Juara PGSC 2020 Se-Tanah Papua,  Andreas Tebai: jaga  alam dan hutan 

Cinque Terre
Manfred Kudiai

1 Tahun yang lalu
LINGKUNGAN

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Vokalis Andreas Tebai. Ist

 

 

NABIRE, KABARMAPEGAA.com—Andreas Tebai yang akrab di panggil Andy Tebai mengajak kepada seluruh anak negeri Papua untuk bersama menjaga budaya;  alam dan  hutan Papua. Hal tersebut dikatakan Andy setelah memenangkan Festival atau event musik Papua Green Sound & Kulture (PGSC) 2020 yang diselenggarakan oleh Bentara Papua, Senin, (10/08).

 

Dari berbagai  group vokal  musik yang berasal dari Papua dan Papua Barat  yang  ikut dalam kompetisi ini, akhirnya  Andy  keluar sebagai juara II. Hasil  Kemenangan tersebut diumumkan bertepatan dengan hari Masyarakat Adat Sedunia, 9 Agustus 2020.

 

 Andy Tebai, Putra asal Nabire, Papua ini mengaku, kesiapannya sudah dimulai sejak awal pengumuman pendaftaran yang disampaikan oleh Bentara Papua.

 

“Persiapan kurang lebih sekitar 1 bulan sebelum perlombaan dimulai.  Dan selama persiapan itu, ada kendala yang saya alami. Kesulitan itu, dalam  mengaransemen musik,” jelasnya Andy kepada kabarmapegaa.com, Senin (10/08) saat diwawancara via pesan eletronik.

 

 

Andy yang dengan gigi mengembangkan bakat di dunia musik ini mengaku dirinya sangat rindu menyuarakan suara tentang budaya dan alam Papua memalui bakat yang digelutinya yakni, melalui musik.

 

 “Saya ingin menyampaikan pesan kepada seluruh anak negri Papua untuk bersama menjaga budaya; alam dan hutan Papua,” terangnya.

 

 Dirinya mengaku sangat senang karena melalui lagu ciptaan sendiri dan aransemen musik yang dibuatnya  mampu membawa dia keluar sebagai juara dua mengalakan berbagai team yang ikut berpartisipasi dalam ivent ini.

 

“Sangat senang karna pesan yang saya sampaikan lewat lagu itu bisa tersampaikan sehingga mendapat juara 2,” bebernya.

 

Sebagai pesan bagi generasi mudah Papua, Andy mengatakan, semua jelas dalam lagunya sehingga bagi siapa saja yang mencintai alam dan hutan silahkan ikuti  pesan yang tersirat dalam karyanya.

 

“Juara ini saya dedikasikan kepada mereka yang selalu meng-support saya, entah itu keluarga, teman, dan kenalan. Karna support merekalah yang mendorong semangat saya  untuk tetap berkarya,” katanya.

 

Lagu yang ia ciptakan itu berangkat dari realita yang saat ini dilanda Papua. “Dari kenyataan yang saya lihat dan video yang saya saksikan tentang hutan Papua.”

 

Andy juga tak lupa menyampaikan terima kasih kepada team yang ikut membantunya dalam pengambilan video. Kata Andy, dirinya sangat terkesan atas  semangat team pada saat pengambilan video klip.

 

 Selama proses, tidak semulus membalik telapak tangan. Andy juga mengalami beberapa kendala yang menyita waktunya dan harus sabar dalam proses yang ia lalui. Salah satunya adalah terbatasnya alat.

 

 Kemudian, ketika ditanya etimasi waktu yang dibutuhkan dalam  menghasilkan karyanya, Kata Andy, selama dua minggu. “Dua  minggu, karna PC yang saya gunakan spesnya kurang mendukung.”

 

Selain lagu yang telah Andy cipta untuk ikut lomba tersebut, sampai saat ini sudah ada sekitar sekitar 7 lagu yang sudah keluar dari catatannya.

 

 

Menjuarai di PGSC 2020  bukan juara yang diraih oleh andy pertama kali melainkan Andy juga pernah juara di beberapa lomba: Lomba Hardiknal Idol Nabire tingkat SMA/SMK 2013; juara  lomba  Solo Sekampus STPN 2014 dan Andy juga pernah juara di lomba Bintang Radio Nabire 2019 lalu.

 

 

Lagi, Andy memfokuskan pada lagu yang baru ia  liris  ini. Tentang Hutang dan lingkungan, sebab bagi Andy, dilihat dari isi lagunya mengajak kepada kita (generasi muda Papua) untuk mencintai alam dan jaga alam Papua.

 

Berikut adalah lagunya: Andreas Tebai - Mari Torang Jaga (PGSC 2020)

 

“Kalau bukan ko dan sa yang jaga alam hutan Papua,  Siapa lagi? Dan lagu ini  Kurang lebih, iya, ajakan buat semua suku yang hidup di tanah Papua,” terangnya.

 

Andy menambahkan: “Mari tong jaga hutan kita. Jang kita asal tebang pohon dan kasih habis. Berani berbuat berani bertanggung jawab, artinya bahwa kita tebang pohon tapi juga harus menanam pohon.”

 

Andy juga tak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak Bentara Papua yang sudah menyelenggarakan PGSC tahun 2020. Dan juga kepada Toko Aksesoris Papua ART Shop Wisata Hati,  Nabire.

 

“Saya terkesan dan  puas karna pesan saya lewat lagu itu sudah tersampaikan dan puas dengan hasil yang saya peroleh,” tutur Andy.

 

Dalam lomba festival musik yang diselenggarakan oleh Bentara Papua, para  pemusik dari berbagai genre untuk menyuarakan perlindungan alam dan juga budaya yang ada di Tanah Papua ini dimenangkan oleh  SD YPPK Dominika Kogo, kab. Mapp, keluar sebagai juara I, Juara II (Andy Tebai); Vocal Group Haleluya 94 di  Manokwari  (III);  Elegan Boys dan Irian Jaya 95 ( Manokwari ) keluar sebagai IV.

Highlight Lima Finalis PGSC 2020

Dalam fesitival  ini,  diikuti oleh 22 peserta dengan  juri empat orang Penyanyi/artis asli Papua, diantaranya: Michael jakarimilena ; Iksan skuter; Edwin Bonzo  dan Delian Dogopia.

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#Budaya

#Mahasiswa dan Pemuda

#Lingkungan dan Hutan

#Papua Bisa

Baca Juga, Artikel Terkait