John NR Gobai: masuknya seni dari luar pelan-pelan telah menggeser seni asli di Papua

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

2 Bulan yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua, John NR Gobai. Ist

 

YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA.com--Mengembalikan dan membangkitkan kembali semangat cinta budaya dan seni tanah air haruslah dimulai saat ini. Masuknya seni dari luar pelan-pelan telah menggeser seni asli di Papua. Kita bukan anti perubahan atau pengaruh luar namun jika ini tidak dicegah maka hal ini akan membuat generasi muda kita hanyut dalam seni dan budaya baru.

 

 Hal tersebut dikatakan John NR Gobai, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua melalui media sosia (Whatshapp) yang diterima redaksi kabarmapegaa.com, Jumat, (5/7/2019).

 

 “Misalnya, dalam hal seni suara, dikota jayapura, jika kita kemana-mana lagu yang diputarkan adalah lagu-lagu mitha talahatu, lagu-lagu ambon dan juga lagu lagu yang terdengar porno,lagu lagu barat, menurut saya ini akan membuat generasi muda dan anak anak lebih tertarik dengan lagu lagu dan musik dari luar ketimbang musik dan lagu lagu papua. Memang disadari bahwa ini soal selera namun kita lihat dari sisi identitas dan kekhasan ini sangat bertolak belakang, sampai-sampai seakan akan kita ingin memindakan ambon ke papua, batak ke papua,dll,” paparnya.

 

Menurut Mantan  Sekretraris II Dewan Adat Papua (DAP),   Sesuai dengan UU No 21 Tahun 2001 dan Perdasus No 16 Tahun 2008 tentang Pembinaan dan Perlindungan Kebudayaan Asli Papua, makan saya meminta kepada para sopir angkutan umum dari manapun saudara berasal agar lebih sering memutar lagu lagu Papua, saya pikir tidak sulit anda bisa membeli di pasar atau tempat menjual DVD,CD.

 

“Ada sebuah pengalaman menarik saya ketika berkunjung ke kantor Walikota Jayapura, saya mendengar lagu lagu asal Port Numbai disana, ini satu suasana yang bagus yang menurut saya bagus jika di semua kantor OPD ada saat saat tertentu diputar lagu lagu papua, baik akoustik maupun modern,” bebernya.

 

Dalam kaitan, Kata John NR Gobai,  dengan perlindungan kebudayaan papua, saya harap Gubernur Papua, Para Bupati/Walikota agar mengistruksikan kepada para sopir, Para kepala OPD, Kepala Sekolah dan Perguruan Tinggi agar ada hari hari terntu agar wajib memutar lagu lagu papua serta ada hari hari tertentu menggunaka bahasa daerah dalam komunikasi baik di kantor-kantor maupun di sekolah.

 

“ Dalam kaitan ini pula kembali saya minta kepada Gubernur Papua agar Taman Budaya Papua agar dapat diaktifkan sebagai Pusat Kebudayaan Papua,” katanya.

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait