IPMME dan IPP-MKP Se Kota Nabire Belajar Menulis Bersama Wartawan Kabar Mapegaa

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

21 Hari yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Saat pelatihan Jurnalistik berlangssung digedung Aula Asrama Paniai, Jln: Kali Bobo Nabire Papua (Foto: Yunas Nawipa/KM)

 

Nabire, KABARMAPEGAA.COM—Kabarmapegaa mengajar dengan moto “saya belajar dan mengajar” memberikan Pelatihan Jurnalistik Mengenal Diri Sejarah dan Mengubah Dunia kepada organisasi Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Mepagoo (IPMME) dan Ikatan Peduli Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Mahasiswa Kab Paniai (IPP-MKP) Se kota study Nabire. Bertempat Aula Asrama Putra Paniai, Jln Kelapa 2 Kali Bobo Nabire Papua. Kamis (27/08/2020) sore hari.

 

“Dengan menulis mampu mengubah diri menjadi manusia yang dewasa. Mampu mengenal kelemahan dan kelebihan. Mampu menyelesaikan persoalan dengan rumusan menulis.”

 

“Mampu meringkas sejarah hidup agar kelak terbaca generasi selanjutnya adalah tujuan menulis.”

 

“Ilmu jurnalistik adalah ilmu komunikasi yang dapat melaporkan suatu peristiwa fakta yang terjadi.”

 

“Wartawan selalu mempelajari ilmu jurnalistik yang berfokus utama menulis pada berita dan sedang pada opini dan ficture.”

 

“Didalam materi pelatihan di berikan banyak pelajaran tentang apa itu jurnalistik, sejarah jurnalistik, kode etik jurnalistik, penulisan berita dan opini dan kata kata motivasi menulis serta membagi pemgalaman menulis.”

 

Hal ini disampaikan wartawan aktif media kabarmapegaa Anselmus Gobai kepada peserta pelatihan.

 

Pemateri kedua Manfred Kudiai selaku pimpinan media kabarmapega mengatakan “kita orang Papua dari tete nene luhur dulu hingga saat ini terbawa kebiasaan menyampaikan pendapat atau menyelesaikan persoalan dengan budaya lisan”.

 

Zaman sekarang bukan budaya lisan lagi tetapi budaya tulisan. Orang orang belahan dunia sangat berperang dalam dunia Tulisan. Mari dengan pelatihan ini kami mengajak peserta mulai menulis dimulai dari pengalaman hidup.” Ajaknya.

 

Pimpinan Media Kabarmapegaa merasa bangga kepada bapa dan kaka yang selalu menulis dan mencetak buku fiksi seperti Aprila Wayar, Bastian Tebai, Vitalis goo, Bapa Pdt, Beny Giyai, Dr Socratez S Yoman, Makewa Pigai dan masih banyak lagi. Mereka sudah sampai dunia menulis, baru kita bagaimana, mari kita mengikuti jejek mereka.

 

Lanjut kudiai, “Saya mengibaratkan Menulis seperti bayi yang sedang bertumbuh satu dua tiga langkah lalu jatuh dan mencoba berdiri dan melangkah hingga bisa berdiri dan berjalan sendiri.”

 

Jangan takut salah menulis, antam saja, tulis apa yang anda pikirkan, suatu saat pasti anda akan mengerti apa arti menulis, pesan Manfret.

 

Lanjut, saya berpesan kepada pengurus sebanyak banyak mengadakan pelatihan menulis dan saya siap mendampingi bila ada kelas belajar menulis

 

Ketua sementra IPMME dan ketua IPP-MKP Se kota Nabire Jemmy Yumai mengatakan “saya sangat apresia atas materi belajar menulis ini dan selanjutnya selalu bergandeng tangan memajukan dunia menulis.”

 

Lanjut Yumai, “Saya juga sangat bangga kepada peserta yang hadir dalam pelatihan sekitar 50 orang lebih ini dan selanjutnya tetap semangat.”

 

Kepada peserta organisasi IPMME secepatnya kami akan mengundang untuk rapat membentuk panitia badan formator guna mempersiapkan pembentukan badan pengurus IPMME tetap, tutupnya.

 

Akhir dari materi pelatihan kedua pematri memberikan kepada peserta untuk menulis apa yang mereka tahu dan nantinya tulisan mereka akan di jadikan sebagai sebuah buku sederhan.

 

Pewarta: Yudas Nawipa/KM

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait