus melangka diatas dasar kasih. Tutup Anselmus Gobai dalam firmanya.

 

Ketua panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke 10 Asrama Deiyai “Woogada Wookebada” Nando Douw mengatakan, panitia merasa bangga akan hadirnya asrama ini karena ada asrama kami boleh tidur bangun disini.

 

Lanjut, kami mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan doa dari semua pelajar dan mahasiswa untuk menyukseskan acara ini. Semua berjalan lancar karena berkat pertolongan Tuhan dan campur tangan kita semua.

 

Pengurus asrama Deiyai di Yogyakarta Karolus Dogopia mengatakan, kami sangat bangga dengan panitia HUT Asdei ke 10. Anda luar biasa dan kita semua luar biasa. Terima kasih senior yang mengurus asrama.

 

Senior Ikatan Pelajar Mahasiswa Deiyai (IPMADE) kota Yogyakarta dan Solo Emanuel Mote menjelaskan sejarah singkat berdirikan organisasai  IPMADE dan Asrama Deiyai.

 

Dalam penjelasan Eman mengatakan, Deiyai sejak sebelum hadirnya pemekarang masih di kenal istilah Tigi. Tigi adalah suatu daerah yang memiliki danau Tigi, yang letaknya di Meeuwodide.

 

Nama Organisasi Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Deiyai Yogyakarta-Solo Selanjutnya di singkat dengan sebutan IPMADE YOGLO. Pendiri organisasi Tujuh orang di antarnya : Yulius Pekei, Yanuaris Douw, Daud Edoway, Frans Mote, Agus Mote, Roy Adii, Deny Pakage. Dan lanjut mendirikan dan menetapkan Motto, Visi Misi, AD/ART, Logo, dan Arah Pandang. Bertempat Realino-Kampus Sanata Dharma Yogyakarta Pada, 16 April 2009, Waktu Yogyakarta, Jelas Mote.

 

Lanjut mote, 2010 Mahasiswa Deiyai mendirikan asrama permanen, dengan lanjutan di beri nama “Asrama Woogadaa Wookebada Deiyai”. Letaknya di Daerah Monjali, Jl. Palagan Tentara Pelajar KM 7 RT 025/ RW 029 Nomor Rumah Kependudukan 1037, Sariharjo, Ngalik, Sleman, Daerah Istimewah Yogyakarta.

 

Perputaran Organisasi IPMADE dan pun Sekretarit Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Deiyai Yogyakarta dan Solo memutuskan di asrama Deiyai Woogadaa Wookebadaa. Dari Tahun ke tahun, dari Jabatan ke Jabatan sampai kini Hari ini. Tutup Emanuel Mote, mantan ketua IPMADE Yogyakarta Solo.

 

Ketua badan pengurus IPAMDEI Deiyai Amos Pekei kita harus saling menjaga dan merawat diantara kita.

 

Panitia HUT Asdei ke 10 terima kasih banyak. Anda adalah luar biasa.  Dalam kekurangan panitia berusaha keras sampai hingga acara puncak yang begitu meriah.

 

Senior IPMADE Yuberson Giyai mengatakan, rumah baik asrama kos dan rumah apapun harus kita yang jaga. Kaca rusak, genteng rusak jangan berharap ke pemerintah. Kita yang harus memperbaikinya. Karena rumah adalah tempat kita belajar dan berteduh, tutupnya.

 

Editor : Admin/KM

#Mahasiswa dan Pemuda

#Gereja

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait