Ipmanapandode Semsal Gelar  Seminar  Sehari, Peserta Terima 5 Materi

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

2 Bulan yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Suasana ketika Ipmanaandode Semsal melangsungkan seminar sehari. (Doc. Ipmanapadode Semsal.Ist)

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com—Dalam rangkah pencarian dana Natal, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai Semarang – Salatiga (Ipmanapandode Semsal), Rabu, (11/08/2021) gelar seminar  pelatihan pembuatan Koteka dan Moge; Kepemimpinan;  propaganda media dan kesekretariatan. Kegiatan tersebut diadakan di Jl. Pete Raya No.29 Sekaran, Kec. Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah.

 

Sesi pertama dipandu oleh Selly Kudiai dan  Petrus Tebai  tentang  pelatihan pembuatan koteka dan Moge; materi tentang kepemimpinan yang dipandu oleh Marlince Youw , materi tentang propaganda media dibawakan oleh Richarda Ogetai dan  terakhir materi tentang kesekretariatan  diberikan oleh  Andi Pakage  kepada puluhan pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam ikatan tersebut yang ikut serta.

 

Dalam kesemptan itu, pemateri  pertama, Selly Kudiai mengatakan pelatihan dan pembuatan Koteka dan Moge sangat penting untuk  dikatahui oleh segenarasinya.

 

Selanjutnya, Petrus Tebai menambakan, setiap suku bangsa mempunyai tradisi dan kebudayaaan masing-masing. Untuk itu, Koteka  dan Moge sebagai pakaian adat yang digunakan orang-orang pengunungan Papua, sehingga setiap generasi mesti melestarikan pakaian tradisional sebagai identitas diri.

 

Sementara itu, Marlince Youw juga mengungkapkan alasan pentingnta mekansungkan seminar seputar kepemimpinan.

 

“Kepemimpinan adalah orang yang dipercayakan sehingga harus mampu memengaruhi antara pribadi dalam suatu situasi tertentu yang lansung melalui komunikasi untuk mencapai suatu tujuan dan cita-cita bersama” jelasnya kepada awak media.

 

Ditempat yang sama, Richarda Ogetai  menuturkan seputar  agitasi dan propaganda media. “Kita harus mampu propaganda bentuk gambar, poster, artikel, cerpen, maupun bentuk tulisan lain untuk memengaruhi kelompok masyarakat dengan  secara berulang-ulang untuk mengubah sikap, perilaku, pandangan, pendapat dan tingkah laku supaya mampu melakukan dengan kesadaran sendiri.”

 

Kata dia, kita harus memengaruhi opini publik serta memanipulasi emosi dengan membahasakan tulisan yang efektif.

 

“Hal ini penting karena di negara Indonesia banyak media yang bekerja berdasarkan propaganda putih (berita sesuai fakta), propaganda hitam (berita tidak jelas) dan propaganda abu-abu (berita samar-samar),” jelasnya.

 

Dengan Demikian, Ogetai mengajak  mahasiswa  agar mampu untuk menanggapi berita-berita tersebut, agar  tidak termakan hoax.

 

Kemudian, Andi Pakage  juga mengutarakan pentingnya  mengenal  kesekretariatan. Pakage menjelaskan, Kesekretariatan  terbagi dalam dua kelomok, 1) secretariat yang merajut pada  tempat dan 2) sekretaris yang mengarah pada orang atau administrasi/arsip keorganisasian maupun pemerintahan.

 

Kesekretariatan memiliki banyak jenis surat formal maupun nonformal , sehingga dalam kegiatan tersebut lebih fokus pada  surat dinas.

 

“Surat menyurat sebagai alat komunikasi, media penyimpangan, dan sebagai kerja sama antara  instansi lain maka pelajar dan mahasiswa yang dapat hadir pada seminar sehari dan pelatihan kali ini harus mampu untuk menguasai format penulisan  surat, serta memahami tentang kesekretariatan yang lebih luas, agar suatu hari ketika terjung dalam dunia kerja dapat merealisasikan dengan baik dan benar,”  ajaknya mengakhiri. (Boas Iyai)

 

Editor: Manfred Kudiai

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait