Ichart Dalam Kotbah:  Lidah Kecil Bertajam Pedan

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

8 Hari yang lalu
INFORMASI

Tentang Penulis
Foto bersama diruang devotion. Minggu (11/10/2020) Doc.Emanuel muyapa)/KM.

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.Com--Ichart salah satu Resident Assistant (RA) Papuan Hope Language Institute (PHLI) dalam morning devotion. Ichart dalam renungan mengatakan, Lidah itu Kecil Tapi Tajam (Yakubus 3 : 1 -12). Jayapura Papua. Minggu (11/10/20).

 

Beberapa ayat yang saya mau jelaskan dari semua ayat ini adalah ayat ke 3 dan ayat ke 4 “suatu kapal mempunyai banyak komponen tetapi ketika pengemudi mengontrol stirnya akan bergerak ke kiri atau ke kanan sesuai apa yang ditujuh oleh pengemudi kapal”  Katanya mengilustrasi.

 

Lanjutnya, Lidah kita juga sama seperti stir kapal, sementara itu kita adalah pengemudi diri kita masing -masing maka kita harus berfikir terlebih dahulu sebelum berkata atau mengeluarkan ungkapan kepada orang lain sebab mereka (orang lain) akan terpengaruh dengan apa yang kita katakan. Jika kita ungkapkan hal baik tentu akan baik juga outputnya, tetapi kalau hal buruk yang kita ungkap akan sebaliknya.

 

Selain itu, Allah kalau mau ciptakan sesuatu itu dengan perkataannya, kalau Allah berkata menjadi sesuatu yang terbentuk maka hal itu segera terbentuk. Jadi saya rasa ini ada kaitannya dengan pribadi kita masing-masing . oleh karena, kita harus jaga ucapan kepada sesama kita (ucapkan hal baik kepada orang lain) agar mereka terbentuk dengan baik dan output hal baik pula " Jelasnya.

 

Ichart, yang juga suka bercanda ini mengatakan kalau Tuhan sudah beri kita pisau yang tajam tinggal kita pakai untuk melakukan hal baik atau buruk, Misalnya kalau kita gunakan untuk memotong makanan untuk makan maka kita akan kenyang namun kalau kita gunakan untuk menikam atau mencuri adalah hal yang kurang baik " ucapnya dalam Morning devotion.

 

Sementara itu, kata Erik sebagai salah satu RA PHLI, Lidah itu lebih tajam dibanding tindakan kita, kalau kita gunakan lidah sebaik mungkin saya kira akan relevan dengan tindakan dan akan mepengaruhi teman-teman (sesama kami) disekitar kita sehingga akan melahirkab hal baik dalam hidup kita " jelasnya tambahkan.

 

Tuhan ciptakan dua mata, dua telinga, satu hidung tetapi kenapa Tuhan ciptakan mulut satu? Dalam devotion ini yang saya bayangkan itu Tuhan ciptakan sesuai dengan kehendakNya sebab kalau mulut dua terlalu ribut" katanya.

 

Alfius Kallem mengaku manusia kadang tidak sadar dengan apa yang tertulis dalam Alkitab sehingga manusia melakukan berdasarkan mindsetnya sendiri itu adalah dosa.

 

Kalau kita mau bercanda boleh untuk fun tetapi jangan lelucon yang negatif kita manusia kan sudah diberi pikiran dan akal sehat maka kita mesti memilih lelucon yang bernilai positif untuk fun "tegasnya menjelaskan.

 

Lidah itu pedis dibanding apa yang kita buat maka kita harus berfikir terlebih dahulu baru bertindak agar kita jaga kesucian kita " Kata Ichart menutup the Devotion.

 

Pewarta : Emanuel. Muyapa/KM

 

#Gereja

Baca Juga, Artikel Terkait