A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/cpanel/php/sessions/ea-php56/ci_sessionc71dacf4125f894e49f9bba39ff0f70a60b51332880b02719767ced07fc391b9c01eb357): failed to open stream: Disk quota exceeded

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 156

Backtrace:

File: /home/kabar928/public_html/application/controllers/WebAll.php
Line: 8
Function: __construct

File: /home/kabar928/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/kabar928/public_html/system/core/Exceptions.php:272)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 140

Backtrace:

File: /home/kabar928/public_html/application/controllers/WebAll.php
Line: 8
Function: __construct

File: /home/kabar928/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/kabar928/public_html/system/core/Exceptions.php:272)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 140

Backtrace:

File: /home/kabar928/public_html/application/controllers/WebAll.php
Line: 8
Function: __construct

File: /home/kabar928/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Ini cara mengetahui Gejala Terjadinya Tsunami

Ini cara mengetahui Gejala Terjadinya Tsunami

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

5 Bulan yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Foto koleksi Damianus Nawipa.Ist

Oleh,  Demi Nawipa)*

“Bagaimana mengetahui gejala terjadinya Tsunami Bagi Masyarakat Nabire, dan masyarakat luas di Papua dan di Indonesia ?

I. Pendahuluan

Pada, beberapa hari yang lalu, terjadinya sebuah berita hoax yang disebarkan oleh orang tak kenal kepada masyarakat di Nabire Papua, tentang "akan terjadinya tsunami".

Akibat tersebarnya berita hoax itu, semua orang beramai-ramai menggunakan mobil dan motor ke arah pegunungan lalu ada yang sampai di daerah topo bahkan ada yang sampai di daerah kilo 100 dekat kabupaten dogiyai Papua.

Dan, terkait itu pantas terjadi, sebab pengetahuan tentang ilmu bumi khususnya tentang bencana terjadinya tsunami itu banyak yang belum tahu sampai saat ini, meski sudah lama hadir lembaga BMKG di wilayah itu.

Nah.....Ayoo....masyarakat Nabire dan masyarakat Papua umumnya dan masyarakat di seluruh indonesia, kita jangan percaya pada cerita mitos bahwa sebentar, atau besok atau lusa akan terjadi tsunami yang sangat besar jadi kita siapkan diri untuk cari keselamatan atau lari kiri-kanan tanpa sadar.

Dan, memang benar bencana alam (nonantropogene) itu akan terjadi secara tiba-tiba tanpa diketahui kapan akan terjadi bencana itu (bencana alam terjadi tanpa permisi). Tetapi kita perlu cari tahu sumber yang benar akan terjadinya tsunami itu, yaitu ruang geofisika di kantor BMKG yang ada di setiap daerah di indonesia. Jadi, orang yang kerja di ruang geofisika harus memantau 24 jam secara bergantian sesuai jadwal kerja, biar keselamatan terjadi bagi masyarakat dari ancaman bencana tsunami.

 

II. Gejala-Gejala Terjadinya Tsunami

Gejala sebelum terjadi tsunami : 1). Terjadinya gempa tektonik yang episentrum gempanya di dasar laut bisa juga di dekat pesisir pantai dengan berskala 5.9 ke atas, 2). Terjadi surut secara dratis muka air laut dari pesisir pantai, lalu ikan paus atau ikan besar lainnya terdampar ke arah pesisir pantai dan burung-burung laut terjadi bermigrasi ke darat akibat terjadinya energi panas di sekitaran pusat gempabumi, 3). Secara tiba-tiba muncul kepanasan di dekat wilayah yang terjadinya gempa tektonik itu.

Jadi, kita harus tahu bahwa gejala utama terjadinya tsunami itu tentu terjadinya gempa tektonik di dasar lautan, maka tanpa itu walau terjadi gejala yang lain tadi, tidak mungkin akan terjadi tsunami. Kita juga harus tahu bahwa tsunami tidak akan terjadi bila gempa tektonik yang terjadi itu episenternya di daratan.

 

III. Ulasan Para PNS Ruang Geofisika di BMKG

Kita percaya bahwa para petugas di ruangan geofisika dari BMKG itu harus kerja 24 jam untuk memantau terjadinya gempabumi tektonik melalui perekaman seismograf, kemudian angka magnitudonya serta pusat gempanya tentu tersimpang (terekam) pada komputer penampung data sekalian global map-nya, bahwa gempabumi tektonik yang terjadi itu di daratan atau dasar lautan.

 

Setelah terjadi gempa tektonik itu harus diberitahukan kepada para wartawan/ti atau kepada pihak berwenang yang bisa disampaikan kepada masyarakat luas, biar mereka antisipasi untuk selamatkan diri dan mereka bisa sadar dan ketahui tentang di mana terjadinya pusat gempa itu.

IV. Bagaimana Posisi Nabire Secara Geofisika ?

Untuk posisi di nabire secara geofisika memang daerah itu, sangat rawan terjadinya gempabumi tektonik oleh karena daerah itu terletak posisi di antara pertemuan 3 (tiga) makro lempeng tektonik dunia yaitu lempeng australia-indo, lempeng eurasia, dan lempeng pasifik di bagian utara pulau papua dan jalur tektonik purba yang tersembunyi di sepanjang jajaran pegunungan tengah papua dari arah timur pasifik sampai ke leher pulau Papua dan berbelok ke arah jalur tektonik australia - indonesia yaitu dari dekat Kaimana ------> bagian timur laut timor Leste dan NTT --------> berbelok ke arah pulau bali bagian selatan -----> bagian selatan pulau jawa dan terus ke sepanjang sumatra bagian selatan kemudian ---------> ke lereng selatan pegunungan himalaya di india, itulah sebuah jalur tektonik terbesar dunia, sehingga memang benar daerah Nabire itu dia berada di posisi itu.

Jadi, untuk kedepannya bisa saja terjadi tsunami di sekitaran wilayah Nabire dan wilayah-wilayah disekitarannya, jikalau nanti gempabumi tektonik yang akan terjadi itu pusatnya di laut.

Saya juga bukan hanya bicara teori, tetapi saya punya data terkait itu bahkan peneliti pertama putra daerah di wilayah itu. Jadi, melalui data yang saya pernah teliti sejak saya kuliah sarjana muda geologi di Universitas Papua-Manokwari di wilayah tengah papua, yaitu banyaknya gempabumi tektonik yang terjadi dari sejak tahun 1900-2009. Data yang saya peroleh, kawasan tengah pulau Papua termasuk wilayah nabire itu pernah terjadi gempa tektonik adalah ribuan kali, tetapi saat itu saya hanya mengambil data hanya nilai magnitudonya di atas 5.00 skala richter.

Dalam data yang saya peroleh dan melakukan analisa secara geofisika yang bertujuan untuk melakukan penentuan nilai gerakan tanah maksimum dengan metode empiris Mc.Guire (1977) di daerah itu berdasarkan data gempabumi tektonik. Dan dalam data gempabumi tektonik yang terjadi di wilayah itu, pernah terjadi beberapa kali gempabumi dengan nilai magnitudonya 7,0 skala richter dan 1 kali gempabumi tektonik sekitar 8.8 skala ricter yang pusatnya di dekat tanjung kwatisore teluk cendrawasih, saya memungkinkan saat itu, tentu terjadi tsunami.

Bahkan wilayah nabire itu, dilihat dari evolusi tektonik pulau Papua secara regional berada di posisi antara dua pulau yang tersambung kembali, yaitu dahulunya sekitar 5 juta tahun yang lalu pada kala miosen awal sampai pliosen awal, dalam waktu geologi, bagian pulau Papua kepala burung itu terbentuk pulau tersendiri dari tubuh pulau Papua, yang saat itu tubuh pulau papua bersatu dengan benua australia, sehingga saat itu wilayah papua bagian tengah itu belum terbentuk dan berada di dasar laut.

Oleh sebab itu, coba, kita membaca dan belajar dari ribuan sesama kita yang korban di sulawesi tengah. Contoh kasus itu, menurut saya adalah satu kasus besar yang terjadi akibat terjadinya tsunami dalam tahun 2018, itu banyak nyawa manusia yang korban dan meninggal karena kelalaian pembacaan terjadinya pusat gempabumi tektonik oleh para pegawai yang kerja pantauan di ruang geofisika di kantor BMKG sulawesi, sebab tsunami itu terjadi melalui sebuah proses tak mungkin terjadi saat terjadi gempa bumi itu terjadi secara bersamaan, maksudnya mereka mengalami lambat untuk diberitahukan kepada semua masyarakat.

Dan, itu memang sebuah pelajaran yang harus dipelajari untuk kita semua demi masa depan hidup umat manusia sebab hidup ini sebuah evolusi kekal yang dalamnya mempunyai bencana alam yang terjadi revolusi ketika terjadi bencana itu untuk mengubah roman bumi dan kehidupannya dengan pergerakan evolusi tektonik bumi.

Maka, kedepannya untuk Nabire dan daerah lain di indonesia bahwa mereka yang kerja di ruang geofisika di kantor BMKG itu harus kerja serius, bila perlu dilakukan lembaga sosialisasi kepada masyarakat secara luas terkait gejala-gejala sebelum terjadinya tsunami. Sekian dulu atas penjelasan saya, semoga bermanfaat.

Penulis adalah mahasiswa teknik geologi IST AKPRIND Yogyakarta)*

#Mahasiswa dan Pemuda

#Lingkungan dan Hutan

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Unknown: Failed to write session data (user). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/var/cpanel/php/sessions/ea-php56)

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: