Hut KNPB Ke-XII,Menyeruhkan Organisir Masa Rakyat dan Melawan Sistem Penindasan

Cinque Terre
Yunus Eki Gobai

1 Hari yang lalu
POLITIK DAN PEMERINTAH

Tentang Penulis
Contributor
Hut KNPB ke 12, Ketua I KNPB Pusat Warpo Weripo saat pemotongan kue Ulta. Foto: Dok

 

TIMIKA,KABARMAPEGAA.com-Komite Nasional Papua Barat (KNPB) pusat, KNPB wilayah Numbay, Wilayah sentani dan 20 sektor melakukan Ibadah Syukuran bersama rakyat, Kamis (19/11/2020) di Waena, Jayapura Papua Barat, dengan Thema: “Sadar, Bangkit, Bersatu dan Lawan”dan Sub Thema: “Merajut Kembali Persatuan Menuju Pembebasan Nasional Bangsa Papua Barat”.

 

Ibadah di pimpin oleh Pendeta Mayus Uropmabin STh. Ibadah memperingati hari bangkitnya (lahir) KNPB dan mengenang kembali liku-liku perlawanan terhadap sistem penjajahan oleh seluruh Aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) bersama rakyat yang terlebih khusus telah gugur dalam medan perlawanan bersama rakyat tertindas selama 11 tahun.

 

Ketua I KNPB Pusat Warpo Wetipo “menegaskan bahwa dalam momentum yang berbahagia ini, KNPB memasuki di usia yang ke XIl (dua belas) dan ini usia yang sangat matang.

 

Dengan demikian kitapun secara mental dan ideologis secara otomatis ikut terbentuk dalam konsep perlawanan bersama rakyat. Minimalnya kita telah dan harus memahami watak dan karakter klonialisme, kapitalisme dan juga imperialisme global hari ini.

 

"Situasi memaksakan kita untuk mendidik rakyat berjuang secara sadar dan mandiri demi merebut revolusi demokratik. Kini tanggungjawab kita adalah mendidik dan organisir basis rakyat dimana-mana, untuk ada dalam satu tujuan bersama, satu komando dan menentukan nasib masa depannya sendiri (merebut kedaulatan politik). Makanya Mogok Sipil Naaional (MSN) adalah konsep kita bersama menuju perlawanan damai dan demokratis,"tegas Wetipo

 

Warpo menambahkan, setiap KNPB wilayah, Konsulat, sektor, sub sektor, basis sampai ke sel-sel mulai detik ini haruslah membangun diskusi penyadaran. Mulai siapkan atribut Organisasi KNPB “pakaian Army, topi Army, Sepatu Army, Kaca mata hitam, dan bendera Lawan”.

 

Ia juga menegaskan bahwa KNPB hanya alat rakyat, KNPB bukan milik segelintir pejuang tertentu, tetapi KNPB adalah milik rakyat, sehingga setiap kawan jangan mempermainkan media rakyat, hati-hati nanti kau mati sendidiri,"tegasnya.

 

Lanjut dia, menjelaskan, sebab rakyat yang mengalami penindasan, maka itu tentunya rakyatlah menjadi pejuang. Kita terus di serang oleh penjajah, serangan hari ini merupkan hasil kerja daripda perlawanan selama 11 tahun bersama rakyat. Rakyat dan kolonial Indonesia hari ini tidak lagi berada di titik yang main-main dan biasa- biasa.

 

Musuh kita sudah jelas-jelas ada di depan mata kita walaupun berlapis-lapis, kita bisa lihat sendiri mulai dari internal dan eksternal. Kemarin musuh ada di depan pintu, sekarang sudah ada di kamar sama-sama.

 

"Jadi yang pertama: kita lawan adalah lawan diri sendiri dari kebisuan, ketakutan, dan pembodohan, penipuan dll. Kedua:  kita lawan musuh dalam selimut (Banpol, informan/mata-mata dll), ketiga: lawan sistem penindasan kolonialisme, dan kemudian kita lawan napsu kapitalisme dan imperialisme global yang sungguh-sungguh mengancam tatanan kehidupan yang lebih luas.

 

Sementara, KNPB Wilayah Numbay sebagai panitia HUT KNPB yang ke XII, Wecho Kogoya sekertaris KNPB Numbay, menjelaskan bahwa rakyat papua hari ini bukan lagi di politisir oleh kepentingan kolonilisme dan kapitalisme, tetapi hari ini rakyat wajib berpolitik untuk menentukan nasib masa depan bangsa papua.

 

"Sebabnya Kita tetap memilih bersama rakyat pada jalur perlawanan sadar dan damai. Kita memiliki satu sejarah perlawanan melawan penindasan dan satu tujuan kebebasan dari cengkraman kolonilisme, kapitalisme dan segala bentuk perbudakan.,"ujarnya

 

Dijelaskan, Ibadah HUT KNPB Ke XII yang dihadiri oleh KNPB pusat, Numbay, sentani, bersama rakyat di Waena berjalan dengan aman sampai selesai sekalipun aparat kolonial melakukan swiping tiba-tiba di setiap titik kota, penjagaan ketat dan mengutus informan mencoba menyusup masuk ke dalam ibadah syukuran sampai tekanan terbuka oleh aparat kolonilisme Indonesia terhadap masyarakat umum dimana-mana,"jelasnya

 

Sementara itu, Bapak Pdt. Mayus Oropmabin STh, dalam khotbahnya menyampaikan beberapa hal penting, bahwa dalam moment HUT komite Nasional papua Barat ( KNPB) ke XII ini saya ingin sampaikan; “Genarasi hari ini bersama KNPB adalah generasi yosua, genarasi penentu untuk menyelamat umat. Tuhan yesus mati di kayu salib juga karena ingin menyelamatkan umat dari belenggu dosa.

 

KNPB harus dekat dengan Tuhan Allahmu sebagai pelindung, andalkan dia dalam setiap lanngkah perjuangan untuk membawa rakyat dari pembantaian.

 

"Pejuang KNPB harus rajin berdoa, kita sudah menang bersama kristus. Jadi anak-anak muda KNPB sedang ditakuti oleh negara indonesia, biji mata indonesia dan rakyat Papua ada di KNPB, selain TPNPB dan OPM. kita merdeka itu, sama halnya kita sudah bersam yesus di Dunia dan Sorga,"tegas mayub  (*)

#Budaya

#Komite Nasional Papua Barat (KNPB)

Baca Juga, Artikel Terkait