Jelang Manifesto Politik Papua Ke-58, Sweeping Ketat Di KM 100

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

15 Hari yang lalu
KABAR PAPUA

Tentang Penulis
Ilustrasi.Ist

 

NABIRE, KABARMAPEGAA.com--Jalan Trans  yang menghubung empat  kabupaten dari Nabire  menuju Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Intan Jaya, tepatnya di Kilo Meter 100, Gabungan Aparat kembali melakukan sweepin ketat. Sweeping itu dilakukan pada setiap mobil dan motor yang melintas di jalan tersebut.

 

Pemerikasaan itu dilakukan dengan alasan memerikasa barang mencurikan yang dibawa oleh setiap kendaraan oeh penumpan yang melintas di jalan trans ini, dan dikabarkan hal itu dilakukan guna mengamankan wilayah Meepago menjelang hari manifesto Politik Papua, yang diyakini orang Papua sebagai hari kemerdekaan Papua Barat ke-58.

 

Dalam pemeriksaan itu, dikabarkan sangat ketat. Hal itu terbukti saat, pihak aparat menghentikan Mobil yang mengangkut jenasa dari Nabire menuju Dogiyai.

 

Seperti yang dilaporkan oleh salah satu penunmpang berinisial MD  yang hendak membawa jenasa atas nama  Elikio Douw yang meninggal  pada dua hari sebelumnya, membenarkan kejadian itu.

 

“Kami bawa jenasa, Elikio Douw meningal hari rabu, 27 November  dari Nabire. Setelah pihak orangtuanya diminta bawa naik ke Dogiyai, kami siapkan kendaran dan jenasa sekalin. Sekitar jam 08. 50 Waktu Papua, kami naik ke Dogiyai. Sekitar jam 10.20 WP,  kami tiba di Kilo Meter 100 Nabire Dogiyai,  sementara kami belum tahu adanya pemeriksanan atau Sweping,” katanya.

 

Lanjut Douw, Karna bawa Jenasah  sehingga tidak singa di kilo 100 namun, Pihak keamanan gabungan TNI/POLRI hadang kami.

 

“Kami meminta mereka ini bukab apa-apa ini maiyat yang kami bawa, namun mereka bersi keras untuk memeriksa lebih Kedalam. Hampir 20 menit kami hampir berkelahi dan kami menyatakan bilah kamu memeriksa baik, kami akan turunkan maiyat dan kamu makan mayat ini,”  katanya.

 

Namun, pihak aparat tidak mengindahkan permintaan tersebut Waktu itu sehingga hal itu sempat membuat keributan di kilo meter 100.

 

“kami hampir berkelahi, sehinga mereka buka jalang. Salah satu TNI yang sedang jaga ini menyatakan, kami menjalangkan tugas kami, sehinga jangan melawan,” katanya lagi.

Pihak keluarga yang membawa jenasah terus bernegosi dengan aparat. “Seharausnya pihak aparat mengahargai kami sebab, kami bukan penumpan bisa tetapi kami hendak bawa mayat.  Mereka tidak menghargai kami, pdahal kami tidak membawa apa-apa tapi, kami bawa maiyat,” tutupnya.

 

Sementara itu, dua hari yang lalu, Polisi yang bertugas di Nabire kembali melakukan sweeping di Wadio atas tepatnya di Jembatan , sebelum tanjakan pertama menuju Topo dan sekitarnya. Sweeping itu dilakukan sekitar pukul 18.30 Waktu Papua.

 

Sepanjang tanjagkan, Mobil Truck yang memuat kayu dan barang lainnya dari arah, Topo ke tabire berhenti di sepanjang tanjakan wadio. Sweeping itu dilakukan di petang menjalang malam hari.  Para aparat kembali  ke markas sekitar pukul 19.00 WIB.

 

 

Pewarta: Petrus Douw

Editor:  Manfred Kudiai

 

 

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait