Ketua BMDS: aparat gabungan jangan takuti masyarakat Deiyai

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

2 Bulan yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
Ketua Barisan Muda Damai Sejahtera (BMDS) Kabupaten Deiyai Mando Mote. (Doc. Prib. Ist)

 

NABIRE, KABARMAPEGAA.com--Ketua Barisan Muda Damai Sejahtera ( BMDS ) Kabupaten Deiyai Mando Mote menegaskan kepada  aparat gabungant (TNI/Polri) yang sedang berada di Deiyai supaya tidak  menakuti masyarakat ke setiap desa dengan alasan yang tidak jelas.

 

Hal tersebut  disampaikan kepada www.kabarmapegaa.com, Minggu (15/09/2019) via telepon seuler.

 

 “Hingga hari ini Gabungan Aparat TNI/Polri melakukan penyitaan dengan kunjungan ke setiap kampung di kabupaten Deiyai. Ini merupakan, bentuk pengalihan isu terhadap masalah pokok yakni bermula dari tindakan kejahatan rasisme hingga penembakan beberapa warga sipil di Deiyai," ungkapnya.

 

Kata  BMDS Kabupaten Deiyai, Mando Mote, alasan dari Gabungan aparat TNI/POLRI  adalah satu pucuk senjata masih belum dikembalikan. “ Ini tindakan aparat keamanan itu justru menambah trauma terhadap masyarakat Deiyai,” tegas Mote kepada wartawan kabarmapegaa.com.

 

“Kami minta para aparat stop dengan kegiatan penyitaan dari kampung ke kampung dengan alasan yang tidak jelas,”pintanya.

 

Lanjut Mote, saya meminta kepada para aparat gabungan TNI/Polri tanggung jawab atas tertembaknya beberapa masyarakat sipil. “Penembakan murni dilakukan oleh TNI/Polri dan semua kami sudah identifikasi dan klasifikasi secara akurat dari lapangan,” katanya.

 

Selain itu, kata Mote; "Dengan tegas kami minta Pemerintah Kabupaten Deiyai, Kapolres, Dandim juga DPRD Deiyai segera hentikan gerakan tidak logis yang di lalukan oleh Gabungan Aparat TNI/Polri yang dilakukan itu".

 

“Masa sepucuk senjata saja dicari hingga kampung ke Kampung dengan menodong senjata ke masyarakat sampai masyarakat menjadi trauma,” ungkapnya.

 

Kami dari BMDS kabupaten Deiyai juga meminta supaya fungsi komunikasi di FORKOPIMDA (Forum Kumunikasi Pimpunan Daerah) di kabupaten Deiyai harus aktifkan.

 

“Jangan biarkan rakyat diperlakukan oleh Pihak TNI/Polri dengan alasan yang tidak jelas. Kasihan masyarakat sampai saat ini trauma bahkan hingga saat ini ada yang belum kembali ke rumah untuk melakukan aktivitas seperti biasanya,” tutup Mote.

 

Sebelumnya, laporan warga di Deiyai atas nama  Yan membenarkan kejadian ini. Yan adalah salah satu  masyarakat asal  Deiyai, Tigi Barat. Yan kepada kabarmapegaa.com mengatakan, selagi makan di rumah bersama keluarganya dikagetkan dengan kedatangan lima orang TNI yang lengkap dengan senjata. Keejadian ini dialaminya sejak tanggal 28 Agustus lalu.

 

"Pagi Pukul 10:29 tadi kami keluarga saat makan bersama di rumah ada lima orang TNI datang dan mereka (TNI) bilang kami datang kesini cari senjata yang hilang saat insiden pada Rabu, (28/8/2019)," tuturnya dibalik telepon genggam belum lama ini.

 

Baca:

 

Terkait 10 pucuk senjata yang diambil massa, sebelumnya oleh Pastor Santon dalam laporan investigasinya mengatakan 10 pucuk senjatanya diambil masyarakat, sekarang sudah dikembalikan  kepada aparat.

 

 

Pewarta: Pet Douw

Editor: Manfred Kudiai

#Pemerintahan

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait