Kasus Papua Dijadikan Senjatah Loloskan Kepentingan Negara

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
TULISAN

Tentang Penulis
Alexander Gobai

 

Oleh : Alexander Gobai

 

Berbagai pelanggaran Hak Asasi Manusia yang telah, sedang dan akan terjadi terhadap manusia Papua, hitam kulit, kriting rambut, ras melanesia di tanah Papua sebagai bentuk kejahatan Negara. Kejahatan yang sangat tidak memanusiakan manusia sebagai  sesame ciptaan Tuhan.

 

Dimulai dari tahun 1961 hingga saat ini kasus di Kabupaten Intan Jaya dan masih banyak kasus yang tidak terpuji dan terhitung, menekan traumatisa manusia Papua dan membunuh manusia Papua demi menggolkan kepentingan Negara. Apakah semua yang dimainkan Negara merupakan skenario Negara demi merebut  kekayaan Papua? ataukah melunaskan  Utang Negara?, ataukah berupaya mengindonesikan Orang Papua? ataukah memusnakan manusia Papua (geneside People)?

 

Bentuk Pelanggaran HAM yang terjadi di akhir-akhir ini merupakan skenario Negara untuk mencari solusi demi meloloskan kepentingan Jakarta. Wujudnya, mengirimkan Militer di berbagai pelosk daerah guna membentuk posko-posko Militer untuk menguasai kekayaan Papua. Konspirasi itu dimainkan Negara seperti permainan Polisi Amerika zaman Jhon F Kennedy (Presiden Amerika) untuk memantau dan mengusai Lokasi PT. Freepport tahun 1969.

 

Persoalan Intan Jaya juga merupakan bagian dan upaya Negara dalam merebut kekayaan Papua. Menguasai Kekayaan demi mendapatkan keuntungan guna melunasi utang Negara yang bunyi nilai Triliunan. Apakah Negara Indonesia sudah mulai kerja sama dengan Negara Komunis, seperti China dan negara tentangan lainnya. Ataukah Negara masih mempertahankan sikap Egonya terhadap Amerika?

 

Penembakan, pembunuhan, pemenjarahan dan lain sebagainya bagian dari politisasi demi menggolkan kepentingan Negara. Melihat dinamika tersebut, Rakyat Papua masih bersolid dalam permainan atau upaya Negara yang sedang merayu sebagain elit Politik Papua untuk masuk dalam alur permaian Jakarta guna membucuk manusia Papua agar tetap mengikuti keinginan Jakarta. Dan masih banyak cara yang terus  dimainkan negara terhadap manusia Papua.

 

Bahwa sesungguhnya, rakyat Papua telah mengetahui proses dan cara perjalanan Negara dalam merayu orang Papua. Memberikan “Gula-Gula” demi mendapatkan kedudukan dan jabatan. Permainan yang dimainkan merupakan permainan yang orang Papua sudah mengetahuinya yang sama dengan masa lalu.

 

Sebagai Negara yang taat kepada Payung Hukum, dan Negara yang berdaulat serta berdemokrasi, sesuggunya dijunjung tinggi dan dihormati. Namun, dalam praktek di lapangan tidak seperti yang dibayangkan. Itulah Sikap dan cara Negara dalam permainan Sinetron.

 

Demi mewujudkan nilai-nilai Pancasila, salah satunya tentang Keadilan. Keadilan sebagai momok demi menenangkan keributan antara Papua dan Jakarta. Jakarta mesti mendengarkan aspirasi yang dinginkan rakyat Papua.  Entah aspirasi dari berbagai sektor  termasuk sektor Hak Politik. Meluruskan sejarah Papua, memberikan keadilan bagi korban pelanggaran HAM di Papua dan lain sebagainya. Wujud Demokrasinya akan  teruji di mata Nasioanl dan Internasional.

 

Eks Aktivis Mahasiswa Papua Tinggal di Kalimantan Timur.

 

 

 

#MRP

#Pemerintahan

#Lingkungan dan Hutan

#PT. Freeport Indonesia

Baca Juga, Artikel Terkait