Ini Sepuluh Sikap TPN OPM Devisi II Makodam Pemka IV Paniai

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

13 Hari yang lalu
INFORMASI

Tentang Penulis
upacara HUT ke 58 Kemerdekaan bangsa Papua TPN OPM Devisi II Makodam Pemka IV Paniai-Foto: Yustus Muyapa/KM

 

 

PANIAI, KABARMAPEGAA.COM—Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan bangsa Papua Barat, I Desember 1961 hingga 1 Desember 2019 ke 58 tahun, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Devisi II Makodam Pemka IV Paniai gelar upacara bersama seluruh TPN- OPM yang ada wilayah Mepago.

 

Upacara  yang berlangsung di mulai pukul 09:12 WPB di tempat pusat markas besar TPNPB-OPM Devisi II Makodam Pemka IV Paniai, Minggu (1/12/2019).

 

Ini 10 pernyataan sikap yang dibacakan  langsung, oleh Dami M Yogi saat pertengahan upacara berlangsung :

 

1.Perjuangan rakyat bangsa Papua barat, melalui TPN-PB Selama 58 Tahun Bergeriliya di tanah Papua, baik hutan rimba di dalam kota di luar negeri dengan berbagai pengorbanan penderitaan rakyat di atas  tanah ini, TPN-PB  OPM Devisi II Makodam Pemka IV Paniai meminta, Pemerintah RI segera mengakui Hak Penentuan Nasib Sendiri  bagi rakyat bangsa Papua Barat.

 

2.Semua aksi yang kami lakukan di wilayah operasi Kami, TPNPB devisi II Makodam Pemka IV Paniai adalah kelanjuatan dari perjuang orang tua kami dari tahun 1961, 1971, 1973 dan 1975, sampai tahun 1996 peristiwa  perang Nipon, Jepan dan perang Pepera  dan murni dari pasukan TPNPB memprotes  keras terhadap system pemerintah repuplik Indonesia di atas tanah adat Papua  teritori West Papua.

 

3.Pemerintah Indonesia dan aparat Indonesia selalu Cap Kami KKSB, KKB,OTK, GPK adalah tidak benar. Kami adalah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi papua merdeka TPNPB-OPM Yang  Terkomando Devisi II Makodam Pemka IV Paniai. Kami Menuntut Hak Penentuan Nasib Sendiri untuk Bangsa Papua  lepas Dari NKRI.

 

4.Kepada Presiden RI Joko Widodo di Jakarta, Panglima TNI-RI di Jakarta, Kepala Kepolisian  RI di Jakarta, Kami TPNPB Devisi II Makodam Pemka IV Paniai menyampaikan, bahwa  pengiriman TNI/POLRI dalam jumlah ratusan sampai  ribuan  dengan di lengkapi peralatan perang dan persenjataan canggih tidak akan selesaikan masalah. Namun hanya akan perpanjang penderitaan rakyat Papua. Maka tahun 2021 segera  gelar Referendum Rakyan Papua Barat untuk menentukan nasib sendiri.

 

5.Kami pasukan TPN-PB telah berhasil melakukan perang  geriliyah pemerintah Indonesia melalui aparatnya TNI Dan POLRI, BRIMOB tidak mampu mengalahkan. Itu adalah tanda keberhasilan pasukan TPN-PB, Kami siap menghadapi aparat TNI/Polri yang terus kirim ke Papua. Kami tidak akan mundur, Kami siap melawan sampai merebut kemerdekaan Papua Barat dari tangan negara kesatuan Repoblik Indonesia (NKRI.)

 

6.TPNPB-OPM Devisi II Makodam Pemka IV Paniai, menegaskan kepada seluruh masyarakat Mee-Pagoo yang akan kerja sama menjadi agen rahasia anggota BIN dengan alasan apapun, kami tetap tembak demi agenda perjuangan kami TPNPB-OPM yang suci dan muliah.

 

7.Kami TPN-PB tidak akan pernah berhenti perang sampai dengan ada interevensi dari PBB dan dunia internasional atas perjuangan dan kondisi di tanah Papua. Kami tuntut segera lakukan referendum untuk penentuan nasib sendiri.

 

8.Kepada negara Amerika, Belanda, dan Indonesia, agar segera mengakui status politik kedaulatan bangsa Papua barat untuk penentuan nasib sendiri.

 

9.Kepada aparat TNI/Polri segera tinggalkan tanah Papua barat, termasuk tanah Papua, karena kedatangan anda membuat rakyat Silpil menderita.

 

10.Kami TPNPB/OPM devisi II Makodam Pemka IV Paniai sampaikan para di polomat dan kelompok faksi yang merusak perjuangan segera bersatu dan mendukung perjuangan TPNPB/OPM yang sedang berjuang pertaruan nyawa.

 

Pewarta: Yustus Muyapa/KM

#TPNPB-OPM

Baca Juga, Artikel Terkait