Insiden Intan Jaya: TPNPB Sebut Identitas Korban, Kapolda Papua: Dua Anggota KKB Tewas

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Tahun yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Tiga Titik Pusat terjadinya Kontak Senjata antara TPNPB-OPM vs Aparat Indonesia. (Ilustrasi sumber: SP-Ist)

 

NABIRE, KABARMAPEGAA.com--Kondisi terkini di kaupaten Intan Jaya, Papua, dalam keadaan darurat. Masyarakat setempat mencari tenpar berlindung. Hal ini terjadi karena sampai detik ini kontak senjata antara Tentara Pembebasan Papua Barat (TPNPB) Oragnaisasi Papua Merdeka (OPM) versus gabungan aparat  (TNI/Polri) Indonesia.

 

Dalam insiden itu, tepat pada tanggal (26/1), pihak militer di duga telah menebak 1 orang warga sipil asal Intan Jaya dan Indentitas Korban sampai saat ini belum teridentifikasi karena korban tertembak dengan peluru api di kepala sehingga wajahnya tak dapat dikenal.

 

Kejadian (kontak senjata) antara TNI/Polri vs TPNPB-OPM, Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw angkat bicara dan membenarkan atas kejadian tersebut.  Pihaknya juga membenarkan telah menembak dua orang kelompok TPNPB oleh aparat keamanan TNI-Polri di Kampung Jupara, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Minggu (26/1/2020).

 

"Memang benar ada laporan tentang terjadinya kontak tembak di Kabupaten Intan Jaya, Minggu hingga menewaskan dua anggota KKB," kata Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw dikutip dari Antara, Minggu malam.

 

Meski terjadi kontak tembak, Paulus memastikan kondisi keamanan di Kabupaten Intan Jaya, Papua secara keseluruhan relatif kondusif. "Anggota diminta untuk selalu waspada," ucapnya.

 

Namun pernyataan tersebut dibanta oleh pihak TNPB. TPNPB-OPM mengaku militer Indonesia telah tembak mati seorang warga sipil dan Dua warga sipil lainya  terluka di Intan Jaya Papua.

 

Sebelumnya pihak keamanan Indonesia melalui Kapolda Irjen Paulus Waterpau membeberkan tentang kondisi Intan Jaya kondusif namun pernyataan, menurut TNPB tidaklah benar.

 

“Situasi Darurat di Papua Barat dan orang asli Papua dalam Ancaman Kepunahan, akibat operasi militer yang massive Oleh Pasukan Keamanan Indonesia di seluruh territory West Papua sedang berlangsung,” jelas  Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambung kepada media dalam pernyataan tertulis.

 

 

Pihaknya juga minta adanya perhatian oleh Perserikatan Bangsa- Bangsa [PBB], dan kami juga mendesak kepada Sekjen PBB agar intervensi Pasukan Perdamaian PBB segera dilakukan dan boleh masuk ke Papua.

 

Kata Sebby, management Markas Pusat Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) telah Terima laporan resmi dari Intan Jaya bahwa pada Tanggal 26 Januari 2020, pukul  11:00 pagi penembakan telah terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua yaitu antara Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) vs Pasukan keamanan Indonesia (TNI/POLRI) di tiga tempat, di Ibu Kota Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua.

 

“Lokasi kontak senjata pada Tanggal 26 Januari 2020 di Kabupaten Intan Jaya adalah  di tanah merah  dan  holomama.  Dan dalam kontak  senjata  ini pihak Pasukan Kemanan Indonesia telah tembak mati seorang warga civil dan dua orang lainnya kena luka tembak,” paparnya.

 

Sebby menjelaskan: “Situasi kontak senjata ini dilaporkan langsung oleh Komandan Operasi Umum Tentara Pembebasan National Papua Barat (TPNPB) Mayjen Lekagak Telenggen dari lokasi Perang, yaitu dari Ibu Kota Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua.”

 

Situasi kontak senjata ini dilaporkan langsung oleh Komandan Operasi Umum Tentara Pembebasan National Papua Barat (TPNPB) Mayjen Lekagak Telenggen dari lokasi Perang, yaitu dari Ibu Kota Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua.

 

Laporan Lekagek Telenggen “Identitas Korban diungkap”

 

“Dalam laporan, Mayjen Lekagak Telenggen melaporkan bahwa Perang di mulai dari pukul 1:00 pagi sempai pukul 19:00 malam.

 

Mayjen Lekagak Telenggen menambahkan bahwa saat kontak senjata ini Pasukan Kemanan Indonesia telah tembak Mati  bernama  (BK), yaitu seorang Masyarakat Civil dan juga menembak dua orang lainnya.

 

Korban luka tembak adalah dua orang yaitu (KS) seorang Kepala Suku Besar Suku Moni dan yang seorang lagi yaitu  (JS) pemuda yang berumur 18 tahun.

 

Mayjen Lekagak Telenggen juga mengatakan bahwa dalam Perang ini pihak Pasukan Tantara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) belum Ada yang korban, oleh karena itu pada kesempatan ini kami bantah atas pernyataan Kapolda Papua Paulus Waterpauw yang mengatakan bahwa tiga orang Anggota TPNPB tertembak.

 

Hal ini tidak benar, Karena justru Pasukan Kemanan Indonesia yang brutal dan tembak tiga orang warga civil di Kabupaten Intan Jaya pada Tanggal 26 Januari 2020.

 

Laporan lain yang bersumber dari PIS melaporkan bahwa KS tertembak Peluru Sniper Pasukan Kemanan Indonesia dan kena di bagian di betis,   Dan Jeckson Sondogau Kena peluru kikis.” Jelas dalam pernyataan sikap.

 

Pihak TPNPB/OPM juga mengaku pihaknya beranggungjawab atas kontak senjata yang sedang berlangsung di Intan Jaya. Sehingga mereka pun  meminta kepada pihak keamanan Indonesia untuk tidak membak warha sipil di Intan Jaya.

 

“Jadi kami kasih kepada publik, bahwa bahwa yang bertanggung jawab atas Perang di Kabupaten Intan Jaya saat ini adalah: 1) Wakil Panglima Komando Daerah Pertahanan VIII TPNPB Kemabu Intan Jaya “Sabinus Waker”; 2)  Komandan Operasi umum Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat “Mayjen Lekagak Telenggen”; 3) Panglima  Komando  Daerah  Pertahanan  TPNPB  Sinak  Bridgen  Militer Murib”; 4)  Dan enam Komando Daerah pertahan lain di Pegunungan Tengah Papua; 5) Dan Manajemen Markas Pusat KOMANS TPNPB-OPM dibawah Pimpinan Gen. Naaman Goliath Tabuni.”

Dalam laporan diatas, dengan jelas menyebutkan korban penembakan adalah warga ‘sipil’ dan bukan anggota TPNPB-OPM.

 

Pihaknya juga  menegaskan bertangungjawab  penuh atas perang yang telah dan sedang dilakukan oleh semua Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat di seluruh territory Papua Barat, dan yang lebih khusus di Inatan Jaya, Puncak Papua, Puncak Jaya, Lani Jaya,  Dan di Ndugama.

 

Akhir dari pernyataan ini, pihak TPNPB juga khususnya Manajemen Markas Pusat Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat bertanggungjawab atas laporan ini.

 

“Ia laporan ini telah kami teruskan semua journalis dari berbagai media di seluruh dunia, Dan juga disampaikan kepada semua pihak yang peduli akan kemanusiaan di seluruh dunia,” jelas  Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom ketika dihubungi media ini.

 

Namun di beberapa media nasional menyiarkan dengan ramai pernyataan Kapolda Irjen Paulus Waterpaw. seperti yang dilansir detk.com. Waterpauw kepada detik.com  mengatakan dua orang tewas dalam kontak tembak antara kelompok kriminal bersenjata (KKB) dengan TNI/Polri tersebut. Keduanya merupakan anggota KKB. 

Namun pihak TPNPB mengaku bertanggungjawab atas  kontak senjata di beberapa tempat di Papua. Dengan demikian TPNPB dengan tegas mengatakan korban penembakan adalah warga sipil.

 

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#Politik

#TPNPB-OPM

Baca Juga, Artikel Terkait