Ini Ringkasan Kegiatan MAKRAB IPMANAPANDODE Yogyakarta Solo 2020

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

24 Hari yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Peserta MAKRAB sedang renung dan refleksi diri yang di pandu BPH IPMADE Yogyakarta Emanuel Mote dan Habel Gobai.

 

YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA-COM--Ikatan Pelajar Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai Yogyakarta dan Solo (IPMANAPANDODE JOGLO) telah menerima 40 anggota baru melalui kegiatan Malam Keakraban (MAKRAB) yang dikemas dengan sesi acara Perkenalan, Diskusi hingga Outbound kebersamaan. Kegiatan ini berlangsung selama dua malam tiga hari 2-4 Oktober 2020 di Wisma Anoman, Parang Tritis, Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Kegiatan ini diperuntuhkan bagi calon anggota IPMANAPANDODE Joglo. Mereka terdiri dari Pelajar dan Mahasiswa. Mereka umumnya berasal dari wilayah adat Meepago yang siap menjadi anggota setia dalam wadah IPMANAPANDODE JOGLO. Kegiatan itu bersifat wajib yang diselenggarakan pada setiap tahun guna menerima mahasiswa maupun pelajar yang datang melanjutkan Pendidikan berikutnya di kota Yogyakarta dan Solo.

 

IPMANAPANDODE JOGLO adalah organisasi social yang non profit  sehingga biasanya menerima siapa saja yang bergabung. Makanya MAKRAB 2020 pesertanya tidak hanya dari wilayah Meepago namun terdapat beberapa partisipan dari wilayah adat Saireri maupun juga dari Ha Anim  bahkan dari luar Papua pun biasanya diterima untuk mengikuti rangkaian acara MAKRAB bersama-sama.

 

Hari pertama kegiatan ini diisi dengan perkenalan antara senior dan peserta MAKRAB. Setelah itu masuk babak pengenalan empat organ paguyuban Nabire, Paniai, Dogiyai dan Deiyai yang tergabung dalam IPMANAPANDODE JOGLO yang masing-masing dipaparkan oleh setiap badan pengurus paguyuban.

 

Namun paguyuban Nabire belum bisa mengenalkannya alasannya badan pengurus bersangkutan belum mempunyai sertifikat MAKRAB sehingga meski badan pengurusnya sudah ada ditempat kegiatan namun panitia pulangkan beberapa senior dan termsuk ketua panitia sesuai kesepakatan Bersama di forum. Selepas itu dilanjutkan dengan diskusi Budaya suku Mee yang dipandu oleh Demianus Nawipa serta diskusi kedua dengan tema Sejarah Perjuangan Papua, dibawakan oleh Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Yogyakarta.

 

Keesokan harinya atau hari kedua diawali dengan senam pagi dilakukan kurang lebih selama 30 menit kemudian dilanjutkan dengan diskusi berikut yaitu mengenai “Dasar-Dasar Berorganisasi” yang dipimpin oleh Anselmus Gobai dan berikutnya diskusi tentang “Kepemimpinan (Leadership)” oleh Emanuel Moubo Mote. Setelah melalui ruang diskusi-diskusi tahap berikutnya adalah Outbound kebersamaan. 

 

Sebelumnya, dari 40 jumlah pesarta makrab itu dibagi menjadi lima kelompok. Ada kelompok Mambruk, Semut, Harimau, Kangguru, dan Kupu-kupu. Kelima kelompok ini siap menyusuri dan melewati enam pos yang ada ditengah-tengah permukiman dan perkebunan. Ternyata got-got yang terlintas diantara perkebunan itu tidak menyurutkan semangat mereka.

 

Di setiap pos demi pos tantangan-tantangan yang dihadapinya berbeda-beda namun dibalik tantangan tersebut menyimpan makna, sehingga tiap kelompok diharuskan untuk menunjukkan kebersamaan, kerjasama dan persatuan untuk mendapatkan makna yang tersembunyi hingga pos terakhir yang berada di dekat pantai.  Selanjutnya kembali ke sebuah tempat penginapan yang cukup terkenal di daerah itu yakni Anoman Wisma.

 

Malamnya diadakan Pentas Budaya. Kelima kelompok membawakan drama-drama dengan menggunakan Bahasa ibu (Mee) yang kesemuanya itu menarik dan sangat terkesan positif. Usai pentas budaya dilanjutkan dengan rekoleksi selama kurang lebih 40 menit sekaligus dengan malam kasih sayang dan api unggung. Selagi api memakan habis kayu tanpa isyarat para peserta Bersama panita dan senior bakar jagung dan makan bersama.

 

Hari ketiga adalah hari yang bertepatan dengan hari kemenangan bagi orang Kristen alias hari minggu sebelum memulai ibadah mereka sempatkan senam pagi dengan yospan dan daster, pagi yang tadinya sunyi dan kristal di pantai selatan  itu akhirnya pecah digantikan dengan gegap gempita. Sementara Yospan dan daster berlangsung tiba-tiba hujan turun membahasi permukaan bumi masyarakat bagian Parangtritis merasa syukur akhirnya tanamannya bisa menerima mineral.

 

Setelah melalui senam pagi tibalah harinya bagi orang Kristen untuk memuliakan nama TUHAN dengan ibadah (misa) versi khatolik dipimpin oleh Anselmus Gobai bacaan diambil dari Matius 22:33-43; Filipi 4:6-9. Dalam khotbahnya menyimpulkan saling berbagi itu sangat lebih penting dari segalanya. Pesan yang disampaikan adalah Jangan malas berbagi! Karena hikmat yang kita miliki adalah karunia TUHAN. Pengetahuan yang ada pada kita adalah sumbernya dari TUHAN diturunkan kepada orang lain yang selanjutnya melalui orang lain kita mengetahui maka perlu untuk membagikan lagi kepada orang lain juga. Jangan egois, jangan pelit, jangan iri tetapi haruslah berbagi.

 

Usai ibadah (misa) masuk sesi bersalaman antara peserta Makrab kepada  panitia dan senioritas terpantau terjadi pamandangan yang indah dan berbeda alias diantara  beberapa orang yang sedang bersalaman mereka dengan tidak segan-segan saling berpelukan sambil mencucurkan air matanya. Selepas itu kemudian keluar dari ruang ibadah itu dan mempersiapkan barang bawaan. Namun sebelum meninggalkan tempat kegiatan ‘Wisma Anoman’ yang berbekas kenangan itu mereka bakar lima ekor ayam berbulu putih makan dan minum bersama-sama.

 

Pada hari itu juga siangnya sekitar pukul 12:20 WIB sebagai hari penghunjung kegiatan Malam keakraban sementara dihalaman Anoman mereka serius makan dan minum sambil bercerita Mop oleh komplotan pelawak comedy Tuan Tanah disela-sela itu wakil ketua Panitia Makrab Yubal A. Nawipa mengucapkan selamat datang para anggota penerus wadah IPMANAPANDODE JOGLO.

 

“Selamat datang dan bergabunglah Bersama kami dalam organisasi IPMANAPANDODE yang kita cintai”. Ucapnya kepada wartawan disela-sela kegiatan acara Makrab.

 

Lanjutnya, “Dalam wadah inilah kamu akan menjalani berbagai proses. Karena itu kamu harus saling menghargai, menghormati, mengakui, memperbaikki dan menguntungkan.”  Katanya menambahkan.

 

Dalam kesempatan itu waktu tak terasa, jam jarum bergerak cepat beranjak sore angin bertiup dari selatan menerpa pohon jambu rimbun yang ada ditengah-tengah wisma Anoman yang dibawa sayapnya peserta maupun panitia bertudung diataranya salah seorang senior aktif dalam organisasi ipmanapandode Joglo nama pangilannya Kaldo alias Kawelardu Dogomo menyampaikan pesan terhadap kegiatan Makrab. Pesan yang disampaikannya adalah wadah ipmanapandode adalah tempat belajar maka jadikanlah wadah ini menjadi tempat belajar. Sekecil apapun yang kita belajar kalau belajar dengan serius focus pasti mendapatkan pengetahuan yang banyak.

 

Angin selatan masih bersepoi ombaknya sedang memukul pantai semakin sore semakin ganas memancarkan kesegarannya sementara dedaunan berguguran ramai-ramai pada musim semi berjalan Yosias E. Tebai selaku Badan Pengurus Harian Ipmanapandode Joglo menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada panita senior yang dengan antusias menyambut anggota keluarga baru yang baru saja secara resmi dinobatkan sebagai anggota sah dalam IPMANAPANDODE JOGLO.

 

Dirinya sangat bangga bisa menerima anggota dalam jumlah yang banyak karena menurutnya organisasi itu butuh manusia karena manusialah yang dapat menggerakkan organisasi. Tidak ada organisasi tanpa manusia. Maka sebagai langkah awal dari pengkaderan yang dilakukan adalah dengan menerima anggota baru melalui Makrab yang dijadikan sebagai kegiatan yang wajib yang bergulir tiap tahun. Karena itu biar bagaimanapun sikonnya kegiatannya dijalankan karena merupakan tanggungjawab yang diwariskan secara terus-menerus kepada setiap angkatan untuk menjemput anggota baru. Pesan yang disampaikan diujung penyampaiannya seperti berikut, mari datang bergabung bersama kami dalam rumah kita membangun merapihkan bersama-sama. Saya sebagai BPH hanya menyetir tetapi yang memutarkan roda organisasi merupakan anggota maka kedepan tetap semangat dalam perkulihan maupun beroganisasi.

 

Pihak seksi acara Auxilia You selaku koordinator acara menyatakan,  penyesalannya ketika kegiatan tidak berjalan sesuai estimasi waktu yang dijadwalkan. Menurutnya ada dua factor yang mengakibatkan pertama, kurang kordinasi antara seksi acara dan seksi keamanan selama kegiatan berlangsung hasilnya memperlambat acara akibatnya kegiatan tidak berjalan berdasarkan rundown acara  yang dibuat; Kedua, miskomunikasi antara tubuh panitia itu sendiri.  Namun begitu dari setiap kendala yang terjadi syukur karena kami langsung menemukan jalan keluar yang tepat. Dan kami bersyukur juga karena hal-hal itu tidak memengaruhi acara makrab sehingga terselenggara dengan aman dan terkendali.

 

Seperti halnya istri yang memberikan keharuman reputasi suaminya. Ternyata dibalik rangkaian acara yang telah berjalan aman dan terkendali  itu yang paling mengetahui apa pun yang terjadi adalah seksi keamanan yang menjaga segala kemungkinan 24 jam siang malam selama kegiatan berlangsung.

 

Seksi Keamanan Kris Agapa melaporkan hasil yang dirangkum berdasarkan tanda-tanda yang terjadi mulai hari pertama hingga akhir.  Mulai dari awal hingga akhir kegiatan pihaknya melihat orang-orang yang tidak jelas datang silih berganti. Kris dengan yakin katakan mereka adalah kelompok intel tetapi tidak menimbulkan insiden apa-apa. Memasuki hari kedua ada beberapa peserta dengan tidak peduli pada rambu-rambu keamanan hingga keluar jalan pas saat tengah malam tetapi itu pun berhasil telah diamankan.

 

Kemudian pada hari ketiga masih aman Cuma pada malam kasih sayang ada  beberapa panitia melarikan diri sampai di persawaan akibat ketakutan disiram air oleh peserta suasana itu hampir tidak kami kendalikan tetapi akhirnya semuanya aman tidak terjadi apa-apa juga. Kris Agapa dan kawan-kawan seksi keamanan pesan untuk kedepan barangsiapa yang mendapatkan tugas tanggungjawab keamanan mohon untuk teliti pada hal-hal semacam ini. Karena pihak luar bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk merusak kegiatan besar. Untuk itu maka saling memahami dan menghargai itu penting.

 

Saya terkesan banyak hal. Saya sangat senang dengan kepercayaan yang telah dipercayakan. Semoga tupoksi kali ini menjadi pengalaman saya untuk memperbaikki mengevaluasi diri yang lebih baik, teliti, dan bijak dalam manajemen waktu di lain kesempatan. Makrab tahun ini amat berbeda. Sangat perfect. Di mata keamanan kegiatan ini aman tetapi kendalanya hanya cuaca.

 

Sementara itu salah satu peserta Makrab terbaik yang kampiun, yang paling aktif, yang paling hebat selama kegiatan berlangsung baik dalam bertanya, menjalani sangsi, juga serta siap menanggun resiko ialah   Karolus Klemens Dogopia. Pria satu ini pemberani. Tidak heran jika ia mendapatkan pangkat Romeo.

 

Beliau mengaku kegiatan makrab ini sangat bermanfaat bagi dirinya. Hal ini dikatakan berdasarkan beberapa variabel. Salah satunya melalui kegiatan makrab dirinya banyak belajar dan menyadari bahwa diluar mungkin kita menjadi persona non grata atau orang yang tidak disukai atau mungkin menghadapi suka dan duka serta berbagai tantangan lainnya. Tetapi lewat makrab ini mengajarkan kita untuk tetap bertahan, bersabar, menghadapi, tekun, focus, saling menghargai menghormati, menegur, memperbaikki dan sebagainya. Nilai-nilai berikut inilah yang Karolus dapatkan dari kegiatan makrab yang terjadi dalam kelompok mengajarkan kami untuk bersatu, berkerjasama, kekompakan, dan kebersamaan.

 

Semua-semuanya telah ditanamkan dalam hati dan pikiran bahwa itulah jalan terbaik. Diluar dari itu mungkin sama seperti usaha menjaring angin. Lagi-lagi dirinya mengaku sempat hampir menangis melihat kekompakan, kebersamaan dan persatuan yang terjadi dalam kelompok.

 

Saking senang dan gembira merasakan menanggung beban berat secara bersama-sama dalam kelompok itu membuat  Karolus ingin mengulang lagi kenangan ini. Dengan demikian untuk untuk melepaskan satu diantara yang lain itu hal yang paling sulit dilakukan, sampai-sampai harus mengeluarkan air mata. 

 

Karolus menyatakan dengan penuh percaya diri dengan merasa mempunyai ada sebuah tanggungjawab yang dipundakkan diatas bahunya untuk membawa dan memajukan nama baik organisasi Ipmanapandode  Joglo sesuai motonya “we are one now and forever” (kita satu sekarang dan selama-lamanya). Kaum pria ketika pergi ke hutan harus membawa pulang sesuatu demikian Karolus menerima manfaat dan membawa keyakinan bahwa harus menjadi orang yang lebih rendah hati dan mendengarkan sesama.

 

Pewarta: Yubal Nawipa/KM

 

#Mahasiswa dan Pemuda

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait