Imajinasi dan Peramalan Tentang Surga dan Neraka

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

18 Hari yang lalu
ROHANI

Tentang Penulis
Admin Redaksi Kabar Mapegaa Online
Foto Ilustrasi surga dan Neraka dan foto Demi Nawipa saat kuliah lapangan skripsi di museum Trinil/KM

 

     Oleh, Demianus Nawipa

“Surga dan neraka itu pilihan dari pribadi”

 

1. Surga,

Surga itu benar-benar ada, tetapi bukan di sini artinya surga itu tidak berhubungan dengan bumi serta alam semesta yang diciptakan-Nya. Surga adalah tempat di mana awal kediaman kekal bagi Maha Pencipta sendiri, sebelum dia menciptakan alam semesta (universe) beserta isinya.

 

Tempat itu tidak ada berhubungan dengan segala-galanya yang diciptakan pada alam semesta, sehingga seperti segala yang ada di bumi serta alam semesta secara umum itu tidak ada di tempat itu. Lingkungan hidup di alam semesta dan lingkungan yang ada di surga memang tidak sama. Di surga tidak ada yang namanya beragam manusia seperti di bumi. Di surga tidak ada segala bentuk seperti yang ada di alam semesta. Di surga tidak membutuhkan pakaian dan orang mewah hasil buatan manusia berdasarkan ilmu pengetahuan. Di surga tidak membutuhkan cahaya dari sumber energi di bumi yaitu matahari sebagai pusat tata Surya di alam semesta (universe) makanya, surga itu tidak ada kaitan dengan semua yang ada di bumi.

 

Di surga tidak ada planet, satelit, tata surga, bulan pusat sumber energi (matahari), sehingga di sana tidak membutuhkan perhitungan kalender hidup, umur hidup dan lainnya. Di surga hanya ada kekal adanya (Alfa dan omega), hidup di surga itu tak berhingga. Surga itu memang tidak diciptkan oleh Pencipta, surga itu memang tempatnya kekal bagi Tuhan Maha Kuasa.

 

Di surga juga tidak membutuhkan api, batuan, dan sejenis lainnya yang ada di bumi maupun alam semesta lainnya. Surga itu pusat di mana asalnya nafas hidup (oksigen). Surga juga tak bisa dideteksi oleh alat pendeteksi yang direkayasa oleh manusia melalui ilmu pengetahuan, sebab manusia yang buat alat itu serta seorang diri manusia itu diciptakan oleh Maha Pencipta. Sering para ilmuan berbicara, surga itu di mana ada pohon dan tumbuh-tumbuhan banyak serta material dan organisme hidup lainnya berada secara tenang dan aman, tetapi itu bukan surga, itu ada di bumi di mana tempat kediamannya burung cendrawasih (bird of paradise). Tetapi, pola pikir itu keliru, surga itu tidak terkait dengan semua yang ada di bumi.

 

Nafas hidup (oksigen) yang lagi kita (manusia dan makhluk hidup) miliki itu hanya "dititip alias sementara numpang", sehingga setelah masanya habis dia akan kembali ke asalnya. Tetapi nafas hidup (oksigen) itu sebagian akan terikat oleh unsur lain di bumi sehingga tidak akan sampai ke surga yang penuh bersih yang tidak seperti yang di alam semesta, dan hal itu tergantung dari kita manusia sendiri, bahwa saya punya pola pikir dan rasio ini masih sempurna atau tidak. Terkait dengan itu, pribadi saya hanya terinspirasi pada "Yesus Kristus" untuk mengikuti jejak hidupnya.

 

  1. Pernyataan :

 

Surga itu benar-benar ada, tetapi bukan di bumi atau planet atau tata surga lain, jadi kita tidak perlu sembah-sembah segala bentuk yang ada di planet bumi serta alam semesta ini. Menurut saya melalui sebuah peramalan bahwa surga itu "ada di luar angkasa tetapi sangat disembunyikan oleh Maha Pencipta sehingga tidak berhubungan dengan alam semesta, sebab alam semesta diciptakan baik secara langsung maupun melalui sebuah proses, sedangkan surga itu tempat kekal-nya sendiri bagi Maha Pencipta".

 

2. Neraka

 

Neraka itu juga benar-benar ada, tetapi bukan awalnya dari tempat kekal, karena tempat neraka itu ada dan muncul setelah diciptakan oleh Maha Pencipta lalu dijadikan tempat kekal-nya bagi ketua pengawal alam semesta yang diciptakan-Nya, ketua pengawal itu sering disebut "Rusiver".

 

Neraka itu, ada di sini (ada di bumi) dan ada di isi alam semesta lainya, kita sering imajinasi bahwa iblis (Rusiver) itu seidentik dengan kekuatan atau energi berupa matahari, bintang, bulan, ular dan segala-galanya yang ada di bumi serta di alam semesta. Neraka itu ada di alam semesta sehingga segala material yang ada ini tidak sama atau tidak berhubungan dengan yang ada di surga.

 

Neraka itu, mempunyai sumber energi atau sumber cahaya dari matahari, bulan, bintang, tata Surya, batuan, magma, serta material lainya yang ada di alam semesta. Lingkungan di bumi selalu berubah dalam waktu yang cukup lama. Satu gejala munculnya neraka itu akan terjadinya "global warming" dan proses itu akan berjalan terus secara evolusi menuju zaman revolusi secara kekal.

 

Manusia yang akan menghuni di bumi serta segala organisme yang ada dan isi alam semestanya, akan menjadi sebuah "dapur api neraka" sehingga sebagian besar manusia yang akan menjadi warga di kerajaan neraka adalah mereka yang selalu berpikir dan percaya lebih hanya pada kekuatan terhadap lingkup alam semesta sehingga daya pikir dan material penyusun tubuhnya tentu akan lebih dominan material di bumi, maka mereka akan terbakar oleh api neraka secara evolusi (evolusi kekal) dengan menderita. Neraka juga berhubungan erat dengan unsur api yang bersumber dari matahari, planet, tata Surya, satelit, magma dan unsur-unsur lainnya.

 

Neraka juga adalah kekal adanya namun tentu akan hidup selamanya dengan menderita. Memang benar semua manusia punya roh (rasio) dan punya nafas asalnya dari satu sumber yaitu dari surga, tetapi selama manusia itu hidup tentu berpikir dan percaya hanya pada kekuatan yang ada di lingkup alam semesta yang tidak berhubungan dengan surga maka, materil penyusun lain dalam tubuh akan semakin kuat, sehingga orang-orang itu punya nafas juga akan bermain-main di tempat neraka.

 

  1. pernyataan :

 

Memang benar tempat neraka itu di sini, di bumi dan di alam semesta sebab melalui imajinasi dan peramalan saya, neraka itu akan terbentuk atas kombinasi material serta segala isinya yang ada di alam semesta, sumber energinya tentu dari matahari dan magma di dalam lapisan bumi akan membangkitkan pemanasan bumi secara evolusi menuju revolusi kekal.

 

 

Inilah hasil peramalan dan imajinasi dari saya sendiri tentang apa itu surga ? dan apa neraka itu ? demi umat manusia yang akan mewarisi secara kekal dan tak berhingga. Maka, di sinilah tempat pilihan dalam hidup di sini maupun di dua tempat yang kekal tersebut.

 

"Saya berkesimpulan berdasarkan ilmu pengetahuan bahwa bumi ini ada kehidupan karena adanya kekuatan Tuhan Maha Pencipta titip yaitu, air, api dan udara (oksigen). Terkait dengan itu saya prediksi bahwa air tak punya warna kecuali terjadi pencampuran dengan unsur lain, sedangkan soal angin/udara/oksigen sampai saat ini tak pernah dideteksi bahwa dari mana dia datang dan apa bentuknya ? kalau unsur panas (carbon) itu kita bisa melihat karena ada sumber asalnya bisa diungkap. Jadi, air (H2O) dan oksigen (O2) itu datang dari luar alam semesta (universe) sehingga terjadi kehidupan di bumi. Sedangkan karbon dioksida (CO2) itu hasil perkawinan (pencampuran) antara carbon (sumber energi) dan Oksigen (O2) yang datang dari luar angkasa. Dalam penjelasan ini kita melihat bahwa; hanya Carbon (C) saja yang dari alam semesta (Universe), sedangkan dua unsur lainnya asalnya dari di luar alam semesta (universe)".

 

#Jadi, pribadi saya tanpa menghina kepada manusia yang menganut agama lain dari agama saya. Saya percaya 100 persen kepada sang inspirator dalam hidup-ku hanya "Yesus Kristus" sebagai pengantar dan teladan hidup yang layak saya mencoba untuk tiru dalam hidupnya, sebab saya meramalkan bahwa di mana tempat yang dia tinggal saat ini adalah tempat kekal-Nya sampai selama-lamanya dengan dibentuknya tubuh kekekalan surga.

 

Saya berpesan kepada seluruh umat manusia harus sadar dan kembali berpikir yang benar dengan hati yang paling dalam selagi kita bernafas.

 

Berikut ini dua buah foto, hasil imajinasi orang terkait jalan menuju kesurga dan jalan menuju neraka, yang saya kopi paste dari master google. selamat membaca semoga bermanfaat.

Peramalan dan imajinator tentang hidup yang kekal.

 

 

Baca Juga, Artikel Terkait