Kajati Papua Tolak Permintaan SMRP dan DPRP, Sidang 7 Tapol Tetap di Kaltim

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

17 Hari yang lalu
NASIONAL & DUNIA

Tentang Penulis
Foto Tapol di Kattim: 1. Buchtar Tabuni, Ketua II Komite Legislatif ULMWP, 2. Agus Kossay, Ketua Umum KNPB, 3. Steven Itlay, Ketua KNPB Wilayah Timika, 4. Alexander Gobay, Presiden Mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), 5. Hengky Hilapok, Mahasiswa USTJ, 6. Irwanus Uropmabin, Mahasiswa USTJ, 7. Fery Kombo, Mantan Presiden Mahasiswa Universitas Cenderawasih).

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com--Hari ini, kami yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua (SMRP) untuk 7 Tahanan Politik Papua di Kalimantan Timur. Hal tersebut dikatakan  Juru Bicara, SMPR Iche Morip dalam keterangan pers, Senin (211/2).

 

 “Kami menyampaikan kepada publik bahwa,  upaya persuasive telah kami lakukan dengan mendatangi dan beraudiens dengan pihak Kejaksaan Tinggi Papua (KEJATI-PAPUA) untuk meminta agar Pihak KEJATI segera memulangkan 7 Tahanan Politik (Tapol) di Kalimantan Timur,” katanya dalam Keterangan Pers Seruan Solidaritas untuk 7 Tapol Papua di Kalimantan Timur.

 

 Namun permintaan ini tidak terjadi sesuai dengan permintaan SMRP. “Pihak KEJATI menyampaikan bahwa karena alasan Keamanan Kepolisian Daerah Papua (Polda Papua) memindahkan 7 Tahanan Politik ke Kalimantan Timur,” papar SMRP.

 

 Tidak hanya SMRP, ada pun Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) juga telah melakukan hal yang sama, mendatangi KEJATI dan meminta agar 7 Tapol di Kaltim segera dipulangkan, namun upaya itu tidak berhasil.

 

Pihak Keluarga 7 Tapol dalam keterangan Pers telah meminta agar mereka dipulangkan, tetapi suara keluarga tidak didengar.

 

Beberapa LSM, Advokat Hukum dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) telah meminta hal yang sama, 7 Tapol Papua segera dipulangkan kembali ke Papua.

 

“Kami telah meminta Audiensi. Semua upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak tidak digubris oleh Pihak KEJATI, Polda-Papua bahkan oleh Mahkama Agung. Mahkama Agung Republik Indonesia telah menetapkan dan memutuskan jadwal pelaksanaan Sidang terhadap 7 Tapol Papua di Kalimantan Timur pada, Selasa 11 Februari 2020.”

 

Denagan melihat hal ini, SRMP menyerukan  seruan  kepada beberapa pihak.  Pertama, pihaknya meminta kepada Pimpinan Agama – Agama di tanah Papua untuk  segera menyerukan dukungan Doa di gereja-gereja dan masjid untuk 7 Tapol Papua di Kalimantan Timur.

 

Kedua, kepada Pimpinan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) agar segera menyatakan memulangkan 7 Tapol.  Ketiga, kepada, Pimpinan Organisasi Masyarakat untuk  segera bersatu dalam Solidaritas bagi 7 Tapol Papu di Kalimantan Timur.

 

 Keempat, kepada  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di tanah Papua untuk  segera menyerukan kampanye Pemulangan dan Pembebasan 7 Tapol Papua di Kalimantan Timur.

 

Kelima, kepada seluruh Organisasi Pemuda dan Mahasiswa di Tanah Papua (OKP-OKP) agara  segera membangun solidaritas bersama untuk menyuarakan Nasib 7 Tapol Papua yang disidangkan di Kalimantan Timur.

 

“Kami sampaikan kepada Publik bahwa Sidang Pertama 7 Tahanan Politik Papua akan dilaksanakan pada, Har Selasa,  tanggal 11 Februari 2020, di Pengadilan Tinggi Balikpapan, Kalimantan Timur dengan materi sidang: Pembacaan Dakwaan.”

 

Pihaknya juga mengecam Iklan yang dikeluarkan oleh media Online kawattimur.com, yang menuliskan: “Alexander Gobay, Ketua BEM USTJ, Salah Satu Aktor Kerusuhan di Kota Jayapura, tanggal 29 Agustus 2019”.

 

“Untuk hal ini, kami meminta kepada Dewan Pers untuk menindaklanjuti iklan media online kawattimur.com, berdasarkan Kode Etik Pers,” pintanya.

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait