Jubir TPNPB: kami tidak teror,  warga mengungsi karena takut

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Tahun yang lalu
POLITIK DAN PEMERINTAH

Tentang Penulis
Warga mengunsi ke kota Timika.

 

TEMBAGAPURA, KABARMAPEGAA.com--Warga Papua di kawasan Tembagapura mengungsi ke kota Timika dan sekitarnya setelah adanya kontak Senjata antara Tentara Pembebasan Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) versus Militer Indonesia. Terkait Pengungsian warga, pihak Militer Indonesia mengaku permukiman warga diserang OPM, namun pernyataan tersebut dibanta oleh pihak TPNPB.

 

“Warga yang mengungsi itu karena takut atas kejadian kontak senjata antara TPNPB dan aparat gabungan Indonesia, bukan disebebkan karena  adanya teror oleh pasukan TPNPB,” kata Sebby Kepada media ini saat dihubungi, Senin (8/3).

 

Sebby mengaku, warga mengungsi ke Timika karena takut setelah ada kontak senjata dengan pihaknya. "Kami tidak teror warga, karena warga bukan musuh kami."

 

“Warga mengungsi karena kejahatan pasukan kemanan Indonesia, bukan karena takut TPNPB. Militer dan Polisi melakukan penipuan publik untuk melegitimasi rakyat Papua bahwa TPNPB jahat, begitu, dan itu cara kuno, dari dulu Militer dan Polisi lakukan begitu,” kata Jubir TPNPB, Sebby Sambom.

 

Kata Sebby, di  tahun 2017 pun sama halnya, tapi itu militer dan Polisi yang sengaja hasud mereka untuk diungsikan ke Timika, setelah itu mereka mau lakukan operasi dengan menggunakan roket dan serangan helikopter, jadi kami tidak sebodok itu, karen TPNPB berjuangn untuk rakyat bangsa Papua.

 

“Masyarakat di Tembagapura itu semuanya keluarga  kami,  jadi tidak mungkin. Itu hanya permainan militer dan Poliis Indonesia. TPNPB-OPM berjuang untuk Hak Kemerdekaan Bangsa Papua, jadi Indonesia pikir Rakyat Papua benci Pasukan TPNPB? Sama sekali tidak, karena rakyat Papua mau merdeka, dan berdiri sendiri sebagai bangsa yang nerdeka, terlaps dari penindasan oleh Indonesia,” katanya.

 

Kemudian, Warga yang mengunsi ke Timika berasal dari empat kampung di Distrik Tembagapura mengungsi ke Timika Papua.

 

Sementara itu, Pimpinan TPNPB, Lekagak Telenggen, dalam pernyataan tertulis kepada media melalui jubir TPNPB, Sebby Sambom yang selanjutnya diteruskan kepada berbagai media melaporkan kondisi terkini di Tembagapura.

 

Berikut adalah  laporan Komandan Operasi Umum, TPNPB, Major general Lekagak Telenggen:

 

“Perang Antara Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dan Pasukan Keamanan Indonesia di Tembagapura Papua, sedang berlangsung, yang mana Perang telah dimulai dari tanggal 26 Februari 2020 sampai 6 Maret 2020.

Lekagak mengatakan bahwa Pasukan saya berhasil tembak Mati 17 Anggota Pasukan Keamanan Indonesia  dan luka-luka  kami belum  ketahu,i tutur Lekagak.

Lekagak juga menambhkan bahwa saya harap Pimpinan Militer dan Polisi Indonesia segerah  mengakui korban anggota mereka yang tewas ditembak Pasukan TPNPB.

Kasihan, mereka punya istri dan anak-anak. Kenapa Pemerintah Indonesia sembunyikan korban anggota Pasukan Militer dan Polisi Indoesia yang tewas ditembak Pasukan TPNPB?

Lanjut Lekagak Telenggen, Kamu mati tidak apa asal jangan anggap perang kami adalah perang KKB, KKSB OTK, dan stikma lainnya.

Ingat bahwa Kami yang saat ini perang di areal PT. Freeport Indonesia dan menguasai wilayah Tembagapura adalah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, yang mana telah dan sedang melakukan pembelaan dan perlindungan terhadap Rakyat dan Negeri Kami, yaitu West Papua.

Lekagak  juga  mengatakan  Kami  sudah    dapat  bocoran  bahwa  Pasukan  KOPASUS didikan Prabowo Subianto, diam-diam telah mengirim Pasukannya Ke Papua dan menggunakan Senjata canggih yaitu snaiper dan siapkan Pesawat tempur Jet, itu silakan datang.

Kami adalah tuan Tanah, pemilik   Gunung Nemangkawi. Jika Pasukan merah kah, Pasukan Amerika kah, silakan datang, karena Kami siap.

Nanti kami akan menyaksikan seleksi Tuhan dan Alam di atas Tanah ini, Tutur Lekagak Telenggen dengan nada santai.

Komandan Operasi Umum TPNPB Major General Lekagak Telenggen juga telah mengatakan bhawa dulu boleh kami Pasukan TPNPB jumlah sedikit, tetapi sekarang anggota Pasukan TPNPB sudah banyak  dan kami siap lawan sampai Tambang Emas Freeport di Tembagapura harus tutup.

Menurut Lekagak Telenggen Tentang Evakuasi Masyarakat Civil Orang Asli Papua dan diungsikan ke Timika Oleh Pasukan Militer dan Polisi Indonesia itu adalah keasalahan besar, yang dilakukan Oleh Pasukan Keamanan Indonesai.

Lekagak juga menambahkan bahwa Warga Civil orang also Papua terpaksa dievakuasi, karena mereka merasa ketakutan setelah kehadiran Pasukan Militer dan Polisi Indonesia yang berlebihan menempati di kampung-kampung mereka.

Laporan ini sisusun berdasarkan hasil komunikasi Antara Staff Kusus TPNPB bagian Pelaporan (Tuan RTL) dengan Komandan Operasi Umum Major General Lekagak Telenggen langsung dari Tembagapura, via handpone satellite.

Dan selanjutnya laporan ini dikeluarkan dari Manajemen Markas Pusat TPNPB-OPM, dan diumukan oleh Juru Bicara TPNPB Tuan Sebby Sambom.

Demikian laporan Resmi dari Komadan Operasi Umum TPNPB Major General Lekagak telenggen, tentang situasi terkini di areal Tambang Emas Milik Ameriak di Tembagapura-Papua.

 

Tembagapura 7 Maret 2020

Penanggungjawab Perang Pembebasan Nasional, Komanda Operasi Umum TPNPB

ttd

Mayor Jenderal Lekagak Telenggen

NRP. 73120000004”

 

Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw menegaskan akan segera menindak tegas  TPNPB , yang kini sudah berada di perkampungan distrik Tembagapura, Mimika, Papua.

 

Kemudian, Kapolda Papua dan Pangdam 17 Cenderawasih, pada hari Sabtu (7/3/2020) dikabarkan telah bertolak dari Timika menuju Tembagapura.

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#Politik

#TPNPB-OPM

Baca Juga, Artikel Terkait