Jangan Membunuh Dan Mencuri

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

17 Hari yang lalu
ROHANI

Tentang Penulis
Jangan membunuh (Poskota news)

 

"Jangan Membunuh Dan Mencuri (Keluaran 20:13,15)"

 

Oleh Gembala Dr. Socratez S.Yoman

1. Pendahuluan

Dengan topik ini, kita bersama-sama mempelajari dua topik. Topik pertama ialah jangan membunuh. Selanjutnya topik kedua ialah jangan mencuri. Topik ini diambil dari 10 hukum Tuhan yang diberikan kepada Musa. Hukum Tuhan ini juga tetap hidup dan dinamis dalam keberlangsungan hidup manusia di bumi ini.

2. Apakah manusia mendengar dan melakukan perintah dan hukum Tuhan ini?

Kita ikuti ulasan-ulasan berikut sebagai jawaban dari pertanyaan ini.

2.1. Jangan Membunuh (ay.13)

Perintah/ hukum Tuhan sangat tegas dan jelas kepada kita jangan membunuh. Mengapa manusia tidak boleh dibunuh?

Karena Mamusia gambar dan rupa TUHAN dan dijadikan oleh Tuhan sendiri dengan kuasa dan kedaulatan.

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita..." (Kejadian 1:26).

Dalam konteks West Papua, pemerintah Indonesia dengan kekuatan pasukan TNI/Polri dengan ringan tangan, ringan hati, ringan pikiran dengan mocong senjata menembak mati umat Tuhan demi kepentingan NKRI dengan mitos dan stigma OPM, separatis dan mitos terbaru, yaitu KKSB.

Kejahatan ini sudah berlangsung lama 57 tahun. Pembunuhan umat Tuhan terus berlangsung di Nduga. Para serdadu Indonesia menjadi pembunuh umat Tuhan. TNI mengusir Penduduk Asli dari tanah leluhur mereka dan TNI dengan tanpa rasa salah dan dosa membuat pernyataan: "orang-orang Nduga berimigrasi dan tidak ingin kembali." Memang, TNI benar-benar kejam, jahat, brutal dan kriminal.

Rasul Paulus menulis kepada Jemaat di Korintus dan kepada kita semua sekarang ini.

"Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia..." ( 1 Kor. 3:16,17).

Pesan rasul Paulus sangat tegas dan jelas. Orang yang membinasakan Bait Allah, tubuh manusia, TUHAN pasti membinasakan. Kutuk, murka, malapetaka dan musibah dari Tuhan pasti akan menimpa mereka.

2.2. Jangan Mencuri (ay.15)

Tujuan dari Firman Tuhan ini dalam banyak hal dan juga konteks. Namun, kita batasi dalam pembahasan tentang Tanah.

Jangan mencuri tanah umat Tuhan. Jangan mencuri tanah rakyat atas nama pembangunan. Jangan merampok tanah rakyat atas nama pembangunan infrastruktur TNI/Polri. Jangan curi tanah rakyat untuk transmigrasi.

Jangan merampok dan mencuri tanah rakyat untuk menanam kelapa sawit. Jangan rampas tanah rakyat untuk pertambangan emas.

Diingatkan juga kepada pemilik tanah, jangan menjual tanah dengan harga 100jt, atau 1 Milyar. Karena harga tanah bukan 100jt, atau 1 Milyar. Harga tanah tidak dapat diukur dengan nilai uang. Tanah diberikan cuma-cuma oleh TUHAN Allah kepada kita untuk mengusahakan dan memelihara (Kejadian 2:15).

Tidak ada pesan Tuhan kepada manusia bahwa tanah dijual atau diserahkan kepada orang-orang asing. Pesan TUHAN kepada manusia hanya dua prinsip: " Mengusahakan dan Memelihara."

Dalam Kitab Imamat 25:23 ditegaskan: "Tanah jangan dijual mutlak, karena Akulah pemilik tanah itu, sedang kamu adalah orang asing dan pendatang bagi-Ku."

Pemerintah kolonial Indonesia sudah putusan membangun 31 Kodim baru di seluruh West Papua. Di atas tanah siapa alat kejahatan, kekerasan dan pembunuh manusia ini dibangun? Sebenarnya tidak ada tanah atau dusun untuk para penjahat ini.

Tapi, itu tergantung Penduduk Asli Papua pemilik Tanah Papua. Tanah itu mama dan hidup kita. Tanah modal dan investasi sangat berharga untuk anak dan cucu kita. Kita bisa hidup tanpa uang dan tanpa TNI. Kita tidak hidup tanpa tanah.

3. Bersuaralah untuk umat Tuhan

Orang Kristen, orang-orang yang percaya Yesus Kristus, Anda baik sipil, pejabat, anggota TNI/Polri jangan takut untuk membela umat Tuhan.

"Seperti mata air yang keruh dan sumber yang kotor, demikianlah orang benar yang kuatir di hadapan orang fasik" (Amsal 25:26).

Sampaikan bisikan nuranimu dan imanmu. Buka mulutmu untuk melindungi manusia dan tanah mereka.

"Bukalah mulutmu untuk orang yang membisu, untuk hak semua orang yang merana. Bukalah mulutmu, ambillah keputusan secara adil dan berikanlah hak kepada yang tertindas dan yang miskin hak mereka" ( Amsal 31:8-9).

Hadirlah dan bukalah mulutmu dan katakan jangan sedih dan menangis.

Karena "...air mata orang-orang yang tertindas dan tak ada yang menghibur mereka, karena dipihak orang-orang yang menindas ada kekuasaan" (Pengkhotbah 4:1).

4. Kesimpulan

Kalau di West Papua umat tetap dibantai dan tanah mereka dirampas, tidak heran bagi kita semua. "Kalau engkau melihat dalam suatu daerah orang miskin ditindas dan hukum serta keadilan diperkosa, janganlah heran akan perkara itu, karena pejabat tinggi yang satu mengawasi yang lain, begitu pula pejabat-pejabat yang lebih tinggi mengawasi mereka" ( Pengkhotbah 5:7).

Pertanyaannya ialah hari ini, 5 Agustus 2019, Anda sudah mendengar Firman Tuhan, Anda memiih diposisi mana, apakah dipihak penindas atau umat Tuhan yang tertindas atau sebaliknya.

 

Ita Wakhu Purom, 5 Agustus 2019.

 

#Gereja

Baca Juga, Artikel Terkait