Individu dan Organisasi Bantu Mahasiswa, Pukulan Telak Bagi Asosiasi Bupati Meepago

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
BPH Ipmanapandode Joglo, Yosial Tebai tengah menyiapkan Bama sebelum menyelaurkan ke Kos dan asrama yang dihuni anggotanya. (Foto: Doc. Ipmanapandode Jiglo)

 

NABIRE, KABARMAPEGAA.com--Harapan bertubi-tubi dilontarkan oleh mahasiswa Papua di luar Papua di tengah wabah Covid-19. Mereka berharap adanya perhatian serius dari pemerintah Papua dan Papua Barat. Beberap media menyuarakan keluh-kesah mereka. Dan beberapa dari mereka (Mahasiswa Papua) diluar Papua mendapatkan perhatian serius dan ada pula yang  terasa diabaikan (belum indahkan permintaan mahasiswa) khususnya bantuan Sembako dan kebutuhan pokok lainnya  di setiap asrama yang ada.

 

Selain pemerintah, ada pula organisasi-organisasi sipil  yang membuka posko bantuan dan menyalurkan ke beberapa asrama milik mahasiswa Papua di luar Papua bahkan individu-indivu yang terlibat ikut merasakan kegelisahan mereka (mahasiswa) lalut ikut serta membantu Bama.

 

Salah satu kota studi yang selalu protes kepada pemerintah adalah mahasiswa asal kabupaten Meepago, di Pulau Jawa dan Bali.

 

Belum lama ini, Badan Pengurus Harian (BPH) Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai dan Deiyai (Ipmanapandode Joglo) menyampaikan harapan mahasiswa kepada pemerintah di Meepago.

 

Melihat kondisi  penyebara pularan covid-19 awal mulai dari Wuhan Cina sampai menyebarkan ke seluruh penjuru duniai  yang selanjutnya oleh WHO menyatakan Epidemi dn selanjutnya dari sebuah  penelitian menunjukkan bahwa sosial distancing mungkin perlu dilakukan hingga 2022 mendatang.

 

Dalam kondisi yang memprihatinkan itu, sebuah himbauan dikeluarkan oleh ipmanapandode Joglo kepada  pemerintah di Wilayah Meepago untuk memperhatikan mereka yang di luar Papua.

 

Hal tersebut dikatakan setelah setiap asrama melakukan lockdown. Artinya bahwa  mereka tidak keluar rumah, dan  tetap tenang di tempat tinggal masing-masing maka mahasiswa Papua di Jogya (Ipmanapandode.red) mengharapkan kepada Pemerintah daerah Meepago untuk segera memberikan bantuan kebutuhan pokok hingga waktu yang tidak ditentukan.

 

Sejak tanggal 19 April 2020 himbauan itu dikeluarkan oleh mahasiswa Papua khususnya di Meepago lewat Ipmanapandode  sampai saat ini belum mendapatkan titik terang.

 

Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada individu dan organisasi yang membantu mereka. Dan ini merupakan pukulan telak bagi pemerintah di Wilayah Meepago.

 

Sesuatu yang unik terjadi, berharap pada perintah itu ibarat mendung yang tak pasti turun hujan. Kondisi ini cocok menggambarkan dengan kondisi yang di alami oleh Mahasiswa asal Meepago yang sedang mendiami diri di Kos-kosan serta asrama milik pemerintah di daerah Yogyakarta dan sekitarnya.

 

Batuan tak kunjung datang dari pemda namun sebagai bentuk kepedulian ditengah melandanya wabah COVID-19, mahasiswa Paniai di Yogyakarta mendapatkan bantuan Bahan Makanan (Bama) dua  sak beras yang disalurkan langsung oleh Isak Dimi Degei. Bantuan tersebut telah diterima oleh penghuni Asrama Paniai pada Sabtu, (18/04/20).

Isak Dimi Degei yang tengah menempuh Pendidikan Pasca Sarjananya dengan Jurusan Geologi di Universitas Veteran Yogyakarta mengatakan jangan mengukur pemberian kepedulian dari besar atau kecilnya. Karena setiap  hal baik dinilai dari ketulusannya.

 

Selanjutnya, BPH ipmanapandode Yogyakarta-solo, Yosias Tebai tergerak hati melihat anggota yang sedang dirinya pimpin yang sedang isolasi diri di setiap asrama, kontrakan dan kos-kosan yang ditempati oleh anggota Ipmanapandode Yogyakara-Solo itu, dirinya berinisiatif  membantu Bama. BPH Ipmanapandode Joglo  memberikan sedikit bantuan kepada anggota-anggotanya.

 

Bantuan yang diberikan oleh BPH merupakan bantuan secara  individu dan organisasi dan bukan bantuan dari pemerintah daerah (Wilayah Meepago).

 

“Harapan BPH dan semua anggota Ipmanapandode kepada Pemerintah Daerah Nabire,Paniai,Dogiyai, dan Deiyai agar bisa melihat kondisi saat ini yang dialami oleh semua mahasiswa, dengan adanya Covid-19 ini,” ujar Yosias kepada media ini.

 

Yosias menjelaskan kondisi terkini bagi anggotanya. Kata Dia, semua mahasiswa dan pelajar diam diri di tempat tinggal masing-masing, tidak bisa keluar masuk karena virus yang saat ini menggoncang dunia. “Dengan situasi ini para mahasiswa dan pelajar mengikuti proses belajar dan kuliah melalui Online, tentu disamping bahan makan saat ini kami butuh juga WIFI dan listrik guna mudahkan proses belajar dan kuliah kami,” beber Yosias.

Pihaknya juga meminta supaya pemda di wilayah Meepago melihat persoalan ini secara  serius sebab mahasiswa adalah bagian dari tanggungjawab pemerintah daerah.

 

Salah satu anggota Ipmanapndode Joglo kepada kabarmapegaa.com mengatakan, BPH ipmapandode: Ketua Yosia Tebai Yosia E Tebay,  Petronela Mote (Wakil ketua); Paulus G Tekeke (Sekertris ) dan Deki Agapa Deki Agapa (Bendahara)  mempunyai cara berpikir yang sangat luar biasa.

 

“Para pengurus ini punya cara berfikir dan cara kepemimpinan yang luar biasa, mereka bisa peduli terhadap anggotanya,” katanya.

 

Kata dia, semoga para Pemimpin daerah  bisa berfikir dan melaksanakan sama hal dengan apa yang sudah difikirkan dan dilaksanakan pengurus Ipmanapandode Joglo

 

Yayasan Binterbusih Bantu Mahasiswa Meepago

Sementara itu, pada tanggal 20 April 2020  mahasiswa Ipmanapandode Yogyakarta- Solo  mendapatkan bantuan Bama dari Yayasan Binterbusih.  Bph Ipmade Joglo angkat bicara soal bantuan yang diterima itu.

 

“Kami anggota Ipmanapandode Joglo, sangat berterima kasih kepada Yayasan Binterbusih yang telah membantu kami dalam Hal bahan makanan (Bama) , karena saat ini betul betul kami membutuhkannya. Semoga kerja dan kerja Yayasan kedepannya di berkati selalu oleh Tuhan,” ujarnya.

 

Tidak terhenti di situ, Anggota Ipmanapandode Joglo, khususnya di asrama mahasiswa Paniai, Yogyakarta kembali mendapatkan Bama dari Nombrot Degei. Hal ini dilakukan karena prihatin yang dipicu oleh pandemi COVID-19, mahasiswa Paniai Yogyakarta. Beliau menyalurkan beras satu sak 50 kilo kepada penghuni Asrama Paniai Yamewa I, Jl. Santai Kompleks TNI AU RT 10 RW 29 No. III/33 B, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemberian bantuan ini terjadi siang tadi, Selasa, (21 April 2020).

 

Pengalaman menjadi pelajaran berharga. Pria yang juga pernah merasakan pahit dan manis sebagai mahasiswa telah memberi perhatian sesuai dengan apa yang ia miliki kepada adik-adiknya yang sedang stagnan akibat Covid-19. “kaka juga pernah merasakan masa-masa sulit sewaktu mahasiwa seperti kalian sekarang makanya kaka membantu dengan seadanya,” ujarnya.

 

Selanjutnya, Nimbrot menyarankan kepada   Pemerintah Daerah Kabupaten Paniai supaya pandai dalam hal membedakan mana yang kritis mana yang tidak, kendati dilanda wabah yang sama. Ia mempertanyakan bagaimana kepedulian pemda terhadap generasi ini.

 

“Pemda mestinya pintar untuk membedakan, padahal kamu yang kuliah di luar Papua ini yang lebih gawat dalam kondisi seperti ini. Lanjutnya, kami yang pengangguran saja bisa bantu apalagi pemda!”tegasnya

 

Usai tersalur, Badan Pengurus Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Paniai (IPMAPAN) Yogyakarta-Solo mengaku tidak dapat membalas sesuatu apapun atas amal kebaikkannya, tetapi hanya mengembalikan ucapan berterimakasih kepada Nimbrot Degei yang telah menyokong Bahan makanan berupa beras  satu sak 50 kilo.

“BPH IPMAPAN Jogja-solo mengucapkan banyak terima kasih kepada kaka Nimbrot Degei yang telah membantu kami beras 50 kilo satu sak. Kami tidak akan membalas apa-apa  tapi rasa terima kasih itu yang kami bisa ucapkan” ucapnya.

 

Pertemuan Para Buapti Meepago

Jauh sebelum bantuan-bantuan itu datang kepada mahasiswa (Ipmanapandode.red), Lima Bupati yang tergabung dalam Asosiasi Bupati wilayah Meepago menggelar pertemuan guna memutus mata rantai penyebaran corona secara terpadu di wilayah ini. Kelima bupati itu adalah Bupati Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Intan Jaya.

 

Pertemuan yang berlangsung di pos koordinasi (Posko) terpadu Covid-19 di Kilometer (KM) 100, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Kamis (16/4/2020), menghasilkan sembilan poin kesepakatan.

 

Dalam pertemuan itu, tidak ada satu poin pun yang mengulas tentang ketersediaan Bahan Pangan dan Sembako bagi mahasiswa Papua yang di luar Papua maupun dalam Papua.

 

Namun, belakangan, tepatnya pada tanggal 19 April 2020, setelah tiga hari menjelang pertemuan guna memutus mata rantai penyebaran corona itu, Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa menyatakan siap membantu biaya makan dan minum bagi para pelajar dan mahasiswa asal kabupaten Dogiai di seluruh Indonesia. Sementara belum ada sikap yang jelas dari ketiga kabupaten yang ada (Nabire, Deiyai dan Paniai).
 

Untuk di ketahui, sebagaimana informasi yang dihimpun media ini,  mahasiswa Papua pada umumnya dan khususnya mahasiswa Meepagoo di setiap kota studi, saat ini  mereka sangat membutuhkan bantuan berupa Bama dan kebutuhan pokok lainnya dari berbagai pihak, terutama dari pemerintah daerah  yang ada di wilayah Meepago.

 

Pewarta: Manfred Kudiai dan Yubal Nawipa/KM

 

#Mahasiswa dan Pemuda

#Pandemi Covid-19

Baca Juga, Artikel Terkait