Ketua BMDS  Minta  Polres  Bebaskan Enam Pemuda yang  Ditahan di Deiyai

Cinque Terre
Manfred Kudiai

11 Hari yang lalu
MEEPAGO

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Ketua Barisan Muda Damai Sejahtera (BMDS) Kabupaten Deiyai, Mando Mote. Ist

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com--Ketua Barisan Muda Damai Sejahtera (BMDS) Kabupaten Deiyai Mando Mote mengatakan kondisi Deiyai belum puli benar, untuk itu atas nama tokoh pemuda Deiyai,  kami minta agar membebaskan enam orang yang ditahan pada kejadian Deiyai berdarah 28 Agustus 2019  lalu oleh Kepolisian Resort (Polres).

 

“Kondisi Deiyai masih belum membaik, enam orang pemuda Deiyai yang masih ada di tahanan segera dibebaskan tanpa syarat,” jelas Mando Mote Kepada kabarmapegaa.com, Senin (7/10/2019) via pesan eletronik.

 

 

Mando menjelaskan,pada apel Pagi, Senin 30 september telah dilakukan apel Gabungan bersama baik TNI/Polri bersama ASN di lingkungan kerja Pemerintah kabupaten Deiyai. Saat itu dipimpin langsung oleh Bupati Deiyai sebagai pembina apel.

 

“Saat apel beberapa hal yang disampaikan oleh Bupati termasuk kondisi deiyai saat lalu dan untuk kedepan. Bupati meminta agar masyarakat kembali ke kampung masing-masing lakukan aktifitas seperti biasa,” jelasnya.

 

Kata alumni IPDN angkatan 2013 itu meneruskan kata Bupati Deiyai mengatakan Bupati telah menekankan kepada pihak keamanan (TNI/Polri) agar segera hentikan pebcarian atas  satu pucuk senjata .

 

“Sejata itu  kami TIM Pemda yang akan carikan. Sehingga saat itu disepakati bersama suapaya mengembalikan kondisi Deiyai yanag  aman dan damai,” katanya.

 

 

Disamping kesepakatan antara Kapolres Paniai, Kata Mando, Pabung Dandim Paniai, kami minta agar ketiga pimpinan segera bebaskan tanpa syarat kepada 6 orang pemuda deiyai yang masih tahanan di Polres Paniai.

 

 

“Mereka sebenarnya ditahan karena melakukan protes terhadap kejahatan rasisme di Deiyai. Bukan melakukan karena melakukan hal hal yang tidak humanis,” pungkasnya.

 

Dalam rangka deiyai aman dan damai Deiyai juga telah melakukan Ibadah pemulihan pasca terjadi peristiwa aksi Protes kejahatan rasisme yang berujung puluhan masyarakat sipil korban.

 

“Itu langkah yang baik dan kami apresiasi sehingga pelayanan dan pembangunan kedepan tidak terhambat” paparnya.

 

Sementara itu, Kapolres Paniai, AKBP Abdullah Wakhid Prio Utomo ketika  dikonfirmasi oleh wartawan Jubi melalui whatsapp dan telpon biasa tidak memberi respon. Namun Kasat Intekam Ipda Jhon Itlay yang berhasil terhubung juga mengaku belum bisa memastikan penanganan kasus tersebut di bagian Reskrim.

 

“Oya, saya belum tahu. Nanti saya tanya ke bagian Reserse baru saya kasih kabar,” katanya seraya menutup telepon selulernya.

 

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#BMDS Kabupaten Deiyai

Baca Juga, Artikel Terkait