Kejati Papua Tak Bertanggungjawab Terhadap Kondisi 7 Tapol di Kaltim

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

5 Bulan yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
Keterangan Foto: Tujuh Tapol Rasis beserta Anggota MRP dan Kuasa Hukum. (Foto : Dok KM).


JAYAPURA,  KABARMAPEGAA. com ---- Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua kembali mengatakan,  Kejaksaan Tinggi Papua selaku jaksa tidak bertanggungjawab terhadap kondisi Tahanan Politik Rasisme di Balik Papan. Kalimantan Timur. 


“Kejati Papua selaku Jaksa yang bertanggung jawab atas penahanan 7 Tapol Papua tidak perna mengunjungi Tapol Papua Di Rutan Balikpapan," Kata Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua, Anggota Koalisi Hukum dan HAM Papua,  Yohanis Mambrasar, S.H,  melalui siaran pers yang diterima kabarmapegaa. com, Senin, (10/02).

 

Menurut dia,  Tujuh Tapol Papua Buchtar Tabuni, Agus Kosai, Steven Itlay, Ferry Kombo, Alexsander Gobai, Hengky Hilapok dan Irwanur Uropmabin, Tersangka dalam pristiwa demostrasi rakyat Papua protes rasisme diberbagai tempat di Papua yang terjadi pada bulan Agustus – September 2019, semenjak dilimpahkan dari Rutan Polda Kalimantan Timur ke Rutan Kota Balikpapan, tidak diurus secara baik oleh pihak Kejaksaan Tinggi Papua sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh terhadap ke tujuh Tapol dimaksud selama ditahan di Rutan Kota Balikpapan.


"Kepada kami kuasa hukum mereka (tujuh tapol), Buchtar Tabuni dan enam Tapol lainnya mengaku bahwa semenjak mereka dilimpahkan ke Rutan Kota Balikpapan, pihak Kejaksaan Tinggi Papua sebagai Jaksa yang bertanggung jawab atas penahanan terhadap mereka tidak perna mengunjungi mereka dan bertatap muka secara langsung. Padahal Buchtar dan keenam  Tapol lainnya mengharapkan kehadiran Jaksa agar mereka dapat menyampaikan keluhan mereka seperti kesakitan yang mereka alami sehingga dapat diobati," Katanya. 


Lebih lanjut kata Yohanis,  Ke Tujuh Tapol ini juga mengaku saat mereka ditahan di Rutan Polda Kaltim hingga mereka dipindahkan ke Rutan Kota Balikpapan beberapa diantaranya telah mengalami sakit namun mereka tidak diobati secara baik oleh pihak berwajib. Tiga orang dari Para Tapol yang mengalami sakit adalah Buchtar Tabuni, Steven Itlay dan Alex Gobai. Buchtar Tabuni mengalami sakit Batuk-Batuk. Steven Itlay mengalami sakit Asma, Sesak Nafas, dan Batuk Lendir dan Alxesander Gobai mengalami sakit Mah, bahkan ia sempat muntah darah. Ketiga tapol ini mengalami sakit dari bulan Desember 2019 hingga Januari 2020 namun mereka tidak mendapatkan pelayanan medis. Mereka hanya mengkonsumsi air panas saat sakitnya kambu hingga sembuh.


Ketujuh Tapol Papua ini telah beberpa kali meminta kepada pihak Jaksa pada Kejaksaan Negeri Balikpapan dan pihak Rutan agar mendapatkan pelayanan pengobatan menis (berobat) namun ke tujuh tapol Papua ini tidak mendapatkan pelayanan medis karena pihak Jaksa Balikpapan dan Rutan beralasan bahwa mereka (Jaksa Kaltim dan Rutan) tidak berwewenang mengurus para Tapol Papua," Katanya juga selaku Kuasa Hukum tujuh Tapol Papua di balik Papan. 


"Pihak Jaksa Balikpapan dan Rutan mengatakan kepada para Tapol bahwa status mereka (tujuh tapol Papua) di bawah kewenangan Kejaksaan Tinggi Papua," Tambahnya. 


Menurutnya,  Kondisi kesehatan ketujuh tapol papua di rutan Kota Balikpapan, berbeda dengan keterangan yang disampaikan oleh pihak Kejaksaan Tinggi Papua kepada publik Papua melalui berbagai media lokal dan kepada keluarga ketujuh Tapol Papua secara langsung saat pertemuan pada tanggal 23 Februari 2020 di Kantor Kejaksaan Tinggi Papua.


Kata pihak Kajati Papua, mereka akan memperhatikan ke tujuh para Tapol selama menjalani proses hukum penahanan dan persidangan di Kota Balikpapan. Kepala Kejaksaan Tinggi Papua dalam pertemuan dengan keluarga tujuh Tapol dan Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua Untuk Tujuh Tapol (SMRP) mengatakan bahwa akan menugaskan langsung dua orang Jaksa untuk mengurus ke tujuh tapol Papua, sehingga keluarga jangan ragu dan percayakan saja kepadanya.


"Hingga awal Februari 2020 ketika Tim Kuasa Hukum bertemu ke Tujuh tapol Papua di Rutan Kota Balikpapan, ke tujuh tapol Papua terlihat sehat, namun tidak dapat dipastikan kesehatannya secara penuh karena belum ada pemeriksaan lengkap dari pihak medis dan pengobatan secara baik dengan mengkonsumsi Obat," Katanya. 


Terlepas dari kondisi pemenuhan hak atas kesehatan bagi Tapol Papua, kata Yohanis, selama di Rutan Kota Balikpapan para ketujuh tapol ini mendapatkan perlakuan yang baik dari pihak petugas Rutan.


"Mereka pun sangat aktif berkomunikasi secara baik dengan pihak Rutan maupun para tanahan Rutan lainnya," Katanya. 


Pewarta : Admin

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Politik

#Jumpa Pers

#LBH Papua

Baca Juga, Artikel Terkait