Kawat Timur Pasang  Iklan Foto Alexander Gobai, Melanggar UU Pers

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

7 Bulan yang lalu
NASIONAL

Tentang Penulis
Alexander Gobai, Presma USTJ. IST

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com--Media Online Kawat Timur memasang Iklan photo Prsiden Mahasiswa USTJ, Alexander Gobay sebagai aktor di balik aksi 29 Agustus 2019 lalu di Jayapura. Hal itu dari beberapa pihak menilai telah melanggar UU Pers.

 

“Ini sudah kesalahan fatal dalam dunia jurnalistik. Media Kawat Timur sudah menuduh langsung sebelum pengadilan putuskan,” jelas Semi Gobay.

 

“Meninjauh  UU Pers sudah sangat jelas melangar etika jurnalistik. Mohon agar pihak advokad yang dampingi Alex gobay dan kawan -kawan lainya di Rutan kaltim agar bisa lihat hal ini dan segera lapor ke Dewan Pers,”katanya.

 

Untuk itu, kami minta kepada redaksi dan pimpinan http://kawattimur.com harus bertanggungjawab atas pencemaran nama baik yang ditayang di laman resminya itu.

 

Di Banner Iklan  itu, Kawat Timur memasang baner foto Alenxander Gobai dengan memberikan caption, “ALEXANDER GOBAI, Ketua BEM USTJ salah satu aktor kerusuhan di kota Jayapura, tanggal 29 Agustus 2019.”

Mahasiswa, Aktivis, Eksodus, Perempuan Papua, OKP-OKP, Gereja-Gereja, Tokoh-tokoh Papua dan seluruh rakyat Papua mohon Doa dan Dukungan  pradilan untuk 7 Tapol-Napol yang akan dilaksanakan (11/02/2020) di Kalimatan Timur, Balik Papan,” pintanya.

 

Kata dia, 7 tahanan Politik: 1) Alexander Gobay Bem USTJ, 2) Ferry Gombo, Bem Uncen, 3) Agus Kossay, Ketua KNPB Pusat , 4) Ketua sektor KNPB Timika, Steven Itlay , 5) Bucktar Tabuni, Sekertaris , ULMWP, 6) Hengky Hilapok,  Anggota Mahasiswa USTJ, 7) Irwanus Urupmabin,  Anggota Mahasiswa USTJ.  Mereka tidak bersalah dan tidak melakukan anarkis dan makar.

 

“Kami Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua (SMRP) meminta ,segera pulangkan 7 Tapol-napol yang tidak bersalah berada di Kalitim (Balik papan),” ujarnya.

 

Untuk membuktikan kalu Alexander Gobai, dkk tidak melakukan anarkis terbukti dalam cuplikan video di link berikut ini: https://youtu.be/_I_5Fjpw9Jg.

 

Dalam video itu jelas-jelas Alexander dan kawan-kawannya dengan tegas melarang kepada para masa aksi untuk tidak melakukan anarkis dalam demo damai yang dirinya pimpin, pada 29 Agustus 2019 lalu.

 

Kemudian, pada tanggal 7 Februari 2019, Pimpinan Redaksi, Suara Papua, Arnold Belau juga menayangkan kejadian ini di laman FB miliknya.

 

“Satu hal yang lalu terjadi dan tidak banyak membacanya adalah satu media online di Papua [Kawat Timur] sudah pasang iklan dengan foto ade Alex Gobai, presma USTJ yang saat ini ada Rutan Kaltim,” tulisnya di dinding FB.

 

Kata dia, meskipun ade Alex saat ini ditahan sebagai tersangka, tetapi belum ada proses hukum yang membuktikan bahwa ade Alex adalah pelaku. Dan situs itu sudah mendahului proses hukum dan sebutkan bahwa ade alex adalah salah satu aktor intelektual dalam aksi 29 Agustus lalu. Foto ini ditampilkan pada setiap berita. “Ini pembunuhan karakter serius dari media terhadap ade Alex.”

 

Menurut Arnold, jika mengacuh pada UU Pers, jelas-jelas telah  melanggar etika jurnalistik. “Kalau pun yang dipasang adalah advertorial, ini sangat tidak pantas. Karena konten advertorial tersebut membunuh karakter seseorang. Tindakan kawat Timur itu merupakan tindakan yang mengesampingkan asas praduga tak bersalah.”

 

“Sa harap advokad yang sedang tangani 7 Tapol di Kaltim bisa perhatikan hal ini juga. Jalurnya jelas, ke Dewan Pers,” paparnya.

 

ADMIN/KM

 

 

 

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait