Jangan Kambing Hitamkan AMP, AMP Ada di 13 Kota di Luar Papua

Cinque Terre
Manfred Kudiai

2 Bulan yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Aparat kemanan bersiaga di ruas jalan Abepura-Padang Bulan di depan Kampus Universitas Cendrawaih Kota Jayapura, Papua, Senin 23 September 2019. - Antara/Alfian Rumagit

 

YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA.com— Ketua Umum Komite Pusat Aliansi Mahasiswa Papua Jhon Gobai meminta Kodam XVII/Cenderawasih meralat pernyataan tentang keterlibatan AMP dalam aksi demonstrasi yang menewaskan tiga  orang mahasiswa dan seorang prajurit TNI.

 

“Penyebutan nama orgasasi Aliansi mahasiswa Papua (AMP) dalam siaran pers Kodam XVII/Cenderawasih pada hari ini, Senin 23 September 2019 mengenai peristiwa di Jayapura dan Wamena adalah tidak tepat dan menyesatkan,” Jelas Jhon.

 

Menurut Jhon  hal itu dikatakan karena: 1) Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) HANYA berada di luar Papua. Kedudukan AMP ada di 13 kota di luar Papua. Sehingga penyebutan AMP dalam peristiwa yang terjadi di dalam Papua tentu tidak benar.

 

2.) Lanjut dari no. 1, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) secara nasional tidak mengagendakan atau merencanakan aksi apapun pada hari ini, Senin, 23 September 2019.

 

Sehingga, lanjut Jhon,  berdasarkan ini: 1)  kami meminta supaya Kodam XVII/Cenderawasih meralat pernyataannya karena telah menyesatkan publik atas penyebutan AMP dalam pers rilisnya.

 

2) Hentikan mengkambinghitamkan AMP dalam peristiwa di Wamena dan Jayapura hari ini 3. Usut dan adili aparat TNI/Polri yang terlibat dalam melakukan tembakan secara brutal kepada mahasiswa dan pelajar di Wamena dan Jayapura.

 

Namun pihak TNI menyebut aksi tersebut dilakukan AMP. Seperti yang dikatakan  Eko  bahwa masa sebelumnya, melakukan aksi demo di depan Auditorium Universitas Cenderawasih (Uncen). Mereka menuntut pendirian posko bagi mahasiswa Papua yang pulang dari studi di luar Papua.

 

“Namun, aksi tersebut tidak mendapat izin baik dari Polda Papua maupun dari pihak Rektorat Uncen. Menurutnya, massa AMP kemudian difasilitasi petugas untuk kembali ke daerah Expo Waena dengan menggunakan kendaraan truk dan bis umum,” katany kepada IDN News.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg. Aloysius Giyai mengatakan ada empat korban jiwa dalam peristiwa ini. Menurutnya keempat korban sudah dibawah ke RS Bhayangkara, Abepura.

 

 “Sudah ada empat korban jiwa. Satu dari pihak TNI yaitu dari 751, dan tiga lainnya adalah korban dari mahasiswa (orang Papua),” katanya kepada wartawan, Senin (23/9/2019) saat ditemui di RS Bhayangkara.

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

 

#Mahasiswa dan Pemuda

#Papua Bisa

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait