Kecewa, Wabub Oscar Makai Palang Kantor Bupati dan BPKAD Dogiyai

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

18 Hari yang lalu
POLITIK DAN PEMERINTAH

Tentang Penulis
akil Bupati Oskar Makai ketika bicara depan kantor DPKAD Dogiyai. - IST

 

DOGIYAI, KABARMAPEGAA.com--Wakil Bupati Dogiyai, Oskar Magai buka-bukaan soal kinerja Bupati Dogiyai; Kepala Pengolahan Keuangan Daerah (BPKD) serta delapan Kepala Dinas di lingkungan Pemerintahan Dogiyai.

Dalam kesempatan itu, Wabub, Oscal juga memalang Kantor Bupati Dogiyai dan Kantor Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah di Mowanemani, ibukota Kabupaten Dogiyai, Papua, Kamis (27/5/2021).

Wabub Oscar melakukan pemalangan itu lantaran kecewa terhadapkebijakan Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa dan pejabat pemerintahaan yang kerja di BPKD dan delapan kepala Dinas.

“Sebagai wakil bupati , saya sendiri yang melakukan pemalangan kedua kantor itu. Hal ini saya lakukan karena  Bupati dan Kepala Keuangan tidak pernah ada di Dogiyai,” jelas Oscar.

Akibatnya, pelayanan pubilk di lingkungan kabupaten Dogiyai, terhhitung lima bulan terakhhir dirinya mengatakan macet total.

“Kalau tidak ada jabatan di Pemda Dogiyai, sama dengan saya, tidak boleh buka pintu , buka pagar (Kantor) dan lain-lain,” tegas Ockas.

Dalam kesempatan itu,, Ockar juga menyinggung soal Pelaksana tugas dalam administrasi negara adalah pejabat yang menempati posisi jabatan yang bersifat sementara.

Oskar menanyakan kerja-kerja Pelaksana Tugas (Plt) sejak mereka dilantik. Menurut Oscar,  samapai saat ini, Plt tidak bertanggung jawab atas tugas dan  amanahnya.

“Sampai lma bulan tidak pernah masuk kantor. Baru pejabat mau makan apa? Pengawai  mau makan apa  kalau tidak hadir?” tanyanya.

Menurut pengamatan Wakil Bupati, sejak dirinya dan Yakobus Dumupa dilantik sebagai Bupati dan wakil Bupati, kebijakan yang diambil, diperbanyak konsultan di Dogiyai. Hal itu menyebabkan  uang habis di konsultan dan lain-lain.

“Ini pertama,  yang lain juga saya akan bongkar. Empat kepala bidan harus keluar dari jabatan” tegas Wabub di depan Kantor Bupati sambil  memalang pintu.

Dirinya juga meminta kepada Kalau kepala keuangan untuk memetap di Dogiyai. “ …Duduk kerja  di kantor. Bukan jalan-jalan. Kerja sesuai dengan propesi. Jangan ambil kebijakan sendiri. Sebab ada bupati  yang mengatur.”

Tidak hanya itu, dirinya minta delapan kepala dinas, Non-Papua, hurus dihentikan. “golongan yang sama dengan mereka, putra daerah juga ada sehingga, pendatang yang jadi tuan di tanah Dogiyai segera dihentikan.”

“Orang (Putra Daerah) Dogiyai juga mampu memimpin negerinya sendiri. Mereka harus dihenikan segara!” pinta Wakil Bupati Dogiyai.

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

Baca Juga, Artikel Terkait