Jokowi Mengedepankan Pembangunan Infrastruktur Dibanding Penyelesaian Pelanggaran Kejahatan Kemanusiaan

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

4 Bulan yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Ir. H. Joko Widodo, Presiden Indonesia

 

Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak dasar yang dimiliki oleh setiap manusia karena martabatnya sebagai manusia. HAM dari setiap manusia tidak dapat dihilangkan atau dinyatakan tidak berlaku oleh negara manapun di bumi ini.

 

Indonesia sebagai negara anggota PBB yang telah meratifikasi beberapa instrumen hukum mengenai Hak Asasi Manusia diantaranya, kovenan Internasional tentang hak sipil dan politik telah diratifikasi indonesia melalui UU No 12 tahun 2005 dan kovenan internasional tentang hak ekonomi, sosial dan budaya melalui UU No 11 tahun 2005. Namun, kedua instrumen hukum berbanding terbalik, saat melihat keadaan faktual dilapangan.

 

Semakin meningkatnya penggusuran paksa atas nama pembangunan, upaya paksa pembungkaman ruang-ruang demokrasi yang dilakukan oleh polri dan ormas. Secara yuridis hak warga negara dijamin dalam konstitusi, yakni dalam Pasal 28E,  ayat 3 yaitu, “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Kenyataan ini membawa kita pada fakta bahwa negara secara aktif sedang mengabaikan hak-hak warga negara-nya.

 

Kontras menyebutkan bahwa, salah satu alasan utama adalah rendahnya perhatian pemerintah untuk agenda-agenda HAM, atau dengan kata lain, HAM belum menjadi agenda prioritas pemerintah.

 

Selain mengesampingkan pemenuhan dan perlindungan HAM, pemerintah juga terkesan melakukan pembiaran terhadap pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi di indonesia.

 

Berdasarkan penelitian Amnesty International, indonesia dalam 8 tahun terakhir, ada 69 kasus pembunuhan dengan 95 orang kehilangan hak untuk hidup di Papua. semua kasus tersebut tidak ada satu pun yang dibawa ke pengadilan umum. Termasuk kasus yang dijanjikan Presiden Jokowi yaitu pembunuhan terhadap 4 orang Pelajar di Paniai pada 8 desember 2014 lalu.

 

Narasi ini ditulis oleh Demianus Ogetai, Mahasiswa Papua, Kuliah di Yogyakarta

 

 

#Mahasiswa dan Pemuda

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait