Kepada AMP: Kritikan Kami (rakyat) untukmu Pejuang

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

13 Hari yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Logo AMP


Oleh, Che Anderson)*

 

Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) itu gerakan mahasiswa yang dengan tegas mendukung, memperjuangkan aspirasi politik rakyat Papua, yakni Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi Bangsa West Papua. Penindasan terhadap rakyat Papua menumbuhkan rasa kecintaan mahasiswa terhadap tanah air dan bangsa. Rintik tangisan yang berderai, bilur tirani penindasan menjadi kesaksian dalam cerita perlawanan Mahasiswa di tanah kolonial. Menjadikan musuh Mahasiswa Parah pelaku kesengsaran itu, yaitu Imperialisme, kolonialisme, dan militerisme. Ini lah persembahan hidup mahasiswa saat berbaris, derap langka nan gagah perkasa dibawa panji revolusi, seirama dan satu tujuan, yaitu Papua Merdeka sebagai syarat bangun sosialisme di Papua.

 

 Kini rakyat mampu menilai perjuangan Mahasiswa, yang tentunya, perjuangan yang terintegrasi pada perjuangan pembebasan rakyat West Papua. Hormat dan saluat kepada mahasiswa atas perjuangan yang tiada hentinya, menanggung segalah resiko dan konsekwensinya dari perlawanan ini.

 

Khususnya Mahasiswa Papua yang terus kibarkan bendera revolusi, menceritakan tentang cerita perlawanan yang tentu, tak banyak diketahui oleh rakyat. Namun bukan pengakuan dan pujian itu yang menjadi imbalan perjuangan mahasiswa. Tetapi paling penting yang harus didiskusikan adalah pembicaraan baru mengenai eksis gerakan mahasiswa Papua yang jauh dari Bumi Papua. kita terus terbentuk oleh budaya perlawan dari kondisi yang berbeda, jawa dan Papua. Mulai dari Realitas penindasan, ruang demokrasi, bentuk masyarakatnya, dan seterusnya, itu pilar yang membentuk perlawanan kita. Maka wajar ketika pulang dari Jawa setelah tak lagi mahasiswa, diberadapkan dengan kondisi  penjajahan yang berbeda. Kondisi masifnya hegemonik yang membentuk rakyat jauh dari kata “bersahabat”.  Tentu kita diberadapkan dengan dinamika sosial politik rakyat yang terbentur dalam dua pandangan politik,yakni Politik Praktis kolonial dan politik papua merdeka.

 

Artinya harus dengan tegas mengatakan siapa musuh dan kawan. Agar tak lagi mengulangi lagu yang sama, cerita yang merusak moral dan pandangan. Mengulangi cerita “Saat mahasiswa pegang meghapone dan turun ke jalan, kritik pemerintah, ludahi rezim. Tapi usai sarjana dan pulang Papua langsung gabung di barisan kolonial.” Ini lah kritik rakyat kepada mahasiswa dan sarjana-sarjana yang mempersembahan ilmunya kepada rezim dengan pertimbangan pada ide-ide yang tidak ideologis, tentang pertarungan di dalam sistim, menguasai kursi perlemen untuk merebut hak-hak rakyat. Ini pikiran revolusioner yang sesat. Ini pikiran aktivis yang gagal dalam meletakan teorinya pada praktek-praktek pembangunan kekuatan rakyat, gerakan sipil sektoral, sebagaimana cita-cita dorong 7 bintang yang bergantung dalam buku saku.

 

Maka, sangat penting untuk adik sekalian mendiskusikan kondisi masyarakat papua mulai dari setiap sektor kehidupan. Sebab mereka adalah kawan kami selanjutnya setelah selesai dari mahasiswa. Sehingga jangan pernah menentukan nasib kepada/dibawa rezim brengsek ini.

 

Rakyat membutuhkanmu, kawan. Perkebunan sawit, perampasan lahan, pegundulan hutan, eksploitasi SDA, membuat rakyat terasing dan terpinggir diiringi dengan derasnya kematian manusia papua dengan berbagai macam cerita kematiannya. Tak ada jalan selain melawan, tapi dunia tak memberi petunjuk. Kami menginginkan suatu surga yang dinanti-nantikan, tapi entah kapan akan terjadi. Tak ada lagi kasih-sayang. Cinta dibungkusi dengan rupiah. Menjadi tak berdaya dinegeri ini. Adik-adik mahasiswa, ketika Anda dipukuli, dikejar, ditangkap dan dipenjarahi, kami juga ada disini, sedang sakit, marah, menderita. Tapi ruang gerak kami, tempat tinggal kami, semua dirampok habis-habis. Kami tunggu kemerdekaan datang dari sana. Kapan kamu bawa datang? Jangan bawa spanduk calon DPR dengan iklan kampanye yang membuat kami terus tertipu diatas penderitaan ini. Akhir kata, Salam hormat untukmu, Pejuang.  

 

Merauke,03/05/2019

 

#Catatan ini telah saya kirim kepada adik komandan Ketua AMP, Jhon Gobai melalui akun fesbuknya. Salam hormat untuk Asrama Papua Kamasan I Jogja. Doa Rakyat menyertaimu,pejuang.

#Mahasiswa dan Pemuda

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait