IPMANAPANDODE JOGLO : Mahasiswa Papua Segera Mencegah Pemekaran DOB di Wilayah Papua

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

15 Hari yang lalu
INFORMASI

Tentang Penulis
usai diskusi mahasiswa IPMANAPANDODE JOGLO-Ansel Gobai/KM

 

 

YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA.COM—Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire Paniai  Dogiai dan Deiyai di kota Yogyakarta da Solo yang di singkat IPMANAPANDODE JOGLO mengajak seluruh mahasiswa Papua segera mencegah pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) di seluruh Wilayah Papua mulai dari Raja Ampat sampai Merauke. Yogyakarta Asrama Dogiyai sabtu (2/11/2019).

 

Ajakan hati nunari ini disampaikan saat dilaksanakan diskusi terbatas oleh Mahasiswa Meuwodide dan Nabire di Joglo dengan thema : " Peran Mahasiswa Untuk Mencegah DOB, Perampasan SDA Dan Manusia Papua Di Pemerintahan Jokowi " yang di sampaikan  diskusi  Demianus Nawipa dipandu moderator Apin Bobi.

 

Dalam diskusi tersebut telah mendiskusikan dan sharing bersama terkait semua masalah yang diciptakan oleh negara demi kepentingan investasi perusahaan asing di seluruh wilayah Papua dari Raja Ampat sampai Merauke, sesuai dengan realita yang terjadi selama Jokowi menjadi Presiden di Indonesia mulai sejak tahun 2014-saat ini.

 

Dalam diskusi itu Juga, mahasiswa menginggung terkait kasus Paniai berdarah sejak 8 desember 2014 setelah beberapa hari Jokowi dilantik menjadi Presiden, bahan semua rangkaian kekerasan yang diciptakan oleh negara melalui BIN dan militer Indonesia di Papua yang bertujuan untuk meminoritaskan orang asli Papua lalu dilakukan pemekaran Propinsi baru, tentu akan dihadirkan perusahaan-perusahaan asing.

 

Bahan dalam diskusi tersebut ada yang membagi tentang dalam pidato Jokowi pada periode kedua bahwa; "barang siapa yang mengganggu investasi orang-orang tersebut harus dipertegas dan kejar", dalam ungkapan tersebut, mahasiswa Papua dari wilayah mepago dan Nabire menyatakan pantas presiden pebisnis perusahaan kayu dari sejak kecil dan sekarang kayu-kayunya impor sampai beberapa negara di benua Eropa tersebut".

 

Oleh karena itu, mahasiswa Papua dari wilayah Mepago dan Nabire menyatakan "Stop Pemekaran Propinsi Papua Tengah, dan Papua Selatan serta Papua Barat Daya" sebab tindakan negara tersebut menghancurkan dan memusnahkan kami orang asli Bangsa Papua, pada masa depan kami.

 

Terkait dengan diskusi tersebut sekumpulan mahasiswa tersebut menyatakan sepertinya soal pemekaran DOB itu sebagai sebuah program prioritas Jokowi bagi Papua yang langsung dieksekusi setelah dilantik, sehingga semua kekerasan negara yang telah dilakukan seperti kekerasan militer Indonesia di Ndugga, Puncak Papua, dan Intan Jaya yang telah mengorbankan dan mengganggu warga asli daerah ini sengaja dilapisi dengan selimut penipuan dari istana Negara Indonesia.

 

Oleh karena serangkaian masalah tersebut, kelompok mahasiswa dalam diskusi tersebut mengajak kepada seluruh mahasiswa Papua dari Raja Ampat sampai Merauke harus menolak semua tawaran terkait DOB dari Jakarta tersebut karena barang itu tidak diminta oleh masyarakat asli  Papua, maka peran mahasiswa Papua dalam masalah-masalah tersebut yang perlu dilakukan adalah :

 

  1. Harus membangun diskusi dan menulis semua masalah yang terjadi di Papua,
  2. Perlu membuat opini pribadi dalam bentuk tulisan, stiker, short movie terkait tolak DOB di seluruh Papua, di media pribadi yaitu twiter, Facebook, dll
  3. Perlu membuat statement seluruh kota studi untuk menolak DOB boneka Jakarta,
  4. Perlu ada aksi serentak seluruh Indonesia, seluruh Papua dari Raja Ampat sampai Merauke, bahkan di luar negeri untuk menyikapi multi kekerasan yang dibuat oleh Indonesia secara sistematis tersebut.

 

Itulah hasil diskusi kami untuk mengajak seluruh mahasiswa Papua bersama seluruh rakyat West Papua agar dapat melakukan statement penolakan DOB tersebut.

 

Usai diskusi, kata Petrus Tebai selaku ketua IPMANAPANDODE JOGLO mengatakan diskusi ini sebagai  salah satu peran mahasiswa dengan melihat  DOB dan perusakan sumberdaya alam Papua dan manusia Papua yang semakin hari semakin merusak di kalangan kehidupan masyarakat Papua.

 

Harapan besar yang kami impikan adalah mahasiswan papua  bersatu tanpa memandang asal daerah kita tapi harus merasa bahwa tanah kita sedang di jajah  maka kita harus bersatu  pandangan untuk melakukan suatu tindakan yang bisa mempengaruhi pemerintah Indonesia untuk tidak melakukan tindakan yang selama ini mereka lakukan di tanah Papua. Tutupnya.

 

Pewarta: Anselmus Gobai/KM

 

 

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait