Kepergian Para Imam Umat Manokwari Gelar Aksi Pemasangan Lilin

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

4 Bulan yang lalu
ROHANI

Tentang Penulis
Ribuahn umat memperingati kematian para imam dan uskup Timika (Petrus Yatipai/KM)

 

 

 

MANOKWARI, KABARMAPEGAA.COM--  Ribuhan umat kriten di Manokwari menggelar aksi pemasangan seribu Lilin dalam hal memperingati kematian para imam Pastor Isak Resubun Pr, Uskup  Timika Jhon Philip Saklil, Pr, pastor  Yulianus Mote, Pr yang secara bertubi-tubi meninggal secara misterius.

 

 Ribuhan umat yang memasang lilin dari keluarga besar Orang Muda Katolik  (OMK),  Mahasiswa,  Pemuda Papua,  Mama-mama Papua dan  Forum Independen Mahasiswa (FIM) Manokwari.  Yang telah diakomodir langsung oleh Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK)  dan  Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT).

 

Kata ketua KMK-IMPT Marselino Pigai, mengatakan kematian misterius yang dihadapi para Imam Katolik itu segera diselidiki kembali oleh pihak-pihak yang berwenang agar memberikan respon positif kepada umatnya ditanah Papua yang ditinggalkan.

 

Karena sebagai dombanya merasakan kehilangan luar biasa atas kepergian para gembala yang dinilai bukan pada waktunya.

 

"Para Pastor meninggal memang bukan pada waktunya Tuhan.  Mereka meninggal karena ulah dunia, "katanya dengan penuh tangisan.  Saat memberikan keterangan pers kepada wartawan KM,  minggu (11/08).

 

Dikesempatan yang sama,  Arnol Halitopo selaku Ketua FIM-WP Manokwari dengan tegas meminta melakukan upaya penyelidikan atas bencana kematian yang dihadapi para imam katolik beserta Uskup belum lama ini.

 

"kematian para pastor harus diselidiki ulang. Kami tidak puas dengan kepergian mereka. "

 

Selain itu,  salah seorang mama Papua, Yulita Giyai dengan penuh tangis dalam orasinya mengatakan generasi mudah tetap semangat.

 

"Para pemimpin gereja kami meninggal bukan waktu Tuhan. Dan itu memang benar," jelas mama Papua saat orasi mewakili tokoh adat.

 

Beberap perwakilan pun hal serupah disampaikan dalam orasi-orsi mereka ditengah puluhan umat yang hadir.

 

Proses kegiatan dibuka dengan doa,  orasi-orasi,  pemasangan Lilin, ruang hening mendalami jasa perjuangan para almarhum sambil di iringi nyanyian sedih oleh kelompok musik.

 

Pewarta : Petrus Yatipai

#Gereja

Baca Juga, Artikel Terkait