Khawatir Covid 19 Iran Bebaskan 85.000 Tahanan, Bagaimana Nasib Tahanan Indonesia

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

6 Hari yang lalu
INFORMASI

Tentang Penulis
Keterangan Foto: Ancaman dan Waspada Virus Corona Hantam Tahanan dan Napi. (Foto: Sektsa Tirto.Id/KM)


Oleh : Hero Gobai

Virus Covid 19 dianggap muda diatasi oleh sebagian belahan Negara, termasuk Negara Indonesia.

Beberapa pekan lalu, Masyarakat Indonesia yang berada di daerah-daerah baik di Papua dan daerah lainnya berharap untuk lock down untuk sementara mengingat penyebaran virus covid 19 yang begitu cepat.

Selain itu, di awal januari, Presiden dan jajarannya sempat ingin merilis bahwa Negara Indonesia bebas Virus Covid 19. Akan tetapi, di awal Maret 2020, beberapa pejabat mentri, seperti Mentri Perhubungan terjangkit positif Virus Covid 19 dan diikuti oleh beberapa pejabat dan artis Indonesia.

Di awal maret 2020 juga, Pemerintah Indonesia merilia libur Nasional bahkan libur seluruh dunia selama 14 hari dan meminta kepada semua instansi, sekolah-sekolah serta tempat keramaian diliburkan sementara waktu dan diminta untuk bekerja dan beraktivitas di dalam.rumah.

Update terkahir per 23 Maret 2020 yang terjangkit positif  virus covid 19 di Indonesia sebanyak 575 dan yang meninggal  49 orang.


Artinya,  penyebaran virus covid 19 sangat cepat  dan menyerang nyawa manusia. Pemerintah Republik Indonesia semestinya melihat persoalan ini dengan serius. Di semua sektor harus dipertimbangkan dengan jelas, cermat dan tegas. 

Bila tidak ditangani dengan serius, maka Negara Indonesia akan goncang, mengingat kematian nyawa manusia melebih negara-negara yang mengalami virus covid 19.

Update terbaru, Indonesia telah membeli obat pencegahan Virus Covid 19  di China sebanyak 9 ton dengan jumlah uang yang begitu besar. Dengan adanya obat itu menekan jumlah kamatian akibat virus covid 19. Sikap dan kebijakan Negara Indonesia sudah baik. Namun, Lock down perlu dibicarakan kembali, meski lookdown justru membatasi perekonomian Indonesia. Sebab, obat pencegahan dibagi sementara lockdownnya tidak dibatasi sementara wakti akan berdampak buruk bagi Negara dan Rakyat Indonesia.

Sekiranya Negara Indonesia dapat belajar pengalaman dari negara  Italia, Iran dan negara lainnya yang menyebabkan kematian massal tiap hari akibat virus covid 19.

Negara Iran telah merilis, berdasarkan surat kabar online www.abc.net.au edisi Minggu, 22 Maret 2020) bahwa  Iran untuk sementara membebaskan 85.000 tahanan dengan 10.000 lebih yang dijadwalkan untuk menerima pengampunan, karena kekhawatiran bahwa virus corona baru bisa menyapu penjara yang penuh sesak di negara itu.

"Iran membebaskan 85.000 tahanan untuk mencegah penyebaran virus corona, tetapi akademisi Australia tetap berada di balik jeruji besi".

Kekhawatiran Iran, penjara menjadi tempat yang muda terkena virus karena besukan/kunjungan keluarga yang belum tentu bersentuhan dengan sesama yang positif covid 19. 

Jumlah tahanan di seluruh Indonesia diatas rata-rata 1.000 orang. Artinya satu nyawa yang terkena virus saja, melayangkan 1.000 orang dalam tahanan. Hal ini perlu diantisipasi kedepan oleh Negara.

Menurur Sketsa yang dibuat  Kantor berita media Nasional, Tirto.id, kapasitas Rutan di seluruh Indonesia overkapasitas. Jumlah Tahanan dan  Narapida di Indonesia sebanyak 271.209 atau 106%. Banyaknya tahanan dan Napi sementara Rutan mengalami overkapisitas, maka penyebaran Virus  Covid 19 menjadi bahaya dan mengancam tahanan dan Napi.


Melihat hal tersebut, Negara mengambil kebijakan untuk bebaskan seluruh tahanan di Indonesia dengan membuat catatan dan jaminan Negara. 


Dengan demikian, Covid 19 tidak memandang manusia. Sudah otomatis virus tersebut penyebarannya sangat cepat dan akibatnya sangat fatal dan mematikan nyawa manusia. Negara perlu ambil kebijakan dengan cepat dan tapat.


Penulis Mahasiswa Papua Kuliah di Jayapura.

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait