Kejanggalan dari Kejadian Penembakan Prada Usman Helembo

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Tahun yang lalu
TULISAN

Tentang Penulis
Prada Usman Helembo.Ist

 

Oleh: Soleman Itlay, Anggota aktif PMKRI St. Efrem Jayapura

 

Kejanggalan TKP

 

a) Militer Indonesia lewat Kapendam XVII/Cenderawasih, Muhammad Aidi salah menyebut TKP.

 

b)  Militer Indonesia menyebut TKP penembakan terhadap Prada Usman Helembo adalah Jembatan Yuguru, Lombrik. Artinya belum jelas. Apakah Lombrik yang dimaksud adalah distrik atau dusun. Kali Yuguru itu berada di wilayah administrasi distrik Paro. Penempatan atau penyebutan jembatan Yuguru dalam distrik Lombrik adalah satu kejanggalan besar.

 

c) Jembatan Yuguru itu masuk pada  wilayah distrik Paro (Bukan Mebrok). Dia, Jembatan Yuguru itu menghubungkan wilayah antara distrik Lombrik dengan Keneyam (ibu kota Kabupaten Nduga).

 

d) Jarak dari Jembatan Yuguru (Paro) ke Mebrok terlalu jauh. Jaraknya diatas 100 kilo meter. Biasanya, kalau masyarakat sipil mau jalan, menghabiskan waktu 2/3 hari dalam perjalanan.

 

e) Tempat persembunyian TPNPB/OPM berada di sekitar distrik Mugi/Serema. Jarak dari markas besar TPNPB/OPM ke Paro (TKP yang disebutkan militer Indonesia) lebih dari 100 kilo meter.

 

f) Kondisi geografis Lombrik adalah wilayah pemukiman warga sipil. Kampung itu dikelilingi oleh hutan. Sering kali masyarakat menjadikan Huta sekitarnya sebagai tempat pemburuan binatang liar, seperti babi hutan, burung, kus - Kus dan lain sebagainya.

 

g) Menurut Militer Indonesia, TPNPB/OPM (istilah baru mereka adalah KKSB) melakukan serangan dari perbukitan. Namun realitanya? Jembatan Yuguru itu tidak ada bukit. Geografisnya sangat jelas. Itu daerah dataran rendah. Masuk dalam wilayah Pesisir, Paro, Kabupaten Nduga.

 

B. Kejanggalan Pada Saat Kejadian

 

a) Hingga saat ini, keluarga korban tidak puas. Mereka tidak puas karena waktu kejadian itu yang dapat tembak hanya Prada Usman Helembo. Tidak ada korban tembak atau luka serius dari anggota TNI yang lain.

 

b) Keluarga juga tidak puas dan nampak terasa kesal karena teman - teman anggota TNI yang identik dengan pasukan yang terlatih (kalah saing dengan TPNPB/OPM), tidak dapat mengejar pelaku. Tetapi malah mengamankan diri pada satu tempat persembunyian.

 

Kepada TPNPB/OPM

 

Harus dan wajib memberikan keterangan resmi kepada publik, terlebih khusus kepada keluarga korban. Jika TPNPB/OPM yang menewaskan Prada Usman Helembo, maka hukumannya, Egianus Kogeya dkk harus memberikan keterangan resmi atau mempertanggungjawabkan tindakannya. Hal ini amat penting untuk memastikan kebenaran terhadap informasi dan pemberitaan yang sedang berkembang pesat.

 

Selain itu, TPNPB/OPM juga, baiknya memberikan respon terhadap tuduhan kepemilikan amunisi yang disampaikan oleh Militer Indonesia. Dua keterangan, yakni: penembakan terhadap Prada Usman Helembo dan kepemilikan amunisi ini, TPNPB/OPM harus kasih jelas. Karena publik masih bertanya - tanya.

 

Hal ini penting. Penting untuk memastikan siapa pelaku sebenarnya? Siapa yang benar dan siapa yang salah? Siapa yang bermain?

 

#Tulisan ini merupakan hasil tanya jawab dengan seorang tokoh muda masyarakat sipil asal Kabupaten Nduga dan pernyataan keluarga korban dari media (Jubi), yang disampaikan oleh Natan Pahabol, Anggota DPR Papua. Terima kasih. Tuhan Yesus Memberkati.

 

#Mahasiswa dan Pemuda

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait