HUT ASDEI Yogyakarta : Rumahku adalah Surgaku

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Tahun yang lalu
ROHANI

Tentang Penulis
Pujian dari penghuni asrama Deiya (A Gobai/KM)

 

 

YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA.COM-Dalam rangkah hari ulang tahun Asrama Deiyai “Wogaada Wokebada ” ke 8 di kota Daerah Istimewah Yogyakarta yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire Paniai Dogiyai dan Deiya  yang di singkat IPMANAPANDODE JOG-LO memeriahkan acara bersama-sama dengan tema “Rumahku adalah surgaku” dengan subtema "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada-Ku, Filipi 4:13. Kamis (15/08/2019).

 

Didalam tema rumahku adalah surgaku dengan renungan Anselmus Gobai mengatakan untuk memiliki surga harus mengamankan tempat kelahiran, tempat beraktifitas, tempat belajar, tempat wadah organisasi dan membentuk hati dan pikiran dalam tubuh agar memiliki surga.

 

Jika budaya belum aman, tempat kerja belum aman, tempat belajar bermalas malas, tempat tidur kotor, mengikuti  organisasi asal asalan serta merusak jiwa maka jangan berharap mendapatkan surga.

 

Kita harus menyelesaikan perkara besar maupun kecil dalam hidup agar tidak bermasalah dalam kehidupan. Tutupnya.

 

Panitia HUT ke 8 Asrama Deiyai Senior koto, mengatakan sejarah  berdirinya asrama Deiyai pada  tahun 2011, maka kita wajib untuk merayakan.

 

Dengan adanya acara ulang tahun ini persatuan dan kesatuan kita tetap terjaga.

 

Kita saling hargai adik kaka dalam satu wadah organisasi, tutupnya.

 

Ketua Badan Pengurus Harian Ikatan Pelajar dan Mahasiswa  Deiyai  Yogyakarta dan Solo Emanuel Mote, mengatakan organisasi dibentuk sejak tahun 2009 tetapi asrama dibeli oleh pemerintah  pada tahun 2011.

 

Kita tidak membeda bedakan ko dari sini dan ko dari sana. Asrama sebagai aset jadi siapa saja bisa tinggal.

 

Kebersamaan kami tetap terjaga sebab teman temen membuka hari ini lebih cerah.

 

BPH Ipmanapandode Petrus Tebai, mengatakan dikota Yogyakarta sangat penting adalah tempat tinggal.

 

Dimohon menjaga tiga asrama masing masing dengan  baik dan jangan sekali kali merusak. Tegasnya.

 

Tempat tingga kos kosan sangat mahal dan kami orang Papua sekarang  jarang diterima sehingga menjaga ketiga asrama yang ada.

 

 ingatkan mahasiswa baru harus dengar kaka kaka senior sebab mereka lebih dahulu kesini.

 

Senior Januarius Tatogo sebagai mantan wakil ketua Ipmanapandode Yogyakarta dan solo tahun 2017 mengatakan dipapua sebagai tamu saya punya rumah ada di asrama Yogyakarta maka tolong menjaganya.

 

Rumah menurut suku orang Mee, kalau tidak bangun rumah pikiran tidak tetap. Kalau ada rumah pikiran kita tenang.

 

Siapkan segala macam alat alat dalam rumah untuk membangun rumah di papua

 

Senior harus menghargai junior dan junior harus menghargai senior.

 

Api dengan api tidak padam, api dengan air bisa padam. Tutupnya.

 

Junior selpianus Douw, mengatakan kami mahasiswa baru  yang datang dari papua adalah ingin memimpin daerah sendiri di Papua.

 

Kita Maba harus mengikuti arahan dari senior. Belajar dengan baik hasilpun baik. Tutupnya.

 

Ketua asrama Deiya Andreas Bunai, berterima kasih menjadi ketua asrama Deiyai.

 

kita satu hati satu pikiran dalam organisasi untuk menambah ilmu di kota yogyakarta.

 

Saya belajar menanam sayur di halaman asrama Deiya agar kedepan bisa menikmati hasil dari kerja keras.

 

Saya dari Paniai tapi saya bisa jadi ketua asrama di Deiya seperti moto Ipmanapandode "kita satu sekarang dan selamnya."

 

Editor: Admin

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait