HUT Budaya Papua Ke 15, MRP: Selamatkan Manusia dan Tanah Papua

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

23 Hari yang lalu
POLITIK DAN PEMERINTAH

Tentang Penulis
Foto Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius murib dan rombongannya. foto dari halaman kantor MRP Abepura Jayapura. Kamis (05/11/2020).

 

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.COM--- Majelis Rakyat Papua (MRP) Rayakan syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Budaya Papua ke-15 dengan Tema “Selamatkan Manusia Dan Tanah Papua dari Ancaman Kepunahan” dan Sup tema “Melalui Perayaan Hari Budaya Papua Ke 15 Kita Pastikan Hak Dasar Orang Asli Papua Terproteksi Dalam Semangat Kearifan Lokal”. Bertempat halaman kantor MRP Abepura Jayapura. Kamis (05/11/2020).

 

Ulang tahun ke 15 disaksikan oleh undangan dan staf serta masyarakat sekitarnya. Sebetulnya Hari Ulang Tahun (HUT) jatu pada tanggal 31 Oktober namun karena libur satu minggu kemudian kegiatan di MRP padat diundurkan sampai tangal 05 November. kata ketua MRP Timotius murib, S. IP., M. Si kepada media kabarmapegaa saat wawancara ditempat.

 

Dalam kesempatan ini saya menyampaikan  salamat untuk sayap Papua yang genap usia ke-15 tentu saja ada harapan-harapan dari majelis rakyat Papua untuk urusan  kedepan.

 

Dengan usia yang sangat mudah kalau kita samakan dengan usia manusia, tentu ini masih remaja dan tentu saja kami tidak pungkiri bahwa selama lima belas tahun ini kami majelis rakyat Papua lakukan proteksi terhadap hak-hak orang asli Papua yang mana tentu ada beberapa masyarakat orang asli Papua merasakan proteksi tersebut. Tetapi, ada juga yang belum merasakan perbaikan perbaikan kinerja Majelis Rakyat Papua yang perlu kami tingkatkan pelayanan kami kedepan nanti ungkapnya.

 

Dengan itu, agenda Majelis Rakyat Papua di periode ke tiga dengan tema, Selamatkan Tanah dan Manusia, kalau bahasa undang undangkan itu Manusia dan Tanah. Tetapi ini Majelis Rakyat Papua mengunakan konteks alkitab, yakni Tuhan Allah menciptakan sesuatu langit dan bumi serta segalah isinya, kemudian yang paling terakhir menciptakan manusia untuk menjaga merawat dan menikmatinya alam itu makanya majelis rakyat Papua memberikan tema  sentral  dalam periode ke tiga. Selamat kan tanah dan manusia " jelasnya.

 

Dalam konteks selamatkan manusia Dan tanah, proteksi di tanah Papua maka MRP ditahun 2020 agenda pertama beberapa kegiatan yang sudah dilakukan melalui fokya adat perempuan dan keagamaan. Namun ditahun ini MRP akan mengelar, Rapat Dengar Pendapat (RDP) lebih dikenal dengan bahasa (RDP), ini dilakukan dalam rangka masyarakat orang asli Papua memberikan pendapat terkait dengan, efektivitas pelaksanaan otonomi khusus selama sembilan belas tahun atau dua puluh tahun ini.

 

Supaya kita lakukan evaluasi secara total undang undang 21 tahun 2001, supaya hasil aspirasi yang disampaikan oleh rayat Papua melalui MRP, DPR atau kepada pemerintah pusat dan kepada presiden maka berikan kewenangan penuh kepada pemimpin pemimpin Papua untuk bagimana caranya untuk kedepan dibidang sipol maupun ekosop . Itu ada peningkatan peningkatan untuk memproteksi tuan diatas negerinya.

 

Lanjut Murip,  20 tahun ini MRP melihat dengan cara mengunjungi keberbagai daerah dibeberapa kabupaten kota dilihat bahwa melalui dana Otonomi Khusus diprioritaskan  ada yang berhasil tetapi ada juga yang bertatip tatip perjuangan karenanya perlu regulasi proteksi hak rayat untuk itulah MRP akan melakukan Rapat Dengar Pendapat RDP dalam waktu dekat di lima wilayah adat yakin.  Lapago di Wemena, Tabi di Jayapura, Adim Ha di Merauke, Saireri di Biak dan Mepago di Dogiyai.

 

Majelis Rakyat Papua MRP juga lakukan printa undang-undang konstitusi 77 undang undang 21 tahun 2001, usul perubahan ini dapat dilakukan oleh rakyat Papua. Melalui MRP, DPR kepada pemerintah dengan demikian ini MRP melakukan konstitusi sehingga semua elemen semua pihak harus mendukung dimana MRP melakukan rapat dengar pendapat dengan demikian kita harus terbuka bagaimana  evaluasi ini dilakukan secara total supaya kedepan harus memberi proteksi terhadap orang asli Papua sebagai mana dituangkan dalam undang undang 21 tahun 2001 melalui perubahan perubahan di kemudian hari.

 

Murid menambakan ulang tahun ini sangat sederhana karena biasanya kami mengundang seluruh perkorpinda para bupati undang untuk hadir tetapi untuk kali ini kami lakukan khusus internal,katanya.

 

Pewarta: Orgenes Bunai/KM

Editor: Admin/KM

#Pemerintahan

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait