Kehidupan Mahasiswa di Tanah Rantauan

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

10 Bulan yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Diskusi dan seminar IPMANAPANDODE Yogyakarta dan Solo tentang kehidupan mahasiswa di tanah rantau.( Foto : Jemmy Tekege/KM)

 

Oleh, Damianus Nawipa

OPINI KABARMAPEGAA.COM--Pada hari ini kamis, 27 September 2018, pukul 17:00-selesai, di jl. Satan area AU Kalongan Yogyakarta, kembali saya dipercayakan lagi menjadi pembicara diskusi dalam program kerja badan pengurus harian ikatan pelajar dan mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai dan Deiyai Yogyakarta - Solo dan dalam diskusi ini kita akan berdiskusi yang berkaitan dengan kehidupan mahasiswa ketika di tanah rantauan (Oyabage Ka Makida Touyaga).

 

Dengan demikian dalam diskusi ini saya mendahulukan beberapa kata yang mengandung arti dari mahasiswa, sehingga kata itu dapat direnungkan sendiri bahwa status saya disini apa ? pekerjaan saya untuk apa? aktivitas seharian saya untuk apa? Asal saya dari mana ? terjadi peristiwa apa di daerah saya? kondisi dan situasi lingkungan saya seperti apa? karakter dan budaya orang papua dan jawa seperti apa? Mengenal kota dan budaya daerah seperti apa.

 

Pertanyaan-pertanyaan seperti  itu perlu kita renungkan ketika kita berada di tanah rantauan. Kalau tidak pernah renungkan terkait pertanyaan-pertanyaan itu berarti disebut mahasiswa hanya dikesing 4; dan tentu benar generasi mahasiswa sekarang ini seperti begitu termasuk pula saya. Namun, kita punya kekuatan banyak yang diberikan Tuhan melalui perjuangan belajar kita, sehingga kita bisa punya beragam kelebihan yang perlu diasah terus selagi masih mahasiswa di tanah rantauan.

 

2. Adaptasi,

 

Adaptasi adalah sebuah kata yang perlu dipahami dalam kehidupan ketika kita berhadapan dengan sesama manusia yang lain, baik itu ketika kita di lingkungan sekolah (kampus), lingkungan tempat tinggal kita, jalan, kantor, organisasi, pegunungan, di atas kendaraan, dan lain sebagainya. Soalnya melalui kita beradaptasi yang baik tentu akan memperoleh keberuntungannya, namun jikalau kita tidak beradaptasi dengan baik tentu akan merugikan kita sendiri dalam kehidupan kita.

 

3. Belajar,

 

Namanya mahasiswa berarti tugas utamanya adalah kuliah dan belajar. Terserah belajar apa saja yang dapat mendorong pendalaman pengetahuan kita baik itu skill yang kita miliki maupun ilmu pengetahuan yang kita belajar di kampus sesuai jurusan. Orang yang belajar yang teratur dan baik memiliki kualitas pengetahuan dan skill yang baik, oleh karena beberapa kebiasaan belajarnya, seperti; pintar membagi waktu belajar, adaptasi yang benar dalam proses studi, pengalaman, motivasi belajar, dan lainnya.

 

4. Saling Kontrol Antar Teman,

 

Selagi mahasiswa di tanah rantauan saling tanya antara sesama teman itu sangat penting untuk membangun rasa persatuan dan persaudaraan. Ketika teman lakukan hal-hal yang tidak benar perlu ditegur sebagai bagian dari saling kontrol, bila teman mengalami masalah perlu ada saling membantu dan saling menolong, bahkan perlu ada saling membangun dalam sikap yang baik secara spritualitas dan moralitas dalam kehidupan kita di sini.

 

4. Wadah Pengontrol Mahasiswa

 

Wadah yang sangat bagus dan perlu dipertahankan sampai generasi mahasiswa berikutnya adalah organisasi IPMANAPANDODE sebagai sebuah wadah pemersatu dan wadah pengontrol semua anggota yang ada dalam ikatan tersebut.

 

Di situlah tempat belajar berorganisasi, bermental yang baik, berintelektual serta dedikasi yang tinggi demi masa depan. Di situlah tempat belajar manajemen yang akan menjadi pemimpin masa depan, tempat belajar manajemen yang sebenarnya juga bukan pria yang menjadi pemimpin tetapi juga kaum perempuan bisa menjadi pemimpin dalam berorganisasi, yang penting punya skill dan kemampuan untuk memimpin.

 

Maka, kita bersyukur karena kita punya organisasi seperti itu di tanah rantauan (di Oyabage Ka Makida), selain kita punya organisasi ada banyak organisasi juga, yang penting pilih mau belajar dari organisasi mana.

 

5. Kampus,

 

Kampus adalah tempat di mana kita berkumpul dan bertemu dengan dosen dan mahasiswa/i dari berbagai suku, agama dan budaya yang sangat beragam, namun telah dipersatukan menjadi satu keluarga besar sivitas akademika universitas atau perguruan tinggi atau akademik serta institut yang telah terikat dalam aturan akademik dan aktivitas mengajar dan belajar yang dikemas di dalamnya.

 

Di kampus juga ada berbagai fasilitas yang dipergunakan oleh dosen dan mahasiswa seperti organisasi mahasiswa kampus, laboratorium belajar, perpustakaan, freewife di kampus dan lain sebagainya. Jadi, sekali kita sebagai mahasiswa kita harus menunjukan karakter kita sebagai mahasiswa di kampus dengan budaya kampus, dengan cara penyesuaian (adaptasi).

 

5. Kesimpulan,

 

Sebagai kesimpulan terkait dengan penjelasan diskusi ini bahwa, kita masing wajib menjawab sebuah pertanyaan berikut ini :

 

Sejauh mana penyesuaian diri saya selama saya di tanah rantauan (selama saya di oyabageka makida).

 

Materi Di Sampaikan Kepada Seluruh Mahasiswa Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa Nabire Paniai Dogiyai Dan Deiyai Kota Study Yogyakarta dan Solo di Asrama paniai jln santan TNI AU Yogyakarta.

Baca Juga, Artikel Terkait