Kabar Mapegaa Mengajar Demi Generasi Tanah Papua

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

13 Hari yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Saat Yunus Gobai, wartawan kabar mepegaa mengajar kepada adik adik SD di Timika-papua.

 

 

TIMIKA, KABARMAPEGAA.COM--Protal media online kabarmapegaa.com sedang menjalankan sebuah  program “Kabar Mapegaa Mengajar di bidang Jurnalistik”. Program ini berjalan sejak 2015 di berbagai daerah baik Papua maupun diluar papua khususnya Jogyakarta, Semarang, Malang, Surabaya dan Bogor sedangkan di Papua seperti Jayapura, Timika, Nabire, Paniai dan Manokwari.

 

Kami menjalankan program ini sebagai peliput dan juga  tidak terlepas untuk mengajar. Kabar Mapegaa Mengajar memiliki dua kelas, kelas pertama: Tingkat anak-anak usia 3-15 tahun. Kami mengajar lebih fokus melancarkan dan mengenal membaca, menghitung, menulis, dan permainan Game. Sedangkan kelas kedua: Pelajar, Mahasiswa Pemuda dan Umum. Kami mengajar lebih pelatihan dasar Jurnalistik dan pengembagan skil lainnya.

 

“Kabar Mapegaa Mengajar” menggunakan metode mengajar papan tulis, pawer point, slide laktop, diskusi, praktek bergaya kepapuaan hanya dengan modal semangat peliputan berita dan tidak terlepas dari mengajar

 

Tujuanya agar generasi muda Papua mengajarkan untuk menulis sejarahnya sendiri dan program ini juga mencetak SDM di bidang Jurnalistik dan bidang lainnya dengan pengembangan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki serta mentransfer ilmu kepada generasi Papua.

 

Kami tidak hanya mengajar begitu saja, tetapi kami sering membuat bulletin hasil kerja mereka, kemudian kami bagikan kepada mereka sesuai hasil kerja mereka.

 

Kami mau generasi mudah papua tahu menulis. Kalau mereka tahu menulis mereka mampu menemukan identitas, sejarah hidup, pengalaman dan gaya hidup melalui tulisan.

 

Kami wartawan kabarmapegaa melihat banyak masalah terjadi di papua dan papua barat sejak dulu hingga sekarang tanah papua banyak terjadi pembunuhanm pemerkosaan, percurian kayu, emas, dan dan masuknya PT PT perusak lingkungan yang berdampak pada kerusakan lingkungan. Melalui pelatihan menulis mereka mampu menemukan solusi dalam menulis untuk mengupas semua persolama diatas tanah papua.

 

Kami juga merasa sukses akan kegiatan belajar mengajar tentang dunia jurnalistik, karena kami sudah terbukti banyak yang menjadi wartawan yang mampu meliput berita dan menjadi penulis penulis buku.

 

Tujuan kami apa yang kami mengajar, setelah peserta pelatihan memahami materi  tidak seharusnya kembali kepada media kami kabarmapegaa, tetapi bagaimana bisa bergabung dalam media media lain di tanah Papua dengan dasar ilmu jurnalistik yang kami punya.

 

Apa yang kami memberi ilmu dasar jurnalistik menjadi bekal dalam menghadapi dunia informasi menjadi pemula penulis yang aktif dalam berbagai penulisan adalah harapan kami.

 

Kabar mapegaa tidak ada uang. Ada hanya semangat  wartawan muda papua untuk generasi sekarang. Kami tidak ada sponsor, kami kerja demi perubahan papua dengan dasar ilmu jurnalistik. Apa yang kami punya kami memberik kepada anda semua.

 

Kami wartawan juga penulis pemula berawal dari pelajar dan mahasiswa. Harapan kami apa yang kami berbuat tentang belajar mengajar tanpa dana hanya semangat nilai terbaik untuk Papua.

 

Selamatkan generasi Papua, selamatkan aset bangsa Papua dengan motto: "Kami Belajar Kami Mengajar". Salam Pena, tintaku kataku dari kita untuk kita demi tanah papua.

 

Penulis adalah Yunus Gobai, salah satu pengajar,  kabarmapegaa mengajar sekaligus Wartawan aktif kabarmapegaa.

 

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Mahasiswa Papua

#Belajar Menulis

Baca Juga, Artikel Terkait