Ketua ULMWP: Tapol Papua Berisiko Kena Covid-19 Jika Tidak Dibebaskan

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

5 Bulan yang lalu
NASIONAL & DUNIA

Tentang Penulis
Keterangan Foto: Ketua Umum ULMWP, Tuan Benny Wenda. (Foto: Google.com/KM)

 

KABARMAPEGAA.com - Ketua Umum ULMWP, Tuan Benny Wenda mengatakan Indonesia harus segera membebaskan semua tahanan politik West Papua, termasuk 57 orang yang dipenjara setelah Pemberontakan West Papua 2019.  

"Jika mereka tidak dibebaskan, mereka sangat berisiko meninggal dunia dalam serangan Covid-19," Kata Wenda dalam Release yang diterima kabarmapegaa.com, Selasa, (24/3).

Wenda mengatakan, baru saja dirinya menerima informasi bahwa persidangan enam Tapol Papua di Jakarta akan berlangsung besok (hari ini, red).  Lima orang Papua dan seorang aktivis solidaritas Indonesia menghadapi ancaman 20 tahun penjara karena mengibarkan bendera Bintang Kejora secara damai pada Agustus 2019.

Lanjut Wenda, Jakarta sedang bersiap untuk mengunci.  Kegiatan presiden dan pemerintah sedang dikurangi, dan kontak sosial tidak disarankan karena penyebaran coronavirus.  

Mengapa persidangan tidak segera dihentikan.  Apakah Negara Indonesia berusaha membunuh tahanan politik ini, untuk memungkinkan virus ini membunuh lawan mereka untuk mereka.  Memaksa persidangan ini dilanjutkan merupakan pelanggaran nyata terhadap hak-hak terdakwa. 

"Saya mendesak pemerintah Indonesia, Presiden, jaksa dan hakim untuk menghentikan persidangan dan membebaskan para tahanan," Ujarnya.

Ia menilai, Para tahanan politik sekarang di dalam penjara menghadapi risiko besar jika mereka tidak segera dibebaskan.  Tidak ada perawatan medis yang efektif di dalam penjara Indonesia.  Virus akan menyebar dengan cepat di dalam sistem penjara.  Jika Indonesia tidak membebaskan mereka dan memungkinkan mereka untuk kembali ke keselamatan keluarga dan komunitas mereka, mereka menghadapi pembunuhan yang efektif oleh pemerintah Indonesia.  

"Tahun lalu kami melihat seperti Sam Lokon meninggal karena kondisi di penjara Indonesia yang sangat buruk.  Kami tidak bisa membiarkan pembunuhan massal orang Papua di penjara sekarang," Ujarnya. 

Kata Wenda, Kengerian ini adalah gejala kolonisasi ilegal Indonesia di West Papua.  Di tengah krisis ini, semakin jelas bahwa Negara Indonesia tidak dapat melindungi rakyat West Papua.

"Inilah saatnya bagi Indonesia untuk memungkinkan kita menentukan nasib kita sendiri," Ujarnya.

Admin

#Pemerintahan

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait