Kapolda Papua Dan Pangdam Jenguk Anggota Polisi Korban Kekerasan Warga 99 Ndeotadi di RSUD Nabire

Cinque Terre
Eman B Youw

16 Hari yang lalu
KABAR PAPUA

Tentang Penulis
Kepsen: Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw saat memberikan keterangan pers di BLUD RSUD Nabire, Senin (18/5/20).

NABIRE.KABARMAPEGAA.com - Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Pangdam TNI Cenderawasih/XVII Mayjen TNI Herman Asaribab didampingi Bupati Paniai, Meki Nawipa dan Bupati Nabire Isaias Douw serta Kapolres Paniai, Kapolres Nabire dan Dandim 1705 Paniai  menjenguk Briptu Chistian Anggota Polres Paniai yang menjadi korban Kekerasan Warga (KW) di Pos Polisi Kampung 99 Ndeotadi, Baya Biru, Kabupaten Paniai Papua, Senin (18/5/20).

Chiristian mengalami lima titik luka tusuk pada bagian punggung dan belang leher dalam insiden perampasan senjata api milik Polres Paniai tersebut, dan saat ini korban sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire Papua.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, sesuai keterangan yang diterima saat ini kondisi Chiristian semakin membaik atau normal.

“Kami hanya mau lihat keadaanya, dan syukur keadaan yang bersangkutan menurut keterangan dokter yang menangani selaku Direktur RS bahwa keadaanya sudah cukup normal,”ungkap Kapolda kepada wartawan saat memberikan keterangan pers,di RSUD Nabire, Senin (18/5/20).

Kapolda mengaku, korban mengalami lima titik luka tusukan yang cukup parah dileher menyebabkan adanya pendarahan. Kendati begitu, Ia optimis akan segerah sehat seperti sedia kala.

Kapolda, sangat prihatin dengan kejadian itu, sebab Pos Polisi  dan  rumah para pelaku ternyata tidak jauh hanya dua rumah jaraknya, dan keseharianya saling kenal antara mereka . tapi bisa demikian.

“Mereka saling kenal, rumah antara mereka  jaraknya hanya dua rumah, tapi mengapa bisa terjadi penganiayaan yang sangat serius seperti itu menjadi pertayaan kami sekaligus keprihatinan kami,” tutur Kapolda

Perosoalan peribadi Kapolda yakin tidak. Karena Ia mengantongi beberapa keterangan dari warga masyarat di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolda menduga  ada akar masalah. Apakah pelaku merupakan kelompok yang suka buat onar dan kekacauan di kawasan itu, kemudian sering mendapatkan teguran keras oleh Anggota di Pos Pol,  hingga pelampiasan dendamanya nekat melakukan pengoroyokan, dan perampasan tiga pucuk senjata. Konon Ia berkata semua itu butu kepastian.

“Kami tetap melakukan penyelidikan atau penyidikan untuk membuktikan latarbelakang terjadinya kekerasan dan termasuk  perampasan tiga pucuk senjata api milik Polres Paniai. 

Diakui Kapolda, Ia baru memulai dengan keterangan awal di TKP maka, semuanya belum bisa Ia pastikan asal usul kejadiaan naas itu. 

“Kerena memang kejadian tersebut terjadi malam hari sekitar pukul 21.30 wit. Saat itu keadaan gelap, tiba-tiba ada  penyerangan di pos,”akunya.

Dikatakan Kapolda, untuk mengungkapkan  kejadian naas dan pengembalian perampasan tiga pucuk senjata. Ia tetap berkoordinasi dengan para Bupati Meepago (Deiyai, Dogiyai, Nabire, Paniai dan Intan Jaya).

“Kami juga berharap masyarakat suku Mee dan suku Wolani untuk membantu Kepolisian untuk mengembalikan senjata yang telah dirampas tersebut.”pintah Kapolda berharap. (**)

#Jumpa Pers

Baca Juga, Artikel Terkait