Kasihan Mama Papua Jualan di Pinggir Jalan

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

28 Hari yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
"Ilustrasi mama-mama Papua jualan di pinggiran jalan raya. (foto: Yulian B//Papuansphoto)"

 

 

Oleh Sepi S. Boma

 

Opini, KABARMAPEGAA.Com--MAMA-MAMA di Papua jualan beraneka makanan diantaranya, sayur-sayuran, umbi-umbian dan buah-buahan di pinggir jalan, depan toko-toko besar dan depan kios-kiosan pedagan pendatang.

 

Kasihan berkali-kali debu tanah menempel di muka, kepala, tangan dan kaki, hingga keringat membasahi seluruh tubuh. Namun, antusias dan semangat dagang terus berkobar untuk mencukupi kebutuhan keluarga kami, tuturnya.

 

Untuk itu, kami harap pemerintah daerah di Papua lebih spesifik di Meepago terdiri dari Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Intan Jaya prioritaskan pembangunan Pasar masing-masing daerah untuk masyarakat menampung dan bisa jual-belikan.

 

Istilah jualan adalah sebuah cara untuk mendatangkan uang dan suatu tugas muliah yang Tuhan amanatkan kepada setiap kaum perempuan agar mencukupi kebutuhan dalam tatanan hidup manusia.

 

"Kata mama Papua, kami bertahan hidup dengan cara berjualan, kalau kami tidak kerja, maka kami tidak layak makan." katanya.

 

"Tempat parkiran kendaraan mobil roda empat bahkan motor roda dua, entah darimana-kemana akan macet dikarenakan mama-mama jual-jualan di jalan."

 

Karena alasan mereka tidak ada tempat atau pasar yang layak untuk jual-jualan hasil keringat demi mencukupi kebutuhan dalam hidup keluarga sehari-hari.

 

Bukan hanya itu saja! Tetapi, "kami mencari uang membiayai sekolah buat anak-anak kami, baik mulai dari Sekolah Dasar [SD] sampai dengan Perguruan Tinggi (KULIAH)."

 

Tiada rasa jenuh juga bosan, dengan antusias serta semangat jualan terus konsisten, yang kemudian membuat mereka jenuh dan bosan karna kepanasan sinar matahari.

 

Disetiap wilayah atau kota tentu ada kaum tani, kaum buruh dan kaum nelayan, sehingga pemerintah daerah semestinya memberi perhatian serius kepada masyarakat setempat.

 

Sepanjang hari entah pagi, siang, sore juga malam kendaraan roda dua bahkan roda empat berlalu lalang di aliran sepanjang jalan. Tetapi terkadang terjadi peristiwa kemacetan karena mama-mama Papua jualan selalu di jalan.

 

Kalau pemerintah bangun Pasar di setiap daerah atau kota agar masyarakat menampung untuk berjualan. Dengan slogan, "Pasar mama-mama Papua" secara spesifik.

 

Ketika pemerintah dilahirkan regulasi untuk mengatasi persoalan terkait perdagangan, tentu kendaraan akan bebas dari kemacetan tersebut.

 

"Kadang barang-barang pendatan ketika dijual secepatnya laris. Bagaimana dengan jualan kami mama-mama di Papua? Jualan kami tidak laku karena terkena debu. Padahal makanan kami adalah makanan tradisional dari hasil kerja keringat kami sendiri."

 

Makanan yang di konsumsi bahkan barang dagangan pendatan kami orang Papua belum tahu darimana asal produknya sampai saat ini, sehingga kami harap jangan singkirkan dan tak apatis dengan barang dagangan atau makanan tradisional kami sendiri.

 

Kami garis bawahi tulisan, kalimat atau kata-kata diatas bahwa, "pemerintah daerah musti membuka mata, telinga dan memberi perhatian serius serta kontribusi kepada masyarakat demi progresif dagangan mama-mama di Papua."

 

"Mahasiswa jelih melihat fenomena sesuai realita aktual dikalangan tingkat masyarakat jelata seutuhnya, kemudian mengkritisi pemerintah secara rasional agar pemerintah mengambil kebijakan khusus untuk selamatkan dagangan mama-mama di Papua."

 

Demikian atas kerja keras dan perjuangan hasil keringat mama-mama Papua, mencetak manusia yang berkualitas dan potensi yang tinggi.

 

"Mama-mama Papua yang hebat, saya akan kagum hasil keringat kalian, sebab jerih paya kalian tidak sia-sia."

 

Kasih sayang seorang mama-mama Papua terhadap anak sangat luar biasa, walaupun kondisi dan situasi tidak mendukung sekalipun, dengan optimisme yang besar membuat anaknya sukses.

 

Penulis adalah mahasiswa FISIP yang mengenyam pendidikan di [UNIYAP] Jayapura.

 

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait