Ipmanapandode Jog-Lo Melangsungkan Seminar Rasa Takut Menjadi Pemberani

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

13 Hari yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
usai semina dan diskusi (A Gobai/KM)

 

 

“Percaya atau tidak ketika kita berpikir kita bisa, maka itu yang akan terjadi. Perasaan-Mu adalah doa yang sesungguh-Nya.Manfret kudiai.”

 

 

Yogyakarta kabarmapegaa.com—Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa Nabire Paniai Dogiyai Dan Deiyai Yogyakarta Solo melangsungkan seminar dan diskusi tentang trik trik untuk menjadi pemberani diserta dengan membagi  pengalaman hidup dari pemateri kepada mahasiswa baru yang tergabung dalam organisasi. Diskusi ini di laksanakan di Asrama Paniai jln. Santan Kompleks TNI AU Yogyakarta (8/19).

 

Mengambil judul materi tentang berani karena pemateri sendiri perna mengalami takut dalam perjuangan  semanjak SMA. Dan materi ini merasa cocok bagi mahasiswa baru yang telah melanjutkan pendidikan di kampus yang baru. Pastinya mereka merasa takut menghadapi duniai baru, takut dosen dan teman baru serta berpikir panjang tentang kampus seperti apa. Kata pematari Manfret kudiai disela  pembukaan materi.

 

Saya sendiri awalnya penakut tetapi saya mencoba dengan banyak cara  menjadi pemberani. Sewaktu saya mahasiswa baru di kampus saya perna menampilkan di depan umum untuk  membagi tawa ria bersama kawan kawan baru. Saya perna menjadi mistinar di gereja katedral Timika papua. Awal masuk saya tidak berani berkata kata didepan umum tetapi banyak belajar dari dirumah sampai bisa berkata kata.

 

Saya perna bergabung dalamn organisasi Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa Timika IPMAMI. Saya perna bergabung dalam organisai KMK St stanisluas AKPRIND Yogyakarta, saya perna ikut mewakili papua di konggres di bandung 2011 dan masih banyak lainnya. Semua itu melatih diri saya menjadi pemberani.

 

Bidang pendidikan Ipmanapandode Emanuel Mote kasih kesempatan kepada saya sehingga saya mengambil tema menjadi pemberani yang lebih di tunjuk kepada adik-adik mahasiswa baru.

 

Saya berharap materi saya ini menjadi pondasi bagi adik-adik baru untuk menghadapi duniai pendidikan di kampus. Dan menajadi orang yang pemberani dalam segala hal yang di hadapai di kampus maupun di tanah rantau.

 

Salah satu tokoh penulis buku Brian tracy dari Kanada Amarika yang telah menulis tentang berani dan pengembangan diri telah memberi motivasi kepada banyak orang tengah berani.

 

Setiap orang memiliki rasa takut. Rasa takut itu jangan kita abaikan. Terima dengan keadaan. Jangan minder karena rasa takut dan jangan lama dalam keminderan. Bangkit dan melawan rasa takut itu.

 

 Kenali dan akui rasa takut. Kenal diri kita baik. Aku diri kita. Agar rasa takut tidak menimpa lama pada diri kita.

 

Keluar dari rasa nyaman. Uang sudah ada. Tidak sibuk apa apa. Diam dalam rumah. Puas dengan diri. Rasa takut terpeliharan dalam diri. Jangan membiarkan itu didalam diri. Bangkit dan melawan itu.

 

 Hadapi rasa takut dengan tenang aman dan damai biar diri kita memiliki kebaranian.

 

Dari ketakutan pasti kita ingin bangkit menjadi manusia yang berani sehingga kesadaran akan rasa takut. Kita harus sadar akan rasa takut agar mudah menjadi pemberani.

 

Identifikas rasa takut itu dari mana datang, merenung dan mencari dengan berbagai cara agar mudah kembali menjadi pemberani.

 

 Rasa ingin tahu adalah salah satu sikap menjadi pemberani. Miliki sikap ingin tahu yang tinggi agar menjadi manusia pemberani.

 

Ingin tahu yang lebih tinggi terus berjuang melalui kekuatan diri sendiri.

 

Menerima keadaan saat ini. jangan menolak. Saya dari orang papua. Saya hitam manis. Terima apa adanya. Jangan perna banding bandingkan, maka anda menjadi pemberani.

 

Bersyukur dalam keadaan apapun. Bersyukur karena menerima kebaikan dan bersyukur karena menerima keburukan adalah salah satu menuju manusia berani.

 

Membuat jurnal. Tulis aktifikas harian. Buat selengkap dan sedetail mungkin. Sebab apa yang kita tulis dan alami hari ini adalah mendidik diri kita kedepan.

 

Seketika mereka kita merasa takut kita harus tulis. Point point penting harus kita tulis karena dengan kita menulis lebih gampang menjadi berani.

 

Berbicara. Untuk kita mau berani harus berbicara. Kalau kita tidak berbicara takut selalu bersama kita.

 

Membaca. Untuk melawan takut pada diri menuju berani kita harus membaca buku, membaca situasi, membaca diri kita menjadi manusia yang berani.

 

Untuk menghilangkan rasa takut harus membaca buku. Kalau kita tidak membaca rasa takut kita menguasai diri.

 

Ambil tindakan kalahkan ketakutan. Ambil solusi dan bebas dari rasa takut agar mudah memilik merani mengharapi semua cobaan.

 

Menonton. Untuk menghilangkan rasa takut kita harus menonton. Orang bersandiri warah diatas mimbar adalan pelajaran berharga bagi  kita untuk mengambil maknanya.

 

Berpikir positif. Buang berpikir negative berlebihan sebab membawa diri kita ke rasa takut. Milikilah pikiran kita dengan positif agar diri kita semakin berani.

 

Berbicara kepada sang pencipta melalui doa beribadah dan pujian agar diri kita semakin berani.

 

Selalu ada alasan. Jangan berlebihan alasan dalam perjuangan, buanglan alasan alasan palsu. Miliki alasan yang jelas dan jujur agar membentuk keberaniaan dalam diri.

 

Ikut cara orang lain. Jangan ikuti dan jalani hidup ini dengan cara dan gaya kita sendiri tetapi ikuti orang yang berpengalaman dalam keberanian.

 

jelajahi akar permasalahan anda. Bila ada masalah secepatnya selesaikan agar kita tidak takut dalam diri, bila tidak ada masalah hidup kami riles dan miliki nilai keberaniaan.

 

Kegagalan bukan sebuah akhir tetapi awal dari sebuah kesuksesan maka belajar dari gagal menjadi manusia berani.

 

Materi saya diambil dari brian Tracy. How to turn fuel. Briantryc.com, internet dan pengalaman hidup sebagai landasar hidup saya untuk membagi kepada adik adik mahasiswa baru.

 

Dalam sie tanya jawab pemateri memberikan pertanyaan Apakah yang merampas hak kesuksesan setiap orang ? jawaban adalah ketakutan itu sendiri.

 

Ketakutan memahami mungkin bisa membuat kita miliki konsep atau gagasan yang hebat, atau bisa juga sebaliknya, ketakutan bisa saja membatas kita dalam mengunakan bakat dan kemampuan yg ada didalam diri kita.

 

Tuhan tidak perna memberikan pencobaan melebihinya kekuatan manusia bahkan ia memberikan kekuatan agar umatnya mampu menanggulangnya.

 

Usai materi diskusi dan seminar praktet satu persatu maju kedepan untuk memberikan pertanyaan dan menjawad. Ini sebagai menguji ketakutan dalam diri dan mencoba memberanikan diri.

 

sambutan biro pendidikan Emanuel mote mengucapkan terima kasih atas pemateri yang telah memberikan materi bagus, selanjutnya banyak senior yang akan memandung maka adik adik jangan bosan bosan ikut bersama kami. Sambutan BPH Ipmanapandode Yosaya Boma, bersyukur telah melaksanakan diskusi dan tetap semangat.

 

Pemateri adalah Manfret Kudiai yang diarahkan diskusi  moderator Herman Mote dan ditulis diringkas olah Simeon Dumapa. Kasimpulan adalah saat kita maju kedepan untuk berbicara kita semua kurang bahasa maka harus membaca buku banyak. Tegas dumapa.

 

Pewarta: Anselmus Gobai/KM

 

 

 

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait