Kado Natal “Free West Papua”  Oleh  Artis Papa Cidy dari Uganda

Cinque Terre
Manfred Kudiai

23 Hari yang lalu
NASIONAL & DUNIA

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Artis Papa Cidy. Ist

 

NABIRE, KABARMAPEGAA.com--Ditengah  suasana Natal  yang meriah  yang  adalah hari  raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember  untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus itu, datanglah tembang kerinduan dan dukungan kemerdekaan Papua Barat  dari  Uganda, Afrika Timur.

 

Salah satu artis ternama dari Uganda yang geluti di genre Afrobeat , Reggae , Ragga , Kidandali, artis  Papa Cidy dengan nama lahirnya Hamidu Sekyeru ini menyumbangkan dua ciptanya untuk West Papua. Dua lagi itu seakan menjadi kado Natal dan nada pembebasan dari negeri  Uganda untuk West Papua.

 

“I just felt that i should release something new since we are coming to the end of the year2020.” Artinya: “Saya hanya merasa bahwa saya harus merilis sesuatu yang baru karena kita akan menghadapi akhir tahun 2020,” begitu tulis di deskripsi  pada lagu kedua untuk Papua dengan judul Samoa di Channel Youtube Papa Cidy pria kelahiran  8 Maret 1986 ini.

 

Papa Cidy  yang lahir di Hamidu Sekyeru ini adalah seorang penyanyi dan eksekutif musik Uganda . Papa Cidy bernyanyi dalam bahasa Luganda , Inggris dan Swahili . Beliau juga adalah wakil presiden label musik Uganda Pulau Leone .

 

Selanjutnya, pada lagu pertamanya yang ia beri judul Heart Of Papua  itu lebih keras menyuarakan kemerdekaan bangsa West Papua.

 

#freewestpapua #papacidy #theheartofpapua.

The world needs FREEEDOM, people are bleeding lets stop fighting life is too short to fight rather lets enjoy the short time we have.

#freeUG

#freewestpapua.

Bigup kyagulanyi BOBI WINE the FREEDOM FIGHTER.Heart of papua

 

Papa Cidy menyerukan suara bagi West Papua dari negeri Uganda  dan mendukung penuh pembebasan kemerdekaan Papua Barat. Hal itu terbukti dari deskripsi yang dirinya letakkan di Youtube. Sementara itu dirinya meminta kepada penggemarnya untuk segera melepaskan diri dari dan berhenti berjuang pada sesuatu yang bersifat singkat.

 

Untuk itu, Papa Cindy dengan tegas mengakatan supaya bersama membebaskan dunia terutama Papua. “Dunia membutuhkan KEBEBASAN, orang-orang berdarah mari berhenti berjuang pada  hidup terlalu singka,  berjuang  kebebasan selama  kit menikmati waktu singkat yang kita miliki,” terang Papa Cidy pria asal Kampala , Uganda ini.

 

Papa Cidy (lahir Hamidu Sekyeru) adalah seorang penyanyi dan eksekutif musik Uganda . Papa Cidy bernyanyi dalam bahasa Luganda , Inggris dan Swahili . Dia adalah wakil presiden label musik Uganda Pulau Leone .

 

Sejak berita ini ditayang, lagu pertamanya Heart of Papua  yang diterbitkan pada tanggal 16 Desember 2020 itu telah ditayang sebayak  3.137 kali dan pada lagu yang kedua dengan judul Samoa diterbitkan pada tanggal 26 Desember  2020 telah ditayangnya kurang lebih 2.002 kali.

 

Pada lirik lagu pertama Heart of Papua  , Papa Cidy menyinggung isu rasisme. Hal itu jelas terlihat pada bait pertamanya dalam lirik lagu tersebut.

 

Singkatnya Papa Cidy mengungkapkan kecintaannya pada Papua. Terlihat jelas pada liriknya:

…Kau bilang kau mencintaiku dan begitulah aku mencintaimu ketika kau bilang kau mencintaiku dan kau bilang kau mencintaiku dan kau bilang kau mencintaiku dan aku tahu itu adalah bagaimana aku ingin mendapatkan seseorang yang aku inginkan untuk mendapatkan apa yang diinginkan semua orang...

…Bebaskan rakyat bebas Papua barat
Bebaskan hati rakyat papua
Bebaskan rakyat jangan melawan rakyat
jangan bunuh rakyat jangan melawan rakyat….

 

Secara keseluruhan liriknya sebagai berikut:

"Heart Of Papua lyrics "

Biri biri nananananana nana
32 records oli ku sure nana
one blessing papa cidy fire
Rako
Ehh awwww oww woo oh oh
Eiiii

Yiiiii

Love yo mature cure
oli ku sure sure
love yo mature cure
The heart of papua pure
I said love mature cure
Oli ku sure you know

Love yo mature cure
I say the heart of papua

Silyelabira olunaku luli some day olunaku luli nga tugenze nawe ku beach wali ku beach wali nga otudde mu kagaali mu kagaali ogwanira ensi yonna nga ndi naawe mu kibaasi mu ki bus

Wangamba nti onjagala nga nange bwentyo nkwaagala bwe wangamba nti onjagala nenoonya nange endagala wangamba nti onjagala nemanya nti bwotyo dagala ahh ahh ahhh gwenali njagala okufuna nga ye muntu gwenjagala okufuna buli muntu kyayagala okufuna yeah yeah yeah ehhh

Love yo mature cure
Nkugambye oli ku sure sure
The heart of papua pure
You know aww aww
Love yo mature cure
oli ku sure sure
Love yo mature cure
I say the heart of papua pure
I said love mature cure
Oli ku sure you know
Ogwanira ensi yonna
Love yo mature cure

Ehh ehhhh ehhhhh
Free the people dont be unfair free the people dont be unfair
Free the people they just wanna take a share these are my ancestors you know
Free the people free west papua
Free the people heart of papua
Free the people dont fight the people dont kill the people dont fight the people
The power belongs to the people the country is for the people officer guard the people secure the people you should love the people

Secure the people love the people Welcome the people love the people free west papua
Biggup kyagulanyi the freedom fighter free west papua free the people free Uganda
Am not a politician men but i just want to see the people free
Every one deserves freedom freedom of speech freedom of expression freedom of love we are one people the same people same rights same happiness situka tugende

Love yo mature cure
Oli ku sure sure
Love yo mature cure yea
You are the heart of papua pure
Love yo mature cure

Ehhhhh ehhhhhh

Written&composed by

Papa Cidy.

 

“Its a journey to FREEEDOM if you are a graphics designer, feel free to make a lyrics video using the audio available on youtu.be. #PAPUAFREEDOM,” tambah Papa Cidy di akhir liriknya.

 

Sementara itu, pada lagu terbarunya (26 Desember)  di deskripsi  Samoa ia menanyakan dirinya sendiri tentang makna natal tahun ini. “Apa yang saya dapatkan dari Natal?”. Dengan demikian, dalam lagu tersebut ia berkali-kali menyebut nama Papua.

 

Sejauh ini, setelah kedua lagu tersebut diliris, ia terbukti perhatian public terutama anak muda Papua serta aktivis kemanusia dan kemerdekaan Papua. Hal itu terbukti setiap kometar-komentar yang membanjiri di akun Youtube miliknya serta di social media terutama di Facebook dan Twitter. Kurang lebih, ratusan orang yang meyebar- luaskan kedua lagu tersebut.

 

Sepintass Karier Music Papa Cidy

Papa Cidy bergabung dengan Pulau Leone sebagai perancang kostum pada 2009. Ia sebelumnya pernah merekam satu judul "Tolina Kisa". Ketika presiden label Jose Chameleone mendengar lagu  tersebut, dia memutuskan bakat Cidy terbuang  hanya Cuma-Cuma sehingga Cidy dan Chameleone kaloborasi  lagu dan melakukan perekaman. Dari sanalah awal mula nama Papa Cidy menhudara dan terbukti menjadi terobosan besar bagi Papa Cidy.  Lagu yang diduet itu diantarnya:  Joselina; Daniella; Meeme Katale dan Nishike Mukononi.

 

Terlepas dari kolaborasinya dengan Chameleone, Cidy juga pernah merilis single seperti: Your Name; Ba Mugumu; Fuse; Akazinga dan Noonya. Salah satu hitsnya dari tahun 2012, "Evalina" tidak hanya menjadi judul album pertamanya, tetapi juga dinominasikan dalam kontes Global Rockstar 2014.

 

Papa Cidy tidak hanya dikenal karena membuat hit besar tetapi dia juga memiliki clothing line bernama "BAKNA" yang membuat pakaian untuk para selebriti. Dia baru-baru ini membuat kemeja dari bendera Uganda untuk merayakan kemerdekaan Uganda. Kemeja ini menjadi populer saat Jose Chameleone mendandani di toko komedi Uganda pada 21 September 2019. (*)

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait