Kabar Buruk Di Bumi Pailit

Cinque Terre
Marcelino Kudiai

20 Hari yang lalu
PUISI

Tentang Penulis
Penjemputan jenazah Alm. Pater Dr. Neles Kebadabi Tebay, Pr. (Foto: Whens Tebay/papuansphoto)

 

 

Kabarkan padaku tentang semesta jati dirimu

Agar kata-kata ini tak melulu tentang ketamakan

Disaat wujud  warna identitas luntur dan mengikis 

Di antara laju waktu yang mengalamoniak tunduk 

Hanya tinggalkan puing-puing berserakan di persada

 

Ceritakan padaku tentang derita panjangmu

Biar tawa ini berhenyak kaku dan malu sendiri 

Ketika airmata-airmata di bumi

Hilir ke hulu tiada terbendungi dalam hidup 

Dan terus menetes rinai dari langit bangsamu 

 

Beritahu aku mengenai lukamu

Supaya suka cita ini tak terlanjur menipu 

Pada peri memar yang tak kunjung berbalut

Sabang hidup merintih disayati tirani benggal

Melafas jiwa-jiwa terkunkung dalam nestapa 

 

Bisikan di telingaku tentang sunyimu 

Agar hinggar binggar ini tak larut tanpa daya 

Supaya kau tangguh pacuh mencari kehidupan 

Walau tiap ruang dihenkang para predator 

Menghekang tapak jejak dalam buntutan serdadu 

 

Sampaikan padaku tentang kehilanganmu

Biar aku sudahi ketangguanku yang pura-pura

Terlena dibalik musnah insan yang tak terkira 

Disaat satu persatu pergi tinggalkan untuk dikenang 

Ratapannya terborgol direlung hati yang terkulai 

 

Suratkan untukku selembar puisi 

Agar tak ku tinggal tidur diberanda penjajah 

Membaca kabar buruk tentang diri dan bangsamu 

Di tiap bait syairnya penuh luka penuh darah

Dengan tinta buram kelabu yang meringkih hati 

 

Lalu biar waktunya masih bersekutu 

Datanglah dengan semangat enam satu dulu

Agar amarahku dan bencimu bersatu padu

Iklarkan jiwaku dan hatimu seia sekata

Lalu seutuh kita mengusir kaum bejat keparat 

 

Bukit Hening, Samping Pusara KEBADABI

26/04/2019

 Aleks Giyai 

 

 

 

 

Baca Juga, Artikel Terkait