Ideologi Karel Gobai: Negara Lawan Negara

Cinque Terre
Yunus Eki Gobai

9 Bulan yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Kontributor
Tokoh Papua Karel Temotipiya Gobai.Foto:Dok

 

Oleh, Yunus Eki Gobai*)

Rakyat Papua-Paniai berjuan demi Bangsa dan teritory tanah daratan Papua sebagai Hak Miliknya. Bagi Bangsa Melanesia West Niew Guinea, punya akar sejarah tentang Penolakan terhadap Negara Indonesia dalam Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) 1969 yang lalukan oleh Kolonial Indonesia secara ilegal karena tidak sesuai dengan perjanjian New York Agreement 15 Agustus 1962 yang di mana One People, One Soul tidak di lakukan dalam Pepera tersebut.

 

Karel Gobay membentuk Pasukannya yang terdiri dari Pemuda dari berbagai kampung di Paniai sudah lakukan perlawanan terhadap militer kolonial Indonesia di Paniai pada tahun 1969.

 

Proklamasi Karel Gobai di Wisel Paniai Hak milik teritory tanah daratan dan Hak Kedaulatan Penuh Bagi Bangsa dan Negara. West. Niew Guinea. Kemerdekaan Negara Republik West Papua Melanesia Serikat ( NRWPMS).

 

Sekian Puluh Tahun Soeharto membungkamkan dibawah Kolom Ibu Pertiwi, sejak Tahun 1961 Deklarasi Sampai Proklamasi Kedaulatan Penuh Pada Tgl 1 Mei 1969 Oleh JPM Karel Gobai di Enarotali Wissel Meren Westrn Hihgland West Niew Guinea. Dimata Publik Rakyat, TNI Trikomando. buatan. soekarno, Didepan Belanda, Pemerintahan Kerajaan Netherland West Niew Guinea. Dimata Utusan PBB Mr. Ortizan.

 

Demikian Negara Indonesia Tidak Tahu Menau Persoalan Pepera 1969 JPM Tokoh Pioner Patriot Bangsa Melanesi Oleh Karel Gobai Sebagai Pendiri Negara West Papua Asal koteka Enarotali Pelaku penolakan Pelaksanaan Pepera tidak Sesuai Mekanisme Internasional One Man One Vote Maka JPM Karel Gobai Menunjukan Sikap Perang Menantan Negara Indonesia Bahwa Pepera Setingan Sewenang-Wenang Soeharto Layar Belakangnya Managger CIA Amerika Serikat. Mr. Dulles.

 

Perlawanan KG Negara Lawan Negara 

Karel Gobai tidak pakai Organisasi Perlawanannya dulu pakai Negara Lawan Negara. Netherland New Guinea Vs NKRI. Lambang dan Atribut Pemerintahan yang ia Proklamsikan ialah B1 dan Setia, Jujur dan Mesra yang Negara Punya.

 

Pada tahuan 1971 barulah Lucas Rumkerom dan Nikolaus Jouwe giring rakyat untuk gulingkan Negara melalui Lambang baru yaitu One People, One Soul dan Burung Mambruk agar di mata International mengirah west Papua tidak punya Resolution dan Negara New Guinea barat tidak terlihat dan benar-benar mati di mata International. Gara-gara One People, One Soul perang Saudara antara Gunung Vs Pantai di tanah Tabi memakan Korban Jiwa mencapai 23,000 nyawa melayang.

 

Setelah Rakyat Papua di Korbankan oleh Nikolaus Jouwe dan Lukas Rumkerom, anak dari Lucas Rumkerom, (Zet Rumkerom) yang bentuk Organisasi Papua Merdeka [OPM]. Semua yang Lucas dan Nicolaus lakukan akibat dari tidak di kasih jabatan oleh Negara Republik Indonesia [NKRI]. Dua orang ini yang gulingkan Negara untuk menjual orang Papua ke NKRI.

 

Perjuangan menamahkan Organisasi 

Ambisi yang menggila dalam perjuangan pembebasan Papua Barat Merdeka, maka semua kubu yang telah mengorbankan rakyat Papua pasti dia sendirinya akan berlaku. TPN-PB barulah murni usulan dari Jacob Pray yang tidak pernah lakukan kejahatan atas Rakyat seperti Karel Gobai yang melawan Negara Indonesia pada tahun 1969 di Paniai. kini TPN-PB adalah pagar rakyat Papua Barat. TPNPB yang eksis perlawan militer Indonesia doa rakyat Papua akan selalu ada untuk TPN-PB yang eksis dalam Negeri Papua Barat.

 

Kesimpulan

Kalau soal perjuangan ini, Jika semua para Aktivis tidak bersatu lalu tidak ingin belajar berdiplomasi dan Sejarah yang benar maka Kita rakyat Papua akan korban banyak karena Kemenangan tidak datang melalui Organisasi. yang akan menangkan Rakyat ialah Persatuan Nasional.

 

Jika, tidak melahirkan persatuan biarkan generasi penerus yang berwawasan ideologi Tuan Karel Gobay mereka dapat berjuang untuk kemerdekaan sesunggunya demi keselamatan bangsa menuju perubahan dunia. Jangan pernah ideologi bangsa West Papua diubah dengan ideologi buatan kolonial yang berusaha mematikan daya juang pada moment penantian kemerdekaan.

 

 

Penulis adalah Kontributor aktif di Media online Kabar Mapegaa yang tinggal di bibir Danau Paniai

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait