Kabupaten  Dogiyai  menuju “Dogiyai Dou Ena”

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

6 Bulan yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Simon Utuma Tebai-(Doc.KM)

 

Oleh, Simon Utuma Tebai)*

 

Kabupaten Dogiyai adalah salah kabupaten yang terlatak di pengununggan tengah Provinsi Papua. Kabupaten ini yang dulu mencakup dalam kabupaten Nabire. Kabupaten Dogiyai di bentuk pada tanggal 04 Januari 2008 berdasarkan Undang-undang Nomor 08 Tahun 2008. peresmian kabupaten Dogiyai di lakukan oleh Mendagri Mardiyanto pada tanggal 20 Juni 2008 di Nabire Papua.

 

Pusat pemerintahan Kabupaten Dogiyai berada di Moanemani Distrik Kamuu. Kabupaten ini memiliki dua zona yaitu Daerah lembah dan Daerah lereng gunung. Daerah lembah meliputi Kamuu dan Daerah Lereng gunung meliputi Mapia.

 

Penduduk yang mendiami di Kabupaten Dogiyai, Setiap hari Mata pencahariannya adalah bertani, berternak, berkebun, dan berburu guna mempertahankan hidupnya, Ini adalah mata pencaharian masyarakat setempat yang sudah menjadi turun-temurun bagi Masyarakat setempat.

 

Masyarakat yang dulunya sudah terbiasa dengan berkebun, bertani, berburu, berternak sekarang Sudah mengalami kepunahan karena, terpengaruh dengan Perkembangan Sekarang seperti Dana Desa yang cukup besar jumlah yang beredar di masyarakat, dan juga pemerintah memberikan Bantuan Beras Rakyat Miskin (Raskin) dan Permainan Tato Gelap (Togel), dan hal -hal Negatif lain yang semakin meluas di kabupaten ini.

 

Sehingga masyarakat yang dulu sudah terbiasa dengan berkebun, berternak, berburu, bartani sudah mulai menurun dan mengalami puna, karena kebutuhan makan minum pun, mereka mengharapakan pada bantuan beras rakyat miskin (Raskin) dan keinginan untuk bertani, berburu untuk mendapatkan Uang sudah mulai menurun karena warga setempat mengharapkan pada dana desa begitu besar di berikan dan pemerintah dan juga warga selalu mangharapakan pada permainan tato gelap ( Togel) Sehingga keinginan untuk berkebun, bertani, berternak sudah mengalami kepunahan di kabupaten ini.

 

Sebenarnya kabupaten ini memiliki tanah yang subur, baik itu daerah pengunnggan (Mapia) maupun daerah lembah ( Kamuu). Kabupaten ini memiliki tanah sangat baik untuk bercocok tanam, bertani, berternak. Tetapi sebagian besar masyarakat yang tinggal di kabupaten ini mengalami kemunduran untuk bertani dan bercocok tanam karena mereka mengharapkan pada Bantuan Beras Rakyat Miskin (Raskin), Dana Desa yang cukup besar dan Permainan Tato gelap ( Togel).

 

Masyarakat yang sampai saat ini, masih mempertahankan mata pencaharian mereka dengan bertani, berternak, berburu dan Berkebun sangat minim sekali. Mereka dengan yang hasrat kuat untuk mempertahankan mata pencarian mereka yang sudah ada sejak dahulu kala, Karena untuk mendapatkan kebutuhan pokok ba ik makan minum maupun kebutuan lainnya bisa di dapat apabila  bekerja .

 

Sehingga sebagai solusinya dogiyai bisa terwujud  “Dogiyai Dou Ena”  apabila masyarakat setempat bisa bertani, beternak, berkebun, berburu untuk memenuhi kebutuahan pokok sehari-hari mereka. Dan kepada pemerintah setempat harus memfasilitasi masyarakat yang masih bertahan untuk bertani, berkebun, dan berternak, agar mereka ini menjadi contoh dan teladan untuk memberikan pengaruh yang positif kepada sesama. Dan juga solusi yang paling konkrit bagi pemerintah setempat adalah segera membatalkan bantuan beras rakyat miskin ( Raskin), menutup tempat Permainan Tato Gelap (Togel), Tempat-Tempat keramaian lainya yang ada. Sehingga masyarakat bisa kembali bertani, berternak dan berburu, berkebun guna menuju  “Dogiyai Dou Eena”.* 

 

 

Penulis adalah Anggota Aktiv UKM-KMK St. Alexander Universitas Cenderawasih)*

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait