JPU Bacakan Tuntutan Terhadap Dua Tapol Anti Rasisme Papua di PN Balikpapan, ini Tanggapan Natalius Pigai

Cinque Terre

1 Tahun yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Foto : Aktivis Kemanusiaan dan Korban Rasisme, Natalius Pigai

 

 

NABIRE, KABARMAPEGAA.com - Di Pengadilan Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur Jakasa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutan tehadap 2 dari 7 Tapol Aktivis Anti Rasisme Papua, Selasa (2/6/20) waktu setempat.

Masing-masing dalam tuntutan JPU. Irwanus Uropmabin dituntut 5 tahun penjara sedangkan Buktar Tabuni 17 Tahun penjara.

Lantaran itu, Aktivis Kemanusiaan dan Korban Rasisme, Natalius Pigai menanggapi bahwa sudah saatnya rakyat Papua untuk bersatu melawan rasisme terhadap Afrika Diaspora di Papua Melanesia.

“Saya mau tegaskan kepada Presiden Jokowi, Jaksa dan Hakim bahwa mereka adalah korban rasisme yang melakukan perlawanan terhadap anti rasialisme,”tandas Pigai dalam keterangan pers yang diterima KABARMAPEGAA.com via Chat WhatsApp, Selasa (2/6/20).

Pigai meminta, Tuntutan Jaksa harus ditinjau kembali, sebab menurut Pigai, tuntutan JPU tersebut justru Negara menjustifikasi rasialisme dan Papua phobia.

“Ini sudah tidak adil. Injustice, maka sekali lagi saya tegaskan saatnya rakyat Papua untuk bersatu melawan rasisme terhadap Afrika Diaspora di Papua Melanesia,”tegas pigai

Sebab Pigai menilai,  Keadilan itu tidak berlaku di dalam hukumnya penguasa, pasalnya betapapun mereka menebar senyum dan kata yang manis dalam bingkai pancasila, bhineka tunggal ika. ***

#LBH Papua

Baca Juga, Artikel Terkait