Kedatangan Belanda ke Indonesia Memberi Pelajaran Menjajah Papua

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

3 Bulan yang lalu
POLITIK DAN PEMERINTAH

Tentang Penulis
Ilustrasi (jendelanasional.id)

 

(Sebuah Catatan  Refleksi Terhadap Situasi Penjajahan  Atas Tanah Papua  Korelasi Dengan Pengalaman Penjajahn Belanda Terhadap Rakyat Indonesia)

 

Oleh Musa Pekei

 

OPINI, KABARMAPEGAA.COM--Kekuasaan Belanda di Indonesia  pertama masuk melalui penyebaran agama kristen protestan, Katolik. Selain itu penyebaran agama Islam dari Timor Tengah. Pasca pelaut orang Belanda melihat potensi rempah rempah di Indonesia. Maka ada beberapa orang kaya (Borjuis) Belanda masuk membangun perusahaan namnya V.O.C. Dengan tujuan memproduksi komoditi di Indonesia dan mempekerjakan putra daerah dan hasilnya mendistribusikan ke luar negeri. Semakin hari usaha semakin besar dan banyak orang Belanda berdatangan ke Indonesia. Seiring berjalannya waktu perwakilan kerjaan Belanda berhasil di bangun di Batavia Jawa. Kemudian menyebar ke wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTT dan Maluku.

 

Selama proses kolonisasi Belanda berjalan banyak konflik horizontal yang di mainkan oleh Belanda dengan kaitan antara suku pegunungan dan pesisir. Anatara masyarakat Priyayi (bangsawan) dan orang kecil. Antara suku Madura dan suku Jawa. Sunda vs Jawa dll. Banyak konflik horizontal yang di buat oleh Belanda demi memecahkan persatuan dan kesatuan mereka dalam memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Indonesia. Belanda kadang memainkan isu agama Islam dan  Kristen. Kadang Belanda juga belanda memainkan isu perjuangan nasionalisme itu didasarkan pada budaya Indonesia dan moderat perkembangan yang ada.

 

Akhirnya masyarakat Indonesia sendiri saling serang antara mereka yang berjuang ideology kebudayaan, Ideologi agama, ideology nasionalisme dan indeologi sosialisme. Semua ideology rakyat Indonesia pergunakan dari basis penyadaran rakyat dalam rangka kerja kerja persatuan nasional. Namun Belanda memanfatkan perspektif politik ini dengan membangun narasi (Opini)  dalam fraksi perjuangan dengan membenarkan satu pihak dan yang lain mengkambing hitamkan. Tujuan dari Belanda untuk memecahkan gerakan perjuangan sekaligus menghancurkan konsentrasi simpati rakyat pada perjuangan politik pembebasan Indonesia.

 

Cara Belanda kriminalisasi aktivis Indonesia saat itu adalah dengan menstigma  bodoh, Terbelakang, Monyet (Kete) ,Primitif, Teroris, Kelompok  Kriminal Bersenjata  (KKB) Gerakan Pengacau Kemanan (GPK). Label ini yang perna Belanda lakukan terhadap rakyat dan aktivis  perjuangan pembebasan nasional  Indonesia.

 

Strategi ini yang Indoensia sedang mainkan kembali pada bangsa west papua. Dengan metode yang sama, namun agak soft, slow genosaid. Semua praktek praktek penjajahan Belanda yang di lakukan oleh Belanda di zaman itu negara sedang mencoba mempraktekan kembali ke Papua. Para pejuang kemanusiaan, aktivis pimpinan politik Papua merdeka. Hal hal itu biasa dan metode penjajahan dan stigma itu memang Indonesia sedang pake kembali menjajah orang Papua.

 

Jangan heran kawan kawan, metode ini  adalah warisan colonial Belanda yang sedang mereka praktekan kepada bangsa Papua karena motivasinya kekayaan alam Papua untuk masa depan kapitalis dengan cara negara mengkampanyekan pembangunan untuk rakyat. Padahal semua itu untuk kapitalis global. Faktanya setelah Negara Indonesia merdeka, masih saja ada perampasan tanah, kriminalisasi aktivis agrarian, lingkungan, perempuan dll.

 

Hak hak buruh dan tani di rampas oleh penguasa Negara, Melalui pendekatan militer. Negara hari ini mengabdi pada tuan kapitalis, semua regulasi atau kebijakan lebih pro kepada kapitalis. Rakyat jadi sengsara dan tertindas sampai habis, Negara hadir untuk kepentingan para elit  local nasional dan para pemodal kapitalis.

 

Disinilah titik perjuangan tahap kedua bagi rakya Indonesia dalam usaha pembebasan nasional  dari cengkaraman kapitalisme dalam Negara dan upaya membangun kemballi negara Indoensia yang bebas dari penguasa Borjuis dan penghapusan kelas dalam masyarakat Indoensia.

 

Referensi :

1 ) Awal Mula Belanda Masuk Di Indonesia.

2) Penjajahan Belanda Suku Batak Gunung Vs Pantai Di Sumtra.

3)  Sejarah Masuknya Agama Kristen Protestan Dan Katolik Di Zaman Belanda.

4) Sejarah V.O.C Belanda Di Indonesia.

 

Penulis Adalah Mahasiswa Papua Kuliah Di Jawa Timur Malang, Aktif  Di Anggota Di Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota  Malang (AMP KK Malang).

 

#Pemerintahan

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait